Gempa M2,7 Guncang Sukabumi, BMKG: Pusat di Laut Dekat Pantai

- Editor

Minggu, 16 November 2025 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJavaBaru saja gempa terbaru mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, pada hari Sabtu (8/11/2025) pagi, dengan titik episentrum berada di laut dekat pantai.

BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi yang terjadi di Sukabumi pada pukul 10.20 WIB dengan kekuatan sebesar Magnitudo 2,7.

Episentrum gempa Sukabumi terletak di laut dekat pantai, 64 km Tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan pusat gempa berada pada kedalaman 25 km.

“Info Gempa Mag:2.7, 08-Nov-25 10:20:35 WIB, Lok:7.56 LS – 106.67 BT (64 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 25 Km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Sabtu (8/11/2025) pagi.

Sebelumnya, gempa terbaru di Jawa Barat mengguncang Bandung pada hari Sabtu (8/11/2025) pagi dengan titik episentrum berada di daratan.

BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi yang terjadi di Bandung pada pukul 09.59 WIB dengan kekuatan sebesar Magnitudo 2,2.

Pusat gempa Bandung terletak di daratan, 38 km Barat Daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, titik pusat gempa terletak pada kedalaman 144 km.

“Info Gempa Mag:2.2, 08-Nov-25 09:59:34 WIB, Lok:7.37 LS – 107.51 BT (38 km BaratDaya KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 144 Km ::BMKGG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Sabtu (8/11/2025) pagi.

Skala Gempa

Berdasarkan skala MMI yang diambil dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.

I MMI

Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.

II MMI

Gempa bumi terasa oleh sejumlah orang, serta benda-benda kecil yang digantung seperti lampu gantung berayun.

III MMI

Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.

Gempa terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.

Baca Juga  Kampanye HereNow, Dorong Masyarakat Siapkan Keamanan Finansial Masa Depan

IV MMI

Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan getaran, keramik retak, jendela dan pintu bergerak hingga mengeluarkan suara gesekan, serta dinding terdengar berbunyi.

V MMI

Gempa bumi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang, orang-orang berlarian, peralatan rumah tangga retak, barang-barang terlempar, tiang dan benda besar tampak goyah, serta lonceng bisa berhenti berayun.

VI MMI

Gempa bumi terasa oleh seluruh masyarakat.

Banyak orang kaget dan lari keluar, plester dinding mengelupas, cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan yang tidak terlalu parah.

VII MMI

Semua orang meninggalkan rumah.

Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang baik.

Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi yang tidak memadai mengalami retakan bahkan hancur, cerobong asap retak.

Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.

Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen ambruk, serta air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur kokoh, rangka rumah menjadi melengkung, terdapat banyak retakan.

Rumah terlihat bergeser dari fondasi awalnya. Saluran pipa di dalam rumah rusak.

X MMI

Bangunan kayu yang kokoh rusak, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, longsoran tanah terjadi di setiap sungai serta daerah dengan kemiringan curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit tersisa berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.

Baca Juga  Ingin Renovasi? Ini Tips Atur Anggaran Rumah!

Lanskap menjadi gelap, benda-benda terlempar ke langit.

Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan ketika terjadi gempa.

1. Tetap tenang

Saat terjadi gempa, usahakan untuk tidak takut dan tetap tenang!

Tarik napas perlahan, kemudian amati lingkungan sekitar dan tentukan tempat yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika sedang berada di dalam penginapan saat terjadi gempa, usahakan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kamu.

Meja merupakan tempat paling aman untuk berlindung dari benda-benda yang jatuh akibat gempa bumi.

Kemudian, lindungi kepala menggunakan benda yang lembut.

Contohnya bantal, helm, papan, atau yang paling efisien adalah dengan menggunakan kedua tangan dalam posisi terbuka.

3. Di luar ruangan

Jika sedang berada di luar ruangan saat terjadi gempa, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauhi bangunan dan tiang, kemudian pergi ke area yang terbuka.

Tenanglah diri dengan menghirup napas perlahan dan jangan melakukan apa pun.

Karena biasanya setelah gempa pertama terjadi, akan muncul gempa lanjutan.

4. Di kerumunan

Gempa bisa terjadi setiap saat.

Jika saat itu kamu berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kekacauan.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu sebaiknya mengikuti petunjuk dari petugas penyelamat dan berusaha langsung menuju tangga darurat agar sampai ke area terbuka.

5. Di pegunungan atau wilayah dataran tinggi

Jika terjadi gempa saat kamu sedang berada di pegunungan, segeralah berpindah ke area terbuka untuk berlindung.

Hindari area dekat lereng karena dipastikan dapat menyebabkan tanah longsor dan membahayakan nyawa.

6. Di laut

Gempa bumi yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami.

Jika terjadi gempa, segeralah berpindah ke area yang lebih tinggi.

Baca Juga  Tertarik dengan Choi Woo Shik setelah menonton ‘Would You Marry Me?’? Ini 5 Drama Populer yang Wajib Ditonton!

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang bepergian ketika gempa terjadi, peganglah dengan kuat agar tidak jatuh.

Berhenti di lokasi yang terbuka dan berhenti di sana. (*)

 

Baca artikel-artikel AdinJavadi di Google News

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:29 WIB

Dentuman di Bandung Raya Bukan Dampak Erupsi Krakatau! BMKG Duga Ada Pelepasan Gas Metan Danau Purba

Senin, 29 Juni 2026 - 12:16 WIB

Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 07:46 WIB

Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:13 WIB

Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:04 WIB

Lansia Tunanetra Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kota Cimahi Dini Hari Tadi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:51 WIB

Tersapu Puting Beliung Ratusan Rumah di Kota Cimahi Rusak, Empat Orang Luka

Berita Terbaru

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengeluarkan SE tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai tindakan antisipasi bahaya penyebaran abu vulkanik yang dirilis pada Minggu, (6/9/ 2026).

Jawa Barat

Antisipasi Penyebaran Abu Vulkanik, Dedi Mulyadi Rilis SE PJJ

Senin, 7 Sep 2026 - 16:46 WIB