Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

- Editor

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Sejak dimulainya pembangunan underpass dan pemeliharaan Jembatan Pemkot, kemacetan di sejumlah titik Kota Cimahi memang menjadi keluhan warga, terutama di jam-jam sibuk. Menanggapi hal itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara kesatria berani memikul tanggung jawab sepenuhnya. Ia menegaskan, kemacetan yang terjadi bukan kesalahan petugas di lapangan, melainkan kesalahan dirinya sebagai pemimpin kota.

Ngatiyana menjelaskan bahwa sejak awal, pihaknya memonitor terus seluruh perencanaan mulai dari persetujuan pembangunan underpass, perbaikan jembatan, hingga rekayasa lalu lintas telah disusun melalui rapat koordinasi yang melibatkan TNI, Polri, Dishub, dan dinas terkait.

Evaluasi pun direncanakan berjalan terus, sebelum, selama, dan setelah pemberlakuan, agar penyesuaian dapat dilakukan cepat jika situasi di lapangan berubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, kemacetan besar tak terelakkan di pusat kota. Langkah perbaikan segera diambil, dan pada hari kedua, jalur di depan RS Dustira diubah menjadi dua arah, dan arus mulai terurai. Pemantauan berlanjut hari demi hari pagi, siang, dan sore, hingga perlahan kondisi membaik dan kepadatan berkurang.

“Sejak awal saya memimpin rapat-rapat sampai pelaksanaan program, dan ini tidak dipublikasikan karena saya ikhlas. Bahkan rapat terkait rekayasa lalin bersama TNI POLRI dan unsur lainnyapun, mengenai pemecahan 2 arah underpass Dustira itu petunjuk saya,” ungkapnya, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Ngatiyana, kemacetan di hari pertama dipengaruhi beberapa hal. Cimahi bukan hanya dilalui warganya sendiri, melainkan juga menjadi jalur lintasan warga Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung yang beraktivitas di antar wilayah. Banyak pengguna jalan dari luar kota belum sepenuhnya mengetahui adanya perubahan arus, sehingga saat tiba di lokasi, mereka sempat bingung menentukan jalan alternatif dan akhirnya menumpuk.

Baca Juga  Peringatan Isra Mi’raj 1447 H, Penguatan Iman dan Kebersamaan Jadi Perhatian Pemkot Cimahi

“Meskipun sosialisasi telah dilakukan sebulan sebelumnya melalui media sosial, spanduk, dan peta rute, informasi tersebut belum sepenuhnya sampai ke semua pihak yang melintas dari luar kota. Hal ini membuat penyesuaian membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan,” tuturnya.

Di setiap persimpangan pun sudah dipasang petunjuk arah dan ditempatkan personel gabungan Dishub, Polri, dan TNI untuk memandu pengendara. Petugas telah bekerja semaksimal mungkin, namun volume kendaraan yang sangat besar membuat arus sulit langsung berjalan lancar pada hari pertama.

“Sekali lagi, kemacetan dan masalah di lapangan yang terjadi, itu kesalahan saya bukan kesalahan petugas. Saya selaku pimpinan yang memimpin kota ini yang harus bertanggung jawab. Kemarin, juga habis Jumatan saya cek lapangan muter di Cimahi, Alhamdulillah kemacetan berkurang,” kata Ngatiyana.

Atas nama pribadi dan pemerintah, Ngatiyana memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Cimahi dan pengguna jalan yang merasa tidak nyaman. Ia berjanji terus menyempurnakan pengaturan arus lalu lintas setiap hari.

“Kami membangun dengan tulus dan ikhlas, tidak mencari pujian. Yang penting nanti hasilnya bermanfaat bagi banyak orang, bagi anak cucu kita ke depannya,” tutupnya.

Sementara, salah satu tokoh masyarakat Cimahi Deddy Supriadi menyampaikan dukungan penuh kepada Wali kota Cimahi untuk terus memberikan solusi atas kemacetan yang terjadi.

“Kami berterimakasih, mendukung penuh kepemimpinan pak Ngatiyana yang sudah bekerja dengan ikhlas tanpa pencitraan,” ucapnya.

Selain itu, Deddy mengajak seluruh warga Cimahi untuk tetap menilai objektif dan tetap tenang atas situasi kemacetan yang terjadi.

“Ini solusi untuk masa depan Cimahi, karena itu kemacetan parah merupakan hal yang tak bisa dihindarkan lagi, namun ini hanya sementara. Akan tetapi kami mengapresiasi Wali Kota Cimahi yang turun langsung ke lapangan dalam mencarikan solusi dan memecahkan masalah yang ada, bukan hanya bagi-bagi coklat. Misalnya seperti membuat underpass dua jalur,” ujar Deddy. (eri)

Berita Terkait

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga
Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar
Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum
ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat
Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas
Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R
Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap
Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Jalan Baru di Pamulihan Buka Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian

Berita Terbaru