Kota Cimahi, tujuhmenit.com –
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Maka dari itu, Pemkot Cimahi menekankan pembentukan sumber daya manusia yang tangguh melalui proses kompetisi yang sehat dan berkarakter.
Dalam kerangka tersebut, Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang sekolah dasar tidak diposisikan sekadar ajang akademik, melainkan sarana pembinaan mental, kedisiplinan, dan kepemimpinan sejak dini.
Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat membuka Bimbingan Teknis Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 di Gedung PKG Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu, 11 Februari 2026 kemarin. Kegiatan ini diikuti guru dan tenaga pendidik dari sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya sistematis mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi sains.
Disampaikan Ngatiyana, bimbingan teknis bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tahapan penting dalam proses panjang mencetak generasi unggul melalui pendidikan yang menuntut kesungguhan dan konsistensi.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan penguasaan materi, tetapi juga kualitas interaksi pembelajaran di kelas,” kata Ngatiyana, Senin (2/3/2026).
Suasana belajar yang kondusif serta hubungan yang manusiawi antara guru dan murid, ia menerangkan, menjadi kunci agar transfer pengetahuan berlangsung efektif dan mampu membentuk pola pikir peserta didik.
“Pada konteks itu, OSN dinilai sebagai bagian dari strategi pembinaan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan sosial,” ungkapnya.
Melalui kompetisi, ia mengatakan, siswa dilatih menghadapi tantangan, membangun disiplin, serta memahami nilai sportivitas.
“Tekanan kompetisi yang terkelola justru dapat menumbuhkan karakter kuat, keberanian bermimpi, serta kesiapan menjadi pemimpin di masa depan,” bebernya.
Diharapkan Ngatiyana, pihaknya menaruh harapan agar momentum OSN tingkat kota menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi yang mampu mengharumkan nama Cimahi di tingkat yang lebih tinggi.
“Pentingnya peran guru dan tenaga pendidik dalam memastikan proses pembelajaran tidak hanya dipahami, tetapi juga dinikmati oleh peserta didik,” ujarnya.
Di samping itu, ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari nilai akademik, melainkan dari karakter serta nilai-nilai yang tertanam pada diri siswa. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Cimahi untuk memperkuat sinergi demi mencetak prestasi berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung capaian OSN tahun sebelumnya, di mana seorang siswa SD Tridaya Tunas Bangsa mewakili Kota Cimahi hingga tingkat nasional pada bidang IPS.
“Capaian itu menjadi bukti potensi daerah yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang konsisten,” imbuhnya.
Dengan keterlibatan kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam bimbingan teknis ini, ia menuturkan, Pemkot Cimahi berharap penguatan kapasitas pengajar dapat berdampak langsung pada kualitas pembinaan siswa.
“Visi jangka panjang menjadikan Cimahi sebagai kota yang melahirkan cendekiawan dan akademisi, dengan pendidikan sebagai bekal utama generasi muda menghadapi masa depan,” tandasnya. (eri)






