Ini Kata Ekonom Tentang Pencopotan Menkeu Purbaya

- Editor

Senin, 14 September 2026 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya dicopot jabatannya sebagai Menteri Keuangan, digantikan Suahasil Nazara, Senin (14/9/2026). Foto: Ist.

Purbaya dicopot jabatannya sebagai Menteri Keuangan, digantikan Suahasil Nazara, Senin (14/9/2026). Foto: Ist.


JAKARTA, tujuhmenit.com – Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, berpendapat penyebab utama pencopotan Purbaya sebagai Menkeu bermula dari kendala koordinasi di internal Kementerian Keuangan yang dikeluhkan sejumlah pihak.


“Persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang bermasalah gitu ya, antara Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. Terutama soal pergantian Eselon II, kemudian restitusi pajak yang ditahan itu buat banyak pelaku usaha nggak happy. Karena awalnya restitusi pajak itu ditahan untuk dicek di sektor sumber daya alam, tapi ternyata di semua sektor. Jadi antara Bimo dengan Purbaya beda pendapat di situ,” kata Bhima saat dihubungi seperti dilansir detikcom, Senin (14/9/2026).

Kursi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kini dipercayajan kepada Suahasil Nazara. Sejumlah faktor diduga menjadi alasan utama di balik keputusan reshuffle tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya urusan di internal Kemenkeu, Bhima menilai adanya ketegangan terkait setoran hasil dividen BUMN oleh Danantara serta gaya kepemimpinan Purbaya yang memicu evaluasi pemerintah.

“Selain itu juga ada persoalan dividen Rp 120 triliunnya Danantara, BUMN yang disetor ke Kementerian Keuangan itu juga dapat protes keras dari Danantara juga tuh. Jadi cara-cara Purbaya mengkoordinasi internal termasuk juga gaya komunikasinya juga makin lama makin buruk ya gitu, dan overconfidence. Itu yang membuat dia kemudian di-reshuffle,” jelasnya.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai pergantian antara Purbaya dengan Suahasil sebagai bendahara negara ini hanya persoalan dinamika bernegara saja.

Ia menilai pergantian Menkeu ini hanya dilakukan untuk penyegaran sekaligus memberi pandangan baru terkait langkah pemerintah ke depan dalam mengatasi masalah fiskal saat ini.

Baca Juga  Prabowo Tepis Isu Dikendalikan Jokowi, Sindir Budaya Politik yang Suka Mencari Kesalahan Pemimpin

“Pemerintah melihat memang perlu ada sosok baru yang dianggap bisa menyelesaikan problem-problem ketimpangan hari ini gitu ya. Pertama, dari sisi pendapatan negara, di mana memang pendapatan negara ini bisa lebih cepat, lebih besar. Yang kedua tentu saja berkaitan dengan kualitas belanja negara kita yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi gitu. Termasuk juga mengontrol defisit,” ujar Tauhid.

Tauhid juga menyoroti keunggulan rekam jejak Suahasil yang sudah lama menjadi orang dalam Kemenkeu dan memiliki pengalaman panjang sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak era Sri Mulyani. Sehingga pergantian ini dinilai lebih kepada upaya penyegaran pemerintah untuk menghadapi tantangan fiskal ke depan dengan kepemimpinan yang lebih mantap.

“Kan dia orang dalam, bukan orang luar. Berarti kan gaya orang dalam pasti sudah jauh lebih tahu gitu ya. Mungkin gitu. Kalau lain-lain nggak,” tuturnya.

“Saya kira dengan pengalaman beliau di internal pemerintahan, nah itu jauh punya daya dorong untuk bisa melakukan perubahan. Walaupun mungkin tidak bisa setahun, ya setahun ini lah begitu, dikasih waktu lah untuk bisa melakukan yang diminta oleh Presiden,” sambung Tauhid.(Arjava)***

Berita Terkait

Cukup di Komisi II, Bahas Pemakzulan Wapres Gibran Gak Perlu Bentuk Pansus dan Hak Angket
Pasca Putusan MK, Subhan Palal Dorong DPR-RI Lakukan Impeachment Terhadap Wapres Gibran
Meski Tidak Temukan Ijazah Gibran, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana Cs.
Catatan Hendry Ch Bangun (FWK) Dengan Olahraga Kita Bersatu
FWK INGATKAN PRABOWO: MOMEN PEROMBAKAN KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Pasca Lewati Uji Kepatutan, Jendral Suyudi Ario Seto Dilantik Presiden Jadi Kapolri
Indonesian Berduka, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals
Danny Setiawan Mantan Gubernur Jabar Tutup Usia

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Ketua LSM BUMI Sebut Program Perbaikan Sekolah Sarat dengan Bacakan Proyek

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Jalan Baru di Pamulihan Buka Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian

Berita Terbaru