5 Fakta Menarik Burung Walik Emas, Spesies Endemik Pasifik

- Editor

Selasa, 11 November 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 Fakta Menarik Burung Walik Emas, Spesies Endemik Pasifik

Biasanya kita melihat burung merpati (famili Colubidae) dengan warna yang klasik, seperti hitam, putih, abu-abu, dan cokelat. Namun, terdapat kerabat dekat burung merpati yang dikenal sebagai burung walik atau dara buah (genusPtilinopus) yang memiliki deretan warna menarik. Salah satu yang paling mencolok adalah walik emas (Ptilinopus luteovirens).

Bagaimana tidak? Burung ini memiliki bulu berwarna kuning keemasan yang jelas terlihat mencolok ketika dilihat langsung. Selain warna tersebut, terdapat juga warna hijau di dekat mata serta garis hitam di bagian dada dan punggung. Namun, sebenarnya hanya jantan yang memiliki warna cerah ini. Karena betina justru menunjukkan warna hijau tua, sehingga perbedaan bentuk antara jantan dan betina pada burung walik emas sangat jelas dan mudah dikenali.

Berdasarkan ukurannya, burung walik emas termasuk dalam kategori burung berukuran sedang. Panjang tubuhnya sekitar 20 cm dengan rentang sayap sekitar 38—45 cm dan berat badan antara 72—172 gram. Selain penampilan dan ukuran, kita juga akan membahas fakta menarik lain mengenai walik emas agar lebih mengenal burung indah ini. Jadi, jika penasaran, langsung saja gulir layar kamu ke bawah!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Peta penyebaran dan lingkungan alami habitat

Sebaran burung walik emas terbatas dan berada di daerah yang jauh dari daratan yang luas. Hal ini karena hewan tersebut merupakan spesies endemik Kepulauan Fiji, khususnya di Pulau Viti Levu, Ovalau, Gau, Waya, dan Beqa. DilansirData Zone by Birdlife, luas area yang menjadi penyebaran burung ini sekitar 20 ribu km persegi saja.

Tidak hanya itu, habitat favorit walik emas terbatas pada satu jenis saja, yaitu hutan hujan tropis yang terdapat di pulau-pulau tersebut. Meskipun demikian, ketinggian tempat yang ditemui burung ini cukup beragam, mulai dari 0 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Artinya, walik emas dapat ditemukan di dataran rendah, dataran tinggi, hingga bukit-bukit di wilayah penyebarannya alami.

Baca Juga  BI: Malang Fashion Week Tingkatkan Ekonomi dengan Inovasi Mode dan AI

2. Makanan kesukaan dan kebiasaan sehari-hari

Mengenai masalah makanan, burung emas termasuk dalam kategori hewan omnivora yang artinya mengonsumsi berbagai jenis makanan.Animalia menyebutkan bahwa makanan utama burung ini terdiri dari buah-buahan kecil, buah beri, dan serangga. Sebelum mencari makanan, mereka terlebih dahulu berdiri di dahan pohon sambil mengamati sekitarnya. Jika menemukan makanan, burung emas akan langsung mendekat dan memakan makanan tersebut secara langsung.

Saat terbang mendekati makanan atau berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya, burung walik emas menggerakkan sayapnya dengan cepat. Pergerakan burung ini terlihat gesit, meskipun tinggal di lingkungan yang penuh dengan pepohonan. Mereka termasuk hewan diurnal, yang berarti aktivitas bergerak dan mencari makan selalu dilakukan saat matahari masih terang, khususnya di pagi dan sore hari.

Selain itu, mereka cenderung bersifat sosial karena selalu berada bersama pasangan atau individu lain di pohon yang sama. Interaksi sosial meliputi saling merawat, bekerja sama menjaga wilayah, serta berkomunikasi. Meskipun termasuk hewan sosial, terkadang walik emas juga dapat melakukan kegiatan secara mandiri.

3. Dapat menghasilkan nada yang berbeda

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu bentuk interaksi antar walik emas adalah melalui komunikasi suara. Mengenai hal ini, mereka memiliki berbagai jenis nada yang khas. Memang, secara umum, keluarga burung merpati mampu menghasilkan beberapa bunyi yang khas. Namun, walik emas tampaknya mampu meniru suara hewan lain saat berkomunikasi dengan rekan sesamanya.

Dilansir Curious Species, burung ini menghasilkan bunyi deretan cicit nada dalam yang terdengar mirip suara anjing menggonggong. Selain suara khas tersebut, burung emas mampu mengeluarkan bunyi lain, seperti suara kasar tajam, geraman nada rendah, serta bunyi menyerupai dengkuran. Fungsi dari suara tersebut pastinya beragam. Beberapa digunakan untuk memanggil pasangan maupun memberi peringatan tentang keberadaan bahaya.

Baca Juga  Polisi Selidiki Keterkaitan Pelaku Peledakan SMAN 72 dengan Terorisme di Media Sosial

4. Sistem reproduksi

Musim perkawinan untuk burung walik emas biasanya terjadi pada bulan Juni hingga Juli. Sebenarnya, tidak ada catatan yang jelas mengenai adanya ritual khusus dalam berkawin dari spesies ini, namun diperkirakan bahwa mereka termasuk hewan yang monogami, yaitu setia pada satu pasangan saja. Pasangan yang terbentuk akan bekerja sama membangun sarang di atas pohon menggunakan bahan tumbuhan yang tersedia di sekitar.

Kemudian, betina segera bertelur di dalam sarang tersebut.Bird Buddy menyebutkan bahwa betina biasanya hanya menghasilkan 1—2 telur berwarna putih setiap musim kawin. Diperkirakan bahwa telur tersebut membutuhkan masa inkubasi selama 14 hari, berdasarkan pada kerabat dekat spesies lain yang ada di Fiji. Meskipun tugas jantan juga sama, betina memiliki peran lebih besar dalam menjaga dan merawat anak-anak. Di alam, usia maksimal yang bisa dicapai oleh walik emas diperkirakan mencapai 8—12 tahun.

5. Status konservasi

IUCN Red List mencatat bahwa status konservasi burung emas masih termasuk dalam kategori hewan yang memiliki risiko rendah (Least Concern). Selain itu, kecenderungan jumlah penduduk tergolong stabil, meskipun tidak ada data pasti mengenai total populasi yang berada di sepanjang area penyebaran mereka. Hal ini tergolong menakjubkan mengingat penyebaran walik emas yang terbatas.

Meskipun demikian, masih terdapat ancaman yang mengancam burung ini yang pasti tidak lepas dari dampak tindakan manusia. DilansirBird Buddy, ancaman terbesar bagi walik emas adalah pembukaan lahan yang digunakan sebagai wilayah permukiman manusia. Kerusakan hutan tidak hanya membuat mereka kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyulitkan proses pencarian makanan. Belum lagi, munculnya predator asing yang diintroduksi oleh manusia menjadi ancaman baru bagi walik emas karena mereka belum terbiasa dengan cara berburu dari predator tersebut.

Baca Juga  Perjuangan Tuan Raimbang Sinaga Dihargai Pemko Siantar dan Pemkab Simalungun

Berkaitan dengan berbagai permasalahan tersebut, perlindungan terhadap burung walik emas dan spesies burung walik lain yang ada di Fiji sebenarnya sudah selayaknya dilakukan. Untungnya, kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga lingkungan mulai berkembang, serta upaya perlindungan hukum terhadap berbagai spesies hewan endemik Kepulauan Fiji terus didorong agar dapat diwujudkan. Semoga pola pikir bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati dapat diterapkan dalam upaya konservasi seluruh spesies hewan di Bumi, ya!

5 Fakta Mengenai Burung Andean Cock of the Rock, Burung Nasional Peru yang Menarik 7 Fakta Menarik Burung Hering Kepala Putih, Tidak Bisa Jauh dari Asem Buto 5 Fakta Burung Green Bearded Helmetcrest, Spesies Berjenggot Asal Kolombia

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB