AdinJava– Apakah pernah terjadi Anda mengulang sebuah percakapan dan merasa bertanya, mengapa saya berkata demikian?
Faktanya, sebagian besar keterampilan sosial yang kurang baik bukan disebabkan oleh ketidaksukaan atau ketidaktahuan.
Bukan kebiasaan perilaku kecil yang membuat orang lain merasa tidak dianggap, tidak aman, atau ragu.
Dikutip dari Geediting, berikut 7 pola yang sering kali menunjukkan kemampuan sosial yang kurang baik, serta apa yang sebaiknya dilakukan sebagai penggantinya.
1. Mengubah Dialog Menjadi Monolog
Ketika kita berbicara kepada orang lain dan bukan kepada mereka, kita menciptakan jarak.
Anda mungkin merasa antusias atau cemas, dan kata-kata keluar dengan sendirinya.
Jika Anda jarang mengajukan pertanyaan, atau hanya bertanya hal-hal yang membuat Anda kembali memperhatikan diri sendiri, orang-orang akan merasa kehabisan energi.
Penelitian psikologi secara teratur menunjukkan bahwa rasa penasaran berperan sebagai perekat sosial.
Orang yang sering mengajukan pertanyaan tambahan cenderung dianggap lebih ramah dan lebih disenangi. Intinya cukup sederhana.
Dalam percakapan Anda berikutnya, gunakan pola dasar. Bertanya, mendengarkan, merenungkan, lalu menambahkan.
Tampaknya mudah, namun langsung mengubah arah percakapan. Anda berhenti berusaha memperlihatkan sesuatu, dan mulai berupaya memahami.
Coba ini, ajukan dua pertanyaan tambahan sebelum Anda menceritakan kisah Anda sendiri. Misalnya, apa yang paling menarik dari kejadian tersebut? atau bagaimana Anda memutuskan?
Kemudian, ringkas apa yang Anda dengar dalam satu kalimat, selanjutnya sampaikan pendapat Anda.
2. Tidak Ada Hubungan Pandangan Mata
Mengalihkan pandangan dari seseorang dapat diartikan sebagai ketidaktertarikan atau perasaan tidak nyaman.
Memandang bisa terasa sangat kuat atau bahkan menantang. Kedua ekstrem ini terasa tidak nyaman.
Panduan ini sangat bermanfaat. Jaga kontak mata saat lawan bicara selesai menyampaikan pendapatnya. Saat Anda mulai merespons, alihkan pandangan sesaat, lalu kembalikan lagi.
Pola ini menunjukkan keberadaan tanpa adanya tekanan. Juga perlu diingat bahwa standar dapat berbeda tergantung pada budaya dan situasi.
Apa yang dianggap sopan dalam satu lingkungan mungkin terasa terlalu biasa di tempat lain.
Jika tidak yakin, lunakkan pandangan Anda, sesuaikan tingkat kenyamanan orang lain, dan sesuaikan berdasarkan umpan balik yang Anda dapatkan dari ekspresi dan postur mereka.
3. Memotong Pembicaraan
Banyak dari kita yang memasuki bidang tersebut karena antusiasme atau ingin membuktikan bahwa kita mengerti.
Kadang terjadi tumpang tindih, khususnya ketika Anda mengemudikan kendaraan, yang menunjukkan kurangnya kemampuan untuk bergantian.
Bergiliran adalah kemampuan sosial yang penting. Ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan sikap menghargai.
Coba lakukan ini, atur ritme ketukannya. Ketika seseorang berhenti, hitung seribu sebelum mulai berbicara.
Jika Anda benar-benar harus memotong pembicaraan, sampaikan secara singkat dan segera kembalikan kesempatan berbicara.
Misalnya, pertanyaan pendek mengenai bagian pertama, kemudian lanjutkan. Hal ini mengurangi rasa kewalahan.
4. Berbagi Terlalu Cepat
Mengungkapkan informasi pribadi bisa membantu mempererat hubungan, namun penting untuk mengetahui waktu dan keseimbangan yang tepat.
Mengungkapkan kisah hidup Anda dalam lima menit pertama bisa membuat orang lain merasa kewalahan dan cenderung lebih tertutup.
Penelitian mengenai tahap awal hubungan menunjukkan bahwa pengungkapan diri yang saling menguntungkan dan bertahap menghasilkan rasa suka yang lebih besar dibandingkan dengan penolakan satu pihak.
Salah satu metode untuk mengevaluasi diri adalah dengan bertanya, apakah saya telah memberi mereka kesempatan untuk bisa sejajar dengan saya?
Jika tidak, katakan dengan hangat bahwa aku sudah banyak berbicara. Bagaimana menurutmu? Kalimat sederhana itu mengubah monolog menjadi sebuah komunikasi.
5. Topik yang Sering Berubah
Anda sedang membicarakan rencana akhir pekan dan tiba-tiba seseorang berpindah ke topik gosip kantor tanpa adanya perubahan arah pembicaraan.
Sangat mengejutkan perubahan topik yang tiba-tiba menyebabkan orang lain berusaha lebih keras untuk mengikuti Anda.
Mereka mungkin berspekulasi apakah Anda sedang teralihkan, kurang tertarik, atau merasa cemas. Anda hanya perlu sedikit bantuan.
Coba saja, hal itu mengingatkan kita pada atau kembali ke dan biarkan kota beralih ke topik lain. Ucapan-ucapan seperti itu menghargai hubungan perhatian yang sama.
6. Menjauh atau Mendekat
Jika Anda terlalu mendekat, orang-orang akan merasa tidak nyaman. Jika Anda berada jauh, mereka akan merasa tidak akrab.
Para ilmuwan antropologi menyebutnya sebagai proksemik. Budaya dan situasi memiliki area tidak resmi untuk berkomunikasi.
Di berbagai lingkungan Barat, teman dan rekan kerja biasanya berinteraksi dengan jarak beberapa kaki, memberikan ruang lebih bagi orang asing dan pertemuan yang lebih formal.
Mengabaikan norma setempat justru menimbulkan ketegangan. Jika ragu, ikutilah. Sesuaikan sudut dan jarak dengan orang lain.
Jika mereka mundur, ikuti saja. Tidak perlu memberikan komentar. Jika Anda merasa bingung dalam situasi yang melibatkan perbedaan budaya, tanyakan dengan cara yang ramah.
7. Perubahan Suara Berbicara
Kata-kata tersebut memang penting, namun cara penyampaianannya lebih bermakna.
Bicara dengan suara datar ketika seseorang memberi kabar baik, tersenyum saat Anda meminta maaf.
Atau tertawa ketika rekan kerja mengungkapkan kemarahan, ketidaksesuaian ini membuat orang meragukan apakah Anda memperhatikan.
Isyarat nonverbal seperti kontak mata, intonasi suara, dan gerakan tubuh menunjukkan sejauh mana kita responsif.
Para pendengar menilai kehangatan dan pemahaman kita bukan hanya dari ucapan yang kita sampaikan, tetapi juga dari kesesuaian antara perkataan dan isyarat yang kita berikan.
Ketika pesan verbal dan nonverbal bertentangan, hubungan cenderung memburuk. Coba ulang perasaan tersebut dengan caramu sendiri dan buat suaranya terdengar lebih hidup.
Tampaknya kamu merasa lega, katamu dengan nada yang santai dan lembut, terdengar berbeda dari ucapan yang sama yang diucapkan dengan datar.
Jika Anda tidak tahu emosi apa yang perlu diungkapkan, tanyakan pada diri sendiri, apa yang terasa paling autentik saat ini? kemudian tirulah suara bicara tersebut.






