tujuhmenit.com, Kota Cimahi – Gelombang pensiun tenaga pendidik di Kota Cimahi terus datang. Sepanjang tahun 2026 saja, diperkirakan tak kurang dari 90 guru akan memasuki masa purnabakti. Angka ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan regenerasi kepemimpinan di lingkungan satuan pendidikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, tidak boleh ada satu pun sekolah yang kosong kepemimpinannya. Hal ini ia sampaikan saat penyerahan Surat Keputusan (SK) pensiun kepada ASN sekaligus SK penugasan periode kedua bagi 15 kepala sekolah, Senin (26/10/2026).
“Begitu ada kepala sekolah yang pensiun, penggantinya harus sudah siap. Jangan sampai ada kekosongan jabatan yang menghambat pendidikan anak-anak kita,” ujar Ngatiyana.
Salah satu langkah yang diambil pemerintah kota adalah memberikan penugasan kembali kepada 15 kepala sekolah untuk periode kedua. Langkah ini dinilai penting menjaga stabilitas pengelolaan sekolah sambil menyiapkan calon-calon pemimpin baru yang berkualitas.
Kepala BKPSDMD Kota Cimahi, Siti Fatonah, menjelaskan bahwa angka sekitar 90 orang tersebut adalah akumulasi sepanjang tahun. Dalam waktu dekat saja, 11 ASN termasuk tenaga pendidik akan memasuki masa purnabakti per 1 November 2026, dan sekitar delapan orang lagi menyusul pada Desember mendatang.
“Bahkan ada satu dokter spesialis RSUD Cibabat yang juga akan pensiun, meski proses administrasinya belum selesai,” kata Siti Fatonah.
Karena itu, Dinas Pendidikan bersama BKPSDMD diminta memperkuat koordinasi sejak dini. Pemetaan kebutuhan calon kepala sekolah dari jenjang TK/PAUD hingga SMP harus dilakukan secara menyeluruh, bukan saat mendesak. Calon yang disiapkan pun harus memenuhi syarat, termasuk sertifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.
Bukan hanya soal pergantian pemimpin, tenaga pendidik juga dituntut terus berkembang. “Saya mengingatkan agar para guru tidak berhenti belajar, terutama dalam penguasaan teknologi digital. Namun di samping kemajuan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan akhlak siswa tetap menjadi prioritas utama di sekolah,” tuturnya.
Bagi para guru dan pegawai yang memasuki masa pensiun, Pemkot Cimahi berharap masa purnabakti ini tetap bermakna. Semoga pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah, dan silaturahmi dengan lembaga serta masyarakat tetap terjalin dengan baik. (Eri)






