Ingin Jadi Lebih Baik? 7 Kebiasaan Ini Buktikan Anda Orang yang Positif

- Editor

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava– Apakah pernah terjadi Anda mengulang sebuah percakapan dan merasa bertanya, mengapa saya berkata demikian?

Faktanya, sebagian besar keterampilan sosial yang kurang baik bukan disebabkan oleh ketidaksukaan atau ketidaktahuan.

Bukan kebiasaan perilaku kecil yang membuat orang lain merasa tidak dianggap, tidak aman, atau ragu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari Geediting, berikut 7 pola yang sering kali menunjukkan kemampuan sosial yang kurang baik, serta apa yang sebaiknya dilakukan sebagai penggantinya.

1. Mengubah Dialog Menjadi Monolog

Ketika kita berbicara kepada orang lain dan bukan kepada mereka, kita menciptakan jarak.

Anda mungkin merasa antusias atau cemas, dan kata-kata keluar dengan sendirinya.

Jika Anda jarang mengajukan pertanyaan, atau hanya bertanya hal-hal yang membuat Anda kembali memperhatikan diri sendiri, orang-orang akan merasa kehabisan energi.

Penelitian psikologi secara teratur menunjukkan bahwa rasa penasaran berperan sebagai perekat sosial.

Orang yang sering mengajukan pertanyaan tambahan cenderung dianggap lebih ramah dan lebih disenangi. Intinya cukup sederhana.

Dalam percakapan Anda berikutnya, gunakan pola dasar. Bertanya, mendengarkan, merenungkan, lalu menambahkan.

Tampaknya mudah, namun langsung mengubah arah percakapan. Anda berhenti berusaha memperlihatkan sesuatu, dan mulai berupaya memahami.

Coba ini, ajukan dua pertanyaan tambahan sebelum Anda menceritakan kisah Anda sendiri. Misalnya, apa yang paling menarik dari kejadian tersebut? atau bagaimana Anda memutuskan?

Kemudian, ringkas apa yang Anda dengar dalam satu kalimat, selanjutnya sampaikan pendapat Anda.

2. Tidak Ada Hubungan Pandangan Mata

Mengalihkan pandangan dari seseorang dapat diartikan sebagai ketidaktertarikan atau perasaan tidak nyaman.

Memandang bisa terasa sangat kuat atau bahkan menantang. Kedua ekstrem ini terasa tidak nyaman.

Panduan ini sangat bermanfaat. Jaga kontak mata saat lawan bicara selesai menyampaikan pendapatnya. Saat Anda mulai merespons, alihkan pandangan sesaat, lalu kembalikan lagi.

Baca Juga  ASN Ini Bisa Naik Gaji Sesuai Perpres 79/2025, Bukan PPPK

Pola ini menunjukkan keberadaan tanpa adanya tekanan. Juga perlu diingat bahwa standar dapat berbeda tergantung pada budaya dan situasi.

Apa yang dianggap sopan dalam satu lingkungan mungkin terasa terlalu biasa di tempat lain.

Jika tidak yakin, lunakkan pandangan Anda, sesuaikan tingkat kenyamanan orang lain, dan sesuaikan berdasarkan umpan balik yang Anda dapatkan dari ekspresi dan postur mereka.

3. Memotong Pembicaraan

Banyak dari kita yang memasuki bidang tersebut karena antusiasme atau ingin membuktikan bahwa kita mengerti.

Kadang terjadi tumpang tindih, khususnya ketika Anda mengemudikan kendaraan, yang menunjukkan kurangnya kemampuan untuk bergantian.

Bergiliran adalah kemampuan sosial yang penting. Ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan sikap menghargai.

Coba lakukan ini, atur ritme ketukannya. Ketika seseorang berhenti, hitung seribu sebelum mulai berbicara.

Jika Anda benar-benar harus memotong pembicaraan, sampaikan secara singkat dan segera kembalikan kesempatan berbicara.

Misalnya, pertanyaan pendek mengenai bagian pertama, kemudian lanjutkan. Hal ini mengurangi rasa kewalahan.

4. Berbagi Terlalu Cepat

Mengungkapkan informasi pribadi bisa membantu mempererat hubungan, namun penting untuk mengetahui waktu dan keseimbangan yang tepat.

Mengungkapkan kisah hidup Anda dalam lima menit pertama bisa membuat orang lain merasa kewalahan dan cenderung lebih tertutup.

Penelitian mengenai tahap awal hubungan menunjukkan bahwa pengungkapan diri yang saling menguntungkan dan bertahap menghasilkan rasa suka yang lebih besar dibandingkan dengan penolakan satu pihak.

