Elon Musk Diberi Paket Gaji Rp16,7 Triliun oleh Pemegang Saham Tesla

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava—Pemegang saham Tesla Inc. secara resmi menyetujui paket gaji senilai USD 1 triliun, sekitar Rp16.700 triliun (berdasarkan kurs Rp16.700 per dolar AS) untuk Elon Musk. Persetujuan penting ini menjadi langkah baru dalam perjalanan perusahaan mobil listrik menuju masa depan dominasi kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Lebih dari 75 persen pemilik saham menyetujui usulan tersebut dalam pertemuan tahunan Tesla yang diadakan di Austin, Texas, pada Kamis (6/11). Setelah hasil pemungutan suara diumumkan, Musk muncul di panggung dengan ekspresi kebahagiaan dan sempat menari di depan peserta.

“Ini bukan hanya tahap awal bagi Tesla, tetapi dimulainya kisah yang benar-benar baru dan berbeda,” katanya, dikutip dariThe Guardian, Jumat (7/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paket penghargaan senilai miliaran dolar tersebut dianggap sebagai bentuk kepercayaan investor bahwa Musk mampu membawa Tesla dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan teknologi yang fokus pada robotika dan sistem otonom. Meskipun demikian, jumlah besar ini baru akan cair jika Musk mampu mencapai berbagai target yang sangat ambisius yang telah ditentukan.

Berdasarkan dokumen resmi, Musk diwajibkan meningkatkan kapitalisasi pasar Tesla dari sekitar USD 1 triliun menjadi USD 8,5 triliun dalam waktu sepuluh tahun ke depan. Ia juga harus mencapai target operasional, seperti memproduksi 20 juta kendaraan listrik, mengaktifkan 10 juta pelanggan fitur pengemudi otomatis lengkap (full self-driving), meluncurkan 1 juta robot humanoid, serta menjalankan 1 juta robotaxi secara bisnis. Selain itu, Tesla diharuskan meraih laba bersih ratusan miliar dolar selama empat kuartal berurutan.

Di balik antusiasme tersebut, tekanan terhadap dewan direksi Tesla sangat besar. Ketua Dewan Robyn Denholm memberi peringatan bahwa kegagalan menyetujui paket ini berisiko menyebabkan Musk meninggalkan perusahaan.

Baca Juga  5 Cara Menanam dan Merawat Lidah Buaya di Rumah

Beberapa investor besar, termasuk Norges Bank Investment Management (Dana Kekayaan Negara Norwegia), bahkan menyampaikan ketidaksetujuan terhadap paket tersebut karena dianggap terlalu luas dan berisiko menimbulkan “key person risk” atau ketergantungan berlebihan pada satu tokoh pemimpin.

Persetujuan ini juga memperkuat dominasi Musk di Tesla. Jika semua target tercapai, Musk akan mendapatkan tambahan kepemilikan saham hingga 12 persen, sehingga meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari 25 persen.

Namun, para analis memberi peringatan bahwa Tesla saat ini menghadapi tantangan nyata, yaitu penurunan penjualan di Eropa, meningkatnya persaingan global, serta dampak terhadap reputasi akibat pernyataan politik Musk di ruang publik.

Jika semua tujuan tercapai, Musk berpeluang menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan mencapai 1 triliun dolar AS. Namun, perusahaan dalam pernyataannya menyatakan, “Tujuan-tujuan ini akan menjadi pencapaian yang sangat sulit dan menantang, baik bagi Tesla maupun bagi Musk secara pribadi.”

Meskipun mendapatkan pujian, kritik terhadap keputusan ini tidak kalah tajam. Pengawas Keuangan Negara Bagian New York (Comptroller), Thomas DiNapoli, menganggap tindakan ini menunjukkan buruknya tata kelola perusahaan.

“Komite direksi justru memberikan imbalan terhadap sikap tidak fokus dan memperkuat posisi seorang CEO yang tidak lagi bertanggung jawab kepada siapa pun,” katanya, dikutip dari The Guardian.

Persetujuan paket remunerasi ini mencerminkan upaya Tesla memperluas visinya dari produsen kendaraan listrik menjadi pemimpin teknologi masa depan yang berbasis kecerdasan buatan dan robotika. Dunia kini menantikan apakah Musk mampu mewujudkan visi besar tersebut di tengah perubahan pasar dan tantangan regulasi global yang semakin rumit. (*)

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB