tujuhmenit.com, Kota Cimahi – Siapa bilang sampah hanya bau dan menumpuk? Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, membuktikan sebaliknya. Lewat gerakan “Sampah Bisa Jadi Duit”, ia mengajak warga melihat sampah anorganik bukan sebagai masalah, melainkan peluang yang bernilai ekonomi.
Melalui unggahan di media sosialnya yang langsung mendapat sambutan hangat, Wahyu mengajak warga untuk mulai memilah barang bekas di lingkungan sekitar, botol plastik, kardus, kertas, kaleng, hingga besi tua. Barang yang selama ini dianggap tak berguna itu, jika dikumpulkan dan dipilah dengan rapi, ternyata punya harga jual yang layak.
Bagi Wahyu, kegiatan ini bukan sekadar soal uang. Di tengah kian mendesaknya persoalan tumpukan sampah dan keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti, pengelolaan mandiri dari tingkat paling bawah adalah kunci.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada pengangkutan ke luar kota. Mulai dari rumah, mulai dari lingkungan, kurangi yang dikirim ke TPA,” ujarnya, Rabu, (6/10/2026).
Hasil penjualan barang bekas yang terkumpul tidak diambil perorangan, melainkan disatukan untuk kepentingan bersama. Mulai dari kas RT, bantuan sosial, santunan anak yatim, perbaikan fasilitas umum, hingga kegiatan keagamaan. Sampah yang tadinya dibuang, kini berubah menjadi berkah yang dirasakan seluruh warga.
Yang patut diacungi jempol, Wahyu tidak sekadar memberi seruan. Ia sendiri terjun langsung melakukannya di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau Ketua DPRD saja tidak gengsi memungut sampah, apalagi kita,” katanya.
Ia berharap para Ketua RT, RW, Lurah, hingga Camat di seluruh Cimahi ikut meneladani langkah ini. Langkah sederhananya, pilah dari rumah, kumpulkan yang bernilai jual, bangun bank sampah di lingkungan, lalu gunakan hasilnya untuk warga. Lingkungan jadi bersih, ada dana sosial yang terus mengalir, dan kebersamaan antarwarga pun makin kuat. (eri)






