HSN 2026, Santri Diharapkan Kuasai Perkembangan Ilmu Teknologi

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para santri sedang mengikuti peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026).

Para santri sedang mengikuti peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026).


CIMAHI, tujuhmenit.com – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mendorong para santri untuk memperluas penguasaan ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Santri diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi bagi masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat membuka kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Cimahi 2026 di Alun-Alun Kota Cimahi, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan diikuti para santri, ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren di Kota Cimahi. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menegaskan peran santri sebagai penjaga nilai keagamaan sekaligus bagian dari generasi yang turut menentukan masa depan bangsa.

Ngatiyana mengatakan, HSN bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat atas kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui ilmu, doa, dan keberanian. Semangat Resolusi Jihad, menurutnya, juga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap agama dan tanah air dapat berjalan beriringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan empat modal penting yang perlu diperkuat santri, yakni penguasaan ilmu yang mendalam, karakter yang kuat, tradisi keilmuan yang berakar, serta keberanian berinovasi.

Menurut Ngatiyana, santri perlu menguasai ilmu agama sekaligus memperluas wawasan dan terus belajar. Namun, kecerdasan harus berjalan bersama kejujuran, amanah, disiplin, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap guru serta orang tua.

“Pemerintah Kota Cimahi menyadari bahwa membangun kota tidak cukup hanya dengan membangun jalan, gedung, dan infrastruktur. Kita juga harus membangun manusianya, menguatkan iman, memuliakan akhlak, memperluas ilmu, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang,” ujar Ngatiyana.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Ngatiyana mengingatkan santri agar tidak takut terhadap AI. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mencari informasi, belajar bahasa, melakukan riset, dan mengembangkan gagasan.

Baca Juga  Berdasar Semangat Kebersamaan dan Keterbukaan, Cecep Pimpinan Paguyuban Wartawan Batujajar

Meski demikian, penggunaannya harus disertai kebijaksanaan, etika, dan kemampuan memeriksa kebenaran informasi.Khusus dalam memahami ajaran agama, ia meminta santri tetap merujuk pada Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab yang muktabar, serta bimbingan guru dan ulama yang kompeten.

Teknologi, menurutnya, dapat membantu pencarian informasi, tetapi tidak menggantikan hikmah, adab, dan kedalaman ilmu.Ngatiyana berharap pesantren-pesantren di Kota Cimahi dapat melahirkan santri yang kuat iman, luas ilmu, mulia akhlak, serta cakap memanfaatkan teknologi. Santri juga diharapkan mampu menciptakan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ngatiyana juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan keberadaan pesantren dan para santri. Ia menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, pesantren, ulama, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk mendukung perkembangan santri sekaligus menjaga kerukunan, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Peringatan HSN 2026 di Kota Cimahi diharapkan dapat memperkuat peran santri sebagai generasi berilmu dan berakhlak yang siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah serta mewujudkan Indonesia Emas.(Arjava)***

Berita Terkait

Wabup Bartim Dukung UMKM, Produk Khas Dayak Tampil di Adaro Spectapreneur 2026
Data di BPS Menunjukan Angka Kemiskinan dan Penganggaran Turun Signifikan 
Mendapat Kucuran Rp1,27 Miliar, Revitalisasi SD Sukasari Ditargetkan Tuntas November 2026
Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks
Dalam Perkara Sengketa Kawasan Wisata Liang Saragi, Bupati Barito Timur Apresiasi Peran Kejaksaan
Ketua DPRD Cimahi Sebut Sampah Bukan Limbah, Tapi Juga Sumber Rezeki
Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:39 WIB

HSN 2026, Santri Diharapkan Kuasai Perkembangan Ilmu Teknologi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wabup Bartim Dukung UMKM, Produk Khas Dayak Tampil di Adaro Spectapreneur 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Data di BPS Menunjukan Angka Kemiskinan dan Penganggaran Turun Signifikan 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Mendapat Kucuran Rp1,27 Miliar, Revitalisasi SD Sukasari Ditargetkan Tuntas November 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Ketua DPRD Cimahi Sebut Sampah Bukan Limbah, Tapi Juga Sumber Rezeki

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Timur Ny.Misnawaty M.Yamin saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi HPV bagi ASN dan keluarga di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Selasa (20/10/2026).

Daerah

Program Sejuta Vaksinasi HPV Bagi ASN, Cegah Kanker Serviks

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:34 WIB