Sebelum Ledakkan SMAN 72 Jakarta, Siswa FN Tulis Nama Teroris di Pistol Mainan

- Editor

Sabtu, 22 November 2025 - 01:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava– Sebelum meledakkan SMAN 72 Jakarta Utara, siswa FN diduga sebagai pelaku pengeboman sempat menulis dua nama teroris di pistol mainannya.

Siswa FN yang diduga sebagai pelaku peledakan di masjid SMAN 72 membawa dua nama teroris pada senjata mainan.

Siswa dari sekolah yang bersangkutan dengan inisial FN (17) diduga pelaku ditemukan terkapar di area ledakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak jauh dari lokasi tersebut ditemukan benda yang menyerupai senjata serbu laras panjang dan pistol. Terdapat pula pakaian pelindung tubuh.

FN mengalami cedera serius akibat ledakan sehingga harus menjalani prosedur operasi di rumah sakit.

Informasi sementara mengenai tersangka masih berasal dari lingkungan sekolah yang bersangkutan. Ya, (pelaku) adalah seorang pelajar,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025), dilansir Bangkapos.com dari Kompas.com.

Listyo menyatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait identitas, lingkungan, tempat tinggal, serta rumah tersangka pelaku.

Begitu pula isu yang menyebut orang tua terduga pelaku merupakan anggota polisi. Sampai saat ini, belum ada informasi pasti mengenai hal tersebut.

“Secara umum tidak ada (informasi tersebut). Ya, sedang kita selidiki,” katanya.

Kelak, kata Listyo, Polri akan mengumumkan hasil penyelidikan kepada masyarakat.

“Pastinya setiap tahap dan perkembangan yang perlu diketahui, akan kami sampaikan,” ujar Listyo.

Selanjutnya, Listyo menjelaskan jumlah korban dalam peristiwa tersebut melebihi 50 orang.

Dua orang di antaranya memerlukan tindakan operasi. Salah satu yang menjalani operasi adalah tersangka pelaku.

“Pada saat ini, salah satu yang sedang menjalankan operasi terkait pelaku yang diduga, dan untuk motifnya memang saat ini sedang kita selidiki berbagai informasi, tentunya akan kita kumpulkan agar menjadi informasi yang utuh saat diberitahukan,” ujar Listyo.

Baca Juga  Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Sabtu 8 November 2025, Capricorn Siapkan Penyesuaian

Kepala Polisi mengungkapkan bahwa sebagian besar korban telah kembali ke rumah setelah menerima perawatan medis. Namun, dua orang, termasuk tersangka pelaku, masih dalam proses operasi.

Kepala Polisi mengatakan bahwa penyidik belum mampu menentukan motif pelaku. Semua hasil pengamatan di lapangan masih dikumpulkan sebelum disampaikan secara lengkap kepada masyarakat.

“Motif memang saat ini sedang kita pelajari. Tentu saja informasi-informasi berikut akan kita kumpulkan agar menjadi satu informasi yang utuh saat disampaikan,” ujar Listyo Sigit.

Pistol Ternyata Benda Permainan, Sebut 2 Nama Teroris

Polisi menemukan benda yang menyerupai senjata api laras panjang tipe SS2 yang bertuliskan ‘Welcome To Hell’ di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta serta satu senjata mirip pistol.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kedua benda tersebut hanya merupakan senjata mainan yang telah diubah.

Dua senjata ditemukan oleh polisi di dekat tersangka pelaku yang tergeletak setelah terjadi ledakan. Terdapat juga jaket pelindung tubuh.

“Kami menemukan jenis senjata berupa mainan, terdapat tulisan-tulisan tertentu, dan hal tersebut juga menjadi bagian yang kami pelajari untuk memahami motif bagaimana tersangkut kemudian merakit serta melaksanakan aksinya,” ujar Kapolri di Istana Negara, Jumat (7/11/2025), dilansir dari Tribunnews.com.

Terdapat dua nama teroris yang terukir pada benda yang menyerupai senjata, yaitu Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette.

Sosok FN

Berdasarkan data yang dikumpulkan jurnalis, tersangka pelaku dengan inisial FN.

FN adalah seorang siswa kelas XII di SMAN 72 Jakarta.

FN diduga pernah menjadi korban intimidasi atau penganiayaan.

“Pertama kali korban di-bully di sekolah, dia selalu sendirian kemana-mana, lalu memakai seragam putih, begitu lah,” kata seorang siswa SMAN 72 dengan inisial Z, dilansir dari Tribunnews.com.

Baca Juga  Program Pemutihan BPJS Kesehatan 2025: Panduan Daftar, Syarat, dan Jadwal Penghapusan Tunggakan

Z mendengar informasi bahwa tersangka pelaku berencana untuk membalaskan dendam terhadap para korban.

Namun, akibat tindakannya, banyak siswa SMAN 72 Jakarta menjadi korban.

“Katanya dia membuat bom sendiri. Kemudian sudah diatur timer di tiga titik di sekolah,” ujar Z.

Tiga lokasi tersebut yaitu mushola, kantin, serta tempat duduk siswa.

Sejauh ini, Z mengatakan tidak pernah melihat pelaku.

Saat terjadi ledakan, Z sedang berada di teras musala dan ingin melakukan ibadah Salat Jumat.

Pada saat itu sedang berlangsung khotbah dan ibadah salat Jumat.

“Ada ledakan seketika,” katanya.

Ia melihat delapan temannya terluka dan berbaring di tanah.

“Ada yang terbakar, matanya sangat parah,” tambahnya.

Namun, Z tidak melihat pelaku.

Terlebih lagi, siswa kelas XII termasuk FN sedang berlibur.

“Maka dia memiliki kesempatan untuk merancang. Dia berada di belakang sekolah, di dekat tempat sampah,” katanya.

Z mengakui foto yang menyebar luas adalah tersangka pelaku.

“Ada senjata, ada bom molotov di samping kantin,” katanya.

Z tidak terlalu mengenal senior tersebut karena sering menyendiri setiap berada di sekolah.

“Siswa kelas XII, menurutnya selalu menyendiri sejak dari kelas XI,” ujar Z.

Z menceritakan sosok tersangka pelaku yang tidak disebutkan namanya memiliki sifat yang istimewa.

Informasi yang ia peroleh menyebutkan bahwa ia suka menggambar dan menyimpan foto-foto yang tidak biasa.

“Sering membuat gambar-gambar, foto-foto yang berkaitan dengan darah, terorisme, bendera Amerika. Gambar-gambar yang berdarah itu. Sering menonton adegan tembak-menembak seperti itu,” katanya.

Saat kejadian, Z bersama teman-temannya sedang akan melaksanakan salat Jumat.

Pada saat itu, kondisi di dalam masjid sudah penuh dengan siswa-siswa lainnya, sehingga ia hanya bisa duduk di area teras masjid.

Kemudian, khotbah yang kedua diumandangkan. Mendekati waktu iqomat, ledakan terjadi dari bagian tengah masjid, tepatnya di dekat tiang.

Baca Juga  Fadly Alberto: Pelajaran Berharga Usai Timnas U17 Kalah 0-4 dari Brasil

“Nah, saat posisi itu terjadi ledakan saat khutbah terakhir yang ingin sholat. Nah, itu sudah doa. Nah, tiba-tiba ada dor. Nah, posisinya langsung pus. Sudah lah, sudah hancur-hancur, hamburan-hamburan. Ada asap besar banget,” kata Z.

 

Artikel ini telah diterbitkan di Bangkapos

Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya di Facebook, Instagram, Twitter, dan WA Channel

Berita menarik lainnya di Tribun Medan 

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB