Data di BPS Menunjukan Angka Kemiskinan dan Penganggaran Turun Signifikan 

- Editor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Kabupaten Barito Timur, Yulianto. Foto: Ist

Kepala BPS Kabupaten Barito Timur, Yulianto. Foto: Ist


KALIMANTAN TENGAH, tujuhmenit.com– Angka kemiskinan di Kabupaten Barito Timur (Bartim) turun cukup signifikan. Data terbaru menunjukkan persentase penduduk miskin pada 2026 berada di angka 5,63 persen, turun dari 6,1 persen pada 2025.


Penurunan angka kemiskinan tersebut berjalan seiring dengan tren membaiknya kondisi ketenagakerjaan di Bartim. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat terus menurun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Timur, Yulianto, mengatakan penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka kemiskinan pada 2025 sebesar 6,1 persen, kemudian pada data terbaru 2026 turun menjadi 5,63 persen,” ujar Yulianto saat ditemui wartawan ini di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, pengukuran kemiskinan dilakukan berdasarkan garis kemiskinan yang menjadi batas minimum pengeluaran seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Garis kemiskinan tersebut terdiri dari dua komponen utama, yakni kebutuhan makanan dan non-makanan. Komponen makanan mengacu pada kebutuhan sekitar 2.100 kalori per kapita per hari, sedangkan komponen non-makanan mencakup kebutuhan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Garis kemiskinan itu dihitung berdasarkan kebutuhan dasar masyarakat, baik makanan maupun non-makanan. Jadi bukan hanya melihat penghasilan, tetapi juga kemampuan memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, tren positif juga terlihat dari tingkat pengangguran terbuka di Bartim. TPT tercatat sebesar 3,37 persen pada 2023, kemudian turun menjadi 3,26 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 3,15 persen pada 2025.

“Kalau melihat tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka terus mengalami penurunan, dari 3,37 persen pada 2023 menjadi 3,26 persen pada 2024 dan 3,15 persen pada 2025,” ungkap Yulianto.

Baca Juga  Ipda Rizwan: Pastikan Pelayanan STNK Cepat, Mudah, dan Transparan 

Untuk angka pengangguran 2026, BPS belum dapat menyampaikan angka resminya. Yulianto mengatakan proses pendataan baru saja selesai dan saat ini masih dalam tahap pengolahan.

“Untuk data pengangguran 2026 masih dalam proses pengolahan, sehingga angka resminya belum dapat kami sampaikan,” terangnya.

Ia menjelaskan, pengangguran terbuka merupakan penduduk usia kerja yang tidak bekerja dan sedang aktif mencari pekerjaan.

Sementara dari sisi perekonomian masyarakat, sebagian besar penduduk Bartim masih menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perkebunan dan tanaman pangan.

Menurut Yulianto, sebagian hasil pertanian masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, di sejumlah wilayah mulai terlihat perkembangan distribusi hasil pangan ke pasar yang lebih luas.

“Sebagian hasil pertanian memang masih dikonsumsi sendiri, tetapi beberapa wilayah sudah mulai mendistribusikan beras lokal dengan bekerja sama dengan Bulog,” tuturnya.

Yulianto menilai perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat dinamika perekonomian masyarakat Bartim.

“Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, menjadi indikator yang perlu terus dijaga melalui penguatan sektor produktif, peningkatan kesempatan kerja serta pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat,” demikian Yulianto.

Berita Terkait

HSN 2026, Santri Diharapkan Kuasai Perkembangan Ilmu Teknologi
Wabup Bartim Dukung UMKM, Produk Khas Dayak Tampil di Adaro Spectapreneur 2026
Mendapat Kucuran Rp1,27 Miliar, Revitalisasi SD Sukasari Ditargetkan Tuntas November 2026
Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks
Dalam Perkara Sengketa Kawasan Wisata Liang Saragi, Bupati Barito Timur Apresiasi Peran Kejaksaan
Ketua DPRD Cimahi Sebut Sampah Bukan Limbah, Tapi Juga Sumber Rezeki
Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:39 WIB

HSN 2026, Santri Diharapkan Kuasai Perkembangan Ilmu Teknologi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wabup Bartim Dukung UMKM, Produk Khas Dayak Tampil di Adaro Spectapreneur 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Data di BPS Menunjukan Angka Kemiskinan dan Penganggaran Turun Signifikan 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Mendapat Kucuran Rp1,27 Miliar, Revitalisasi SD Sukasari Ditargetkan Tuntas November 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Ketua DPRD Cimahi Sebut Sampah Bukan Limbah, Tapi Juga Sumber Rezeki

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur Ny.Misnawaty M.Yamin saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi HPV bagi ASN dan keluarga di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Selasa (20/10/2026).

Daerah

Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:34 WIB