Redenominasi Rupiah: Pemerintah Siapkan RUU, Target Selesai 2027

- Editor

Senin, 8 Desember 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Bisnis – Pemerintah sedang menyiapkan langkah besar untuk mempermudah mata uang nasional melalui redenominasi rupiah Purbaya, yang direncanakan selesai pada 2027.

Kebijakan ini akan menghilangkan beberapa angka nol dalam nominal rupiah tanpa mengurangi nilai beli, mempermudah proses pembayaran, serta meningkatkan keyakinan dunia terhadap mata uang rupiah.

Artikel ini mengupas tujuan, prosedur, dan akibat dari redenominasi rupiah, serta menjelaskan mengapa diperlukan UU khusus agar kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara aman dan tepat waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, apa yang dimaksud dengan redenominasi rupiah Purbaya?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), redenominasi merujuk pada proses penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah tingkat pertukarannya.

Sementara menurut situs resmi Bank Indonesia (BI), redenominasi merupakan penyederhanaan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti juga dengan perubahan dalam penulisan alat tukar atau uang.

Misalnya, uang sebesar Rp 10.000 akan berubah menjadi Rp 10.

Perubahan ini hanya terjadi pada jumlah nominal yang tercantum pada uang dengan menghapus beberapa angka nol.

Namun, nilai sebesar Rp 10 tetap sama dengan Rp 10.000, sehingga kemampuan membeli tetap tidak berubah.

Tujuan dari redenominasi adalah membuat sistem akuntansi dalam sistem pembayaran menjadi lebih mudah karena jumlah angka yang ditulis berkurang.

Selain itu, devaluasi diharapkan dapat memperkuat keyakinan dunia terhadap mata uang rupiah.

Jika diterapkan pada waktu yang tepat, kebijakan ini tidak akan menyebabkan dampak buruk terhadap perekonomian.

Rupiah mengalami perubahan nilai sejak tahun 2010.

Saat itu, sebagaimana dikutip Kompas.com, BI mengemukakan gagasan untuk melakukan redenominasi, namun tidak langsung diimplementasikan karena memerlukan komitmen nasional serta persiapan yang cukup lama.

Baca Juga  Waspada Filariasis! Penyakit Kaki Gajah yang Mengancam Jutaan Orang Melalui Gigitan Nyamuk

Penghapusan nilai nominal rupiah akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana kerja Kementerian Keuangan 2025–2029.

Setelah RUU selesai pada 2027, pemerintah akan memulai tahap sosialisasi, penyesuaian sistem keuangan, serta masa transisi penggunaan uang kertas baru dan lama secara bersamaan.

Beberapa negara seperti Turki, Polandia, dan Korea Utara telah melakukan proses yang serupa.

Turki, misalnya, membutuhkan waktu tujuh tahun (2005–2009) untuk menyelesaikan proses redenominasi berkat dukungan ekonomi yang tetap. Redenominasi diharapkan memperkuat dasar perekonomian sekaligus memperkuat posisi rupiah sebagai lambang kepercayaan dan stabilitas negara.

Mengapa Diperlukan Pembuatan RUU Redenominasi?

Sebelumnya, isu redenominasi rupiah pernah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Mahkamah Konstitusi menilai rencana tersebut tidak dapat dilakukan hanya dengan mengubah makna pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Redenominasi dianggap sebagai kebijakan ekonomi makro yang melibatkan sektor moneter dan fiskal, sehingga hanya dapat dilakukan melalui pembentukan undang-undang baru.

Putusan tersebut diumumkan oleh MK dalam sidang pengucapan putusan perkara Nomor 94/PUU-XXIII/2025, Kamis (17/7/2025).

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyampaikan bahwa Pasal 5 ayat (1) huruf c dan ayat (2) huruf c UU Mata Uang tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk memaksakan konversi nilai nominal mata uang, seperti yang diminta oleh pemohon.

“Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi kekuatan pembelian. Hal ini berada di luar wewenang pemerintah, tidak cukup hanya dengan merumuskan ulang pasal,” kata Enny dalam persidangan, melalui keterangan tertulisnya, yang dikutip pada 17 Juli 2025.

MK menyatakan bahwa Pasal 5 ayat (1) dan (2) lebih berkaitan dengan desain serta ciri fisik uang kertas, bukan nilai nominalnya.

Selain itu, pengadilan mengingatkan bahwa redenominasi melibatkan berbagai aspek, mulai dari stabilitas makroekonomi, kesiapan sistem pembayaran, hingga tingkat pemahaman masyarakat.

Baca Juga  Liga Italia: Allegri Kecewa AC Milan Gagal Menang Meski Unggul 2-0, Akui Satu Pemain Jadi Penyebabnya

“Mengabaikan permohonan pemohon secara keseluruhan,” kata Ketua MK Suhartoyo saat membacakan putusan, sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Dengan keputusan ini, pemerintah atau DPR harus menyusun rancangan undang-undang khusus jika ingin menghilangkan tiga nol dari mata uang rupiah.

Tanda-tanda untuk melakukan hal tersebut sebenarnya sudah muncul sejak masa kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution pada tahun 2010.

Namun, hingga saat ini, kebijakan tersebut belum menjadi prioritas dalam legislasi.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:29 WIB

Dentuman di Bandung Raya Bukan Dampak Erupsi Krakatau! BMKG Duga Ada Pelepasan Gas Metan Danau Purba

Senin, 29 Juni 2026 - 12:16 WIB

Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 07:46 WIB

Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:13 WIB

Miliki Emosional Kuat, Wali Kota Cimahi Kunjungi Mantan Stafnya di Pusbangisop TNI AD 1994

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:04 WIB

Lansia Tunanetra Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kota Cimahi Dini Hari Tadi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:51 WIB

Tersapu Puting Beliung Ratusan Rumah di Kota Cimahi Rusak, Empat Orang Luka

Berita Terbaru

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengeluarkan SE tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai tindakan antisipasi bahaya penyebaran abu vulkanik yang dirilis pada Minggu, (6/9/ 2026).

Jawa Barat

Antisipasi Penyebaran Abu Vulkanik, Dedi Mulyadi Rilis SE PJJ

Senin, 7 Sep 2026 - 16:46 WIB