“Republik Fufufafa” Tampar Penguasa Yang Sakau Kekuasaan

- Editor

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grup Band Slank merilis Single berjudul "Republik Fufufafa" di hari jadinya yang ke- 42 tahun, pada 26 Desember 2025./tujuhmenit.com

Grup Band Slank merilis Single berjudul "Republik Fufufafa" di hari jadinya yang ke- 42 tahun, pada 26 Desember 2025./tujuhmenit.com

JAKARTA, tujuhmenit.com- Tidak main-main, single terbaru yang dirilis grup band Slank dengan judul “Republik Fufufafa”, begitu menggebrak seantero dunia musik tanah air. Bahkan, lagu dengan nada sarkasme kepada penguasa ini, mampu menyedot perhatian netizen yang memang sedang terkonsentrasi pada kondisi negara saat ini.

Grup band legendaris ini, sebelumnya dikenal mendukung pemerintah rezim Jokowi, kini seakan berbalik arah dan melontarkan protes sosialnya. Pada ulang tahunnya yang ke-42 di tanggal 26 Desember 2025, di video klip, Kaka sang vokalis dan personil lainnya, tampil slengean  dengan kostum Joker, seakan ingin menampar wajah penguasa.

Lagu yang ditulis Drummer, Bimbim ini mewakili suara masyarakat Indonesia yang telah mengalami krisis kepercayaan. Karakter penguasa yang sudah meninggalakan etika, merusak sistem demokrasi, menjadi narasi kuat yang menohok. Singkatnya ‘Sakau Kekuasaan’ menjadi magnet menyindir pecundang yang sedang menikmati jabatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti yang disampaikan Rudianto Tarigan  di channel Forum Keadilan TV, Kamis (1/1/2026). Lirik lagu ini dibuat berdasar pada fakta dimana kondisi negara sedang tidak baik-baik saja.

“Saya berterimakasih pada Slank, Saya Slanker sejati lho, mengingatkan kita bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja,” kata Tarigan yang juga sebelumnya pendukung Jokowi.

Masih menurut Tarigan, dibalik pemerintahan yang resmi, masih ada kekuasaan yang  bisa mengendalikan politik, hukum, dan ekonomi yang secara langsung telah membuat negara ini menjadi kacau balau.

“Bayangin Bang, negeri stunting dan kurang gizi! Sementara di sana kita tahu tambang batu bara mereka banyak, hutan mereka banyak, nikel mereka banyak. Tapi stunting tinggi! Gila nggak! Apa Pak Prabowo masih berdiam diri dengan soal-soal ini?” tegasnya.

Baca Juga  Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?

Tarigan mendengar ada yang keberatan dan marah-marah dengan lirik lagu tersebut. Hal ini membuktikan mereka merasa terkonfirmasi atas kelakuannya itu, seperti yang disampaikan dalam lirik lagu.

“Kita jujur! hari ini apa yang kita banggakan di republik ini? Coba semua orang, terutama pejabat kita itu, belum apa-apa sudah bicara koalisi permanen. Mempersiapkan peta 2029. Padahal kekuasaan ini baru setahun,” katanya.

Negeri ini benar-bebar sudah kacau balau, sakau kuasa, sakau narkoba, dan juga sakau judi. Makanya Tarigan menilai apabila situasi ini terus dibiarkan dan orang-orang seperti itu dipaksakan memimpin negara ini, tidak ada harapan bagi masyarakat untuk hidup ke arah yang lebih baik.

“Mau di bawa ke mana kita? Mestinya mereka membuat situasi dan kondisi baik. Karena dipaksakan dan tidak mampu, ya beginilah jadinya,” ujarnya.

Kembali Ke Akal Waras

Sementara itu, Ahli Telematika, Roy Suryo, yang juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, melalui video singkatnya mengapresiasi lagu ini.

“Saya ingin memberikan dukungan dan apresiasi kepada grup band Slank yang pada saat peringatan ulang tahunnya yang ke 42 kemarin, 26 Desember 2025, membuat satu lagu yang sangat bagus dengan judul Republik Fufufafa,” kata Roy.

Masih menurut Roy, lagu yang diciptakan Bimo Setiawan atau  Bimbim  ini, terdapat kata-kata sakau kuasa, sakau narkoba, sakau berjudi dan sebagainya. Semua itu mengacu pada sosok kontroversial yang dikenal dengan Fufufafa.

“Dan kita tahu semua, 99,9 % Fufufafa itu siapa? Orang yang gak punya ijazah SMA. Slank udah kembali akal warasnya, mari kita mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan akal waras,” katanya. ***

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Kurang Serius, Masyarakat Mulai Frustasi 
Cukup di Komisi II, Bahas Pemakzulan Wapres Gibran Gak Perlu Bentuk Pansus dan Hak Angket
Pasca Putusan MK, Subhan Palal Dorong DPR-RI Lakukan Impeachment Terhadap Wapres Gibran
Meski Tidak Temukan Ijazah Gibran, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana Cs.
Catatan Hendry Ch Bangun (FWK) Dengan Olahraga Kita Bersatu
FWK INGATKAN PRABOWO: MOMEN PEROMBAKAN KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Pasca Lewati Uji Kepatutan, Jendral Suyudi Ario Seto Dilantik Presiden Jadi Kapolri
Indonesian Berduka, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB