Olahraga – Pada akhir pekan ini, Stadio Olimpico akan menjadi tempat berlangsungnya pertandingan menarik ketika AS Roma menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie A.
Pertandingan ini menghadirkan dua tim dengan semangat yang berbeda: Roma yang berusaha mempertahankan laju dalam perburuan gelar Scudetto, dan Udinese yang mulai merasa percaya diri setelah berhasil mengalahkan Atalanta minggu lalu.
Roma: Gasperini Menghidupkan Semangat Serigala
Musim ini, AS Roma menunjukkan penampilan yang berbeda di bawah arahan Gian Piero Gasperini. Meski sempat dipertanyakan pada awal musim, pelatih berpengalaman tersebut membawa Giallorossi masuk ke papan atas dengan tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan. Awal musim yang terbaik dalam delapan tahun terakhir bagi klub ibu kota.
Namun, pekan lalu, langkah mereka sedikit terhambat. Roma kalah dari AC Milan dengan skor 0-1 di San Siro. Kekalahan ini terasa menyakitkan tidak hanya karena kehilangan poin, tetapi juga karena Paulo Dybala gagal menendang penalti untuk pertama kalinya dalam empat tahun — mengakhiri rekor sempurnanya sejak 2021.
Meskipun demikian, semangat Roma tetap utuh. Pada pertengahan pekan lalu, mereka bangkit dengan kemenangan yang meyakinkan 2-0 melawan Rangers di Liga Europa. Matías Soulé tampil luar biasa, mencetak gol pembuka sebelum Lorenzo Pellegrini menutup pertandingan dengan finishing yang sempurna.
Gasperini, yang baru saja merayakan pertandingan ke-900 dalam karier pelatihnya, semakin percaya diri dengan sistem tiga bek yang menonjolkan keseimbangan antara disiplin dan serangan. Hanya kebobolan lima gol di Serie A hingga saat ini, Roma menunjukkan ketahanan pertahanan yang menjadi dasar penting dalam perburuan gelar.
Udinese: Zaniolo dan Impian Balas Dendam di Kota Lama
Di sisi lain, Udinese datang ke Olimpico dengan rasa percaya diri yang tinggi. Kemenangan 1-0 atas Atalanta pekan lalu menjadi momen penting yang memutus rekor tak terkalahkan lawan mereka dan meningkatkan semangat tim Kosta Runjaic.
Tokoh yang menjadi perhatian adalah Nicolo Zaniolo. Mantan pemain Roma ini menjadi penentu kemenangan melawan klub lamanya, Atalanta, dan sekarang siap menghadapi Giallorossi — klub yang memberinya kesempatan untuk berkembang. Pertemuan ini akan menjadi momen penuh emosi bagi Zaniolo, yang mungkin mendapat sambutan tidak ramah dari para penggemar Olimpico.
Secara statistik, Udinese memang memiliki catatan yang kurang menggembirakan saat bermain di kandang Roma. Dari 16 pertemuan terakhir, mereka kalah sebanyak 14 kali, dengan lima di antaranya tanpa mampu mencetak satu gol pun. Namun, semangat dan gaya permainan tim musim ini sedikit berbeda: lebih disiplin, efisien, serta lebih tenang dalam bertahan.
Meski telah kebobolan 15 gol hingga saat ini, Udinese memiliki sistem permainan yang lebih stabil dibanding musim sebelumnya. Runjaic menekankan keseimbangan di lini tengah melalui pasangan Ekkelenkamp dan Karlstrom, sementara sisi sayap menjadi kunci dalam transisi cepat.
Kondisi Tim dan Susunan Pemain
Pelatih Gasperini kembali harus berpikir keras dalam menyusun lini serang. Dybala dan Evan Ferguson masih tidak bisa tampil karena cedera, sementara Leon Bailey serta Angelino juga belum pulih. Hal ini berarti tanggung jawab mencetak gol kembali berada di pundak Artem Dovbyk, yang musim lalu dua kali berhasil membobol gawang Udinese.
Sementara itu, Udinese masih menghadapi tantangan terkait kondisi fisik pemain. Keinan Davis masih dalam keraguan untuk tampil, sehingga Adam Buksa dan Vakoun Bayo berpeluang menjadi starter di lini depan bersama Zaniolo. Bek Thomas Kristensen juga belum pulih dari cedera paha.
Perkiraan susunan pemain:
AS Roma (3-4-2-1): Svilar; Hermoso, Mancini, Ndicka; Celik, Kone, Cristante, Wesley; Soule, Pellegrini; Dovbyk.
Udinese (3-5-2): Okoye; Goglichidze, Kabasele, Solet; Zanoli, Ekkelenkamp, Karlstrom, Atta, Kamara; Zaniolo, Buksa.
Analisis dan Prediksi Akhir
Roma yang diasuh oleh Gasperini merupakan tim yang lebih realistis tetapi tetap memiliki ambisi tinggi. Mereka memahami kapan harus menyerang dan kapan harus bersabar, hal yang jarang ditemukan di masa lalu. Di sisi lain, Udinese datang dengan semangat yang berani, meskipun performa mereka di luar kandang belum selalu stabil.
Pertarungan di lini tengah akan menjadi penentu. Jika Cristante dan Pellegrini mampu mengatur ritme permainan, Roma berpeluang menguasai pertandingan sejak awal. Namun jika Udinese mampu memicu pertarungan fisik dan memaksimalkan ruang di sisi kiri dan kanan Roma, kemungkinan kejutan bisa terjadi.
Meski demikian, berkat kualitas pemain dan kedalaman skuad, Roma tetap diunggulkan untuk meraih kemenangan di hadapan para penggemarnya di Olimpico.
Perkiraan skor akhir: AS Roma 2–0 Udinese
***