Salah satu metode untuk mengevaluasi diri adalah dengan bertanya, apakah saya telah memberi mereka kesempatan untuk bisa sejajar dengan saya?

Jika tidak, katakan dengan hangat bahwa aku sudah banyak berbicara. Bagaimana menurutmu? Kalimat sederhana itu mengubah monolog menjadi sebuah komunikasi.

5. Topik yang Sering Berubah

Baca Juga  PKH Lansia & Anak Dapat Berapa? Cair di BRI BNI November 2025

Anda sedang membicarakan rencana akhir pekan dan tiba-tiba seseorang berpindah ke topik gosip kantor tanpa adanya perubahan arah pembicaraan.

Sangat mengejutkan perubahan topik yang tiba-tiba menyebabkan orang lain berusaha lebih keras untuk mengikuti Anda.

Mereka mungkin berspekulasi apakah Anda sedang teralihkan, kurang tertarik, atau merasa cemas. Anda hanya perlu sedikit bantuan.

Coba saja, hal itu mengingatkan kita pada atau kembali ke dan biarkan kota beralih ke topik lain. Ucapan-ucapan seperti itu menghargai hubungan perhatian yang sama.

6. Menjauh atau Mendekat

Jika Anda terlalu mendekat, orang-orang akan merasa tidak nyaman. Jika Anda berada jauh, mereka akan merasa tidak akrab.

Para ilmuwan antropologi menyebutnya sebagai proksemik. Budaya dan situasi memiliki area tidak resmi untuk berkomunikasi.

Di berbagai lingkungan Barat, teman dan rekan kerja biasanya berinteraksi dengan jarak beberapa kaki, memberikan ruang lebih bagi orang asing dan pertemuan yang lebih formal.

Mengabaikan norma setempat justru menimbulkan ketegangan. Jika ragu, ikutilah. Sesuaikan sudut dan jarak dengan orang lain.

Jika mereka mundur, ikuti saja. Tidak perlu memberikan komentar. Jika Anda merasa bingung dalam situasi yang melibatkan perbedaan budaya, tanyakan dengan cara yang ramah.

7. Perubahan Suara Berbicara

Kata-kata tersebut memang penting, namun cara penyampaianannya lebih bermakna.

Bicara dengan suara datar ketika seseorang memberi kabar baik, tersenyum saat Anda meminta maaf.

Atau tertawa ketika rekan kerja mengungkapkan kemarahan, ketidaksesuaian ini membuat orang meragukan apakah Anda memperhatikan.

Isyarat nonverbal seperti kontak mata, intonasi suara, dan gerakan tubuh menunjukkan sejauh mana kita responsif.

Para pendengar menilai kehangatan dan pemahaman kita bukan hanya dari ucapan yang kita sampaikan, tetapi juga dari kesesuaian antara perkataan dan isyarat yang kita berikan.

Baca Juga  Seni Mengatur Waktu: 5 Kebiasaan Orang yang Selesaikan Dua Kali Lebih Banyak Pekerjaan dalam Setengah Waktu

Ketika pesan verbal dan nonverbal bertentangan, hubungan cenderung memburuk. Coba ulang perasaan tersebut dengan caramu sendiri dan buat suaranya terdengar lebih hidup.

Tampaknya kamu merasa lega, katamu dengan nada yang santai dan lembut, terdengar berbeda dari ucapan yang sama yang diucapkan dengan datar.

Jika Anda tidak tahu emosi apa yang perlu diungkapkan, tanyakan pada diri sendiri, apa yang terasa paling autentik saat ini? kemudian tirulah suara bicara tersebut.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:11 WIB

‘Polantas Menyapa’ Samsat Cimareme, Ini yang Dilakukan Personel Samsat Terhadap Wajib Pajak

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:06 WIB

Polantas Menyapa, Sajian Istimewa dari Samsat Cimahi di Bulan Penuh Berkah

Senin, 2 Maret 2026 - 06:21 WIB

Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Berupaya Tumbuhkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:53 WIB

Samsat Cimahi Satlantas Polres Cimahi Ajak masyarakat Taat Pajak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:49 WIB

Polantas Menyapa : Samsat Cimareme Edukasi Warga Soal Prosedur Mutasi Kendaraan Masuk ke Kota Cimahi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimahi, Wujudkan Pelayanan Ramah dan Profesional

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Polantas Menyapa Samsat Cimareme, Humanis di Lapangan, Digital Dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:41 WIB

Sosialisasi Petunjuk Teknis Kemitraan dengan KIM, Langkah Strategis Diskominfo Cimahi Perkuat Ekosistem Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB