DEMAK BICARA – Garam Pink Himalaya merupakan salah satu bahan dapur yang paling terkenal dalam sepuluh tahun terakhir. Bahan ini tidak hanya digunakan dalam memasak, tetapi juga sering dianggap sebagai garam yang paling “premium”, paling alami, dan paling “murni” dibandingkan jenis garam lainnya yang ada di pasaran saat ini.
Banyak orang menyebut garam Himalaya sebagai garam yang paling bersih di dunia, sebagian mengklaim bahwa kandungan mineralnya jauh lebih unggul dibandingkan garam dapur atau garam laut biasa, dan banyak juga yang memasukkannya ke dalam gaya hidup sehat — mulai dari diet rendah natrium, terapi air garam, hingga ritual pembersihan tubuh.
Asal Usul Garam Pink Himalaya Tidak Langsung Datang dari Wilayah Himalaya
Banyak orang mengira garam merah muda berasal dari Pegunungan Himalaya. Kenyataannya, garam ini diekstrak dari tambang garam Khewra yang terletak di Punjab Pakistan, sekitar 300 km dari kaki Himalaya.
Lokasi penambangannya berada di lereng geografis yang termasuk dalam kompleks Himalayan Salt Range — namun dia tidak berasal dari salju Himalaya atau batu Himalaya yang sering digambarkan dalam iklan media kesehatan.
Khewra merupakan tambang garam yang kedua terbesar di dunia. Usianya sangat tua, dan penambangan skala besar telah dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun silam, khususnya sejak masa Kekaisaran Mughal.
Namun yang membuatnya lebih menarik bukan aktivitas penambangan — tetapi kapan mineral tersebut sebenarnya terbentuk.
Garam Merah Himalaya Berasal dari Laut Purba yang Berusia Lebih dari 250 Juta Tahun
Asal usul garam ini bukan hanya tanah, bukan hanya pegunungan, bukan sekadar mineral yang tersembunyi, melainkan dari sebuah lautan purba pada masa pra-sejarah yang dikenal sebagai Tethys Ocean.
Lautan ini ada sebelum pergeseran lempeng tektonik mendorong India bertabrakan dengan Eurasia, membentuk rangkaian pegunungan Himalaya yang kita kenal saat ini.
Saat lautan purba ini menyusut, mengering, terjebak, dan tertutup oleh lapisan bumi — endapan mineralnya membeku dan terperangkap. Di sanalah garam pink mulai terbentuk secara alami selama ratusan juta tahun.
Itu sebabnya garam ini bukan berasal dari industri modern. Ia merupakan mineral fosil alami. Menjadi salah satu cadangan garam tertua yang tersimpan dalam kerak bumi — tanpa pencemaran industri, tanpa mikroplastik, tanpa terkontaminasi modern, tanpa limbah manusia.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Dari sini muncul salah satu klaim pemasaran yang paling kuat: 2. Di sinilah muncul salah satu pernyataan pemasaran yang paling menonjol: 3. Berawal dari sini, muncul salah satu argumen pemasaran yang paling kuat: 4. Inilah sumber dari salah satu klaim pemasaran yang paling efektif: 5. Dari titik ini, muncul salah satu pernyataan pemasaran yang paling mengesankan:
Salt Lama = Salt Bersih
Dari segi geologi, konsep ini benar, meskipun manfaat kesehatan tertentu masih perlu dikaji secara lebih objektif.
Warna Merah Muda Bukan Pewarna — Tapi Efek Alami dari Mineral
Kenapa warnanya bisa pink?
Warna merah muda pada Garam Himalaya berasal dari kandungan mineralnya — khususnya dari senyawa besi (besi oksida). Selain itu, terdapat magnesium, kalsium, kalium, serta puluhan elemen jejak lain dalam jumlah sangat sedikit.
Jumlah mineral ini yang menyebabkan setiap blok garam memiliki warna yang berbeda.
Terdapat nuansa pink muda, pink cerah, ada yang sedikit mirip dengan warna peach, serta ada yang agak berwarna jingga.
Bagaimana Garam Pink Diproses Secara Manual di Pakistan
Proses pengolahan Himalayan Pink Salt memiliki ciri khas tersendiri. Garam Pink umumnya dibersihkan, dikeringkan, dihancurkan sesuai ukuran yang dibutuhkan industri, kemudian didistribusikan ke berbagai belahan dunia.
Ini membuatnya dianggap lebih “mentah”, lebih “alami”, dan lebih “murni” dibanding garam dapur industri.
Asal Usul Pemasaran Viral Global
Garam Himalaya belum dikenal secara luas hingga 2005-2008 ketika industri kesehatan global, para penulis buku, gerakan makanan mentah, gerakan keto, gerakan paleo, serta ahli nutrisi holistik mulai memperkenalkannya.
Tren ini pertama kali muncul di Amerika, berkembang pesat melalui para Health Influencer, kemudian menyebar ke Eropa, Jepang, dan akhirnya ke Asia Tenggara.
Identitasnya bukan hanya sekadar garam mewah, tetapi gaya hidup garam.
Seluruh tren tersebut menjadikan garam pink bukan hanya sebagai bahan dapur, tetapi juga simbol dari gaya hidup yang sehat.
Apakah Garam Himalaya Benar-Benar Lebih Baik untuk Kesehatan?
Bagian ini sering kali disalahpahami.
Garam Himalaya memang mengandung unsur mineral, namun kandungannya sangat sedikit. Secara ilmiah, hal tersebut bukanlah yang memberikan manfaat yang signifikan.
Yang paling penting dari garam pink dalam pola makan sehat terletak pada cara mengonsumsinya:
-
ia bahan mentah mineral (lebih sedikit proses)
-
ia lebih mudah diukur penggunaannya
-
dia tidak memberikan rasa asin yang tajam seperti garam meja
-
sehingga pengguna cenderung mengonsumsi porsi yang lebih sedikit
-
efek samping: konsumsi natrium cenderung lebih rendah
Keuntungan yang lebih besar muncul dari cara penggunaan, bukan hanya dari kandungan mineral ajaib.
Asal usul garam pink Himalaya bukanlah kisah romantis dramatis tentang pegunungan salju Himalaya. Garam ini berasal dari lautan purba yang berusia lebih dari 250 juta tahun yang mengering, sehingga endapan garamnya terjebak dalam lapisan bumi yang akhirnya terangkat menjadi bagian dari rangkaian Pegunungan Himalaya di wilayah Pakistan.
Berikut alasan mengapa garam himalaya menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian di dunia kesehatan, geologi, kuliner, dan gaya hidup sehat.






