Bagi Ibu yang menyukai sastra, mungkin sudah tidak asing dengan sosok ini. Ia adalah seorang penyair terkenal dari Indonesia, dan memiliki julukan “Si Binatang Jalang”.
Ya, karya-karya Chairil Anwar sangat disukai oleh para penggemarnya. Bahkan, karya besar miliknya masih dapat dinikmati hingga saat ini.
Seperti yang diungkapkan Pramoedya Ananta Toer, menulis merupakan pekerjaan untuk mencapai keabadian. Ucapan ini tampaknya cocok dengan karya Chairil Anwar yang berkeinginan hidup selama seribu tahun, dan hal tersebut telah terwujud melalui hasil karyanya.
Nah, terdapat banyak puisi dengan berbagai tema yang pernah ditulis oleh penyair terkenal ini, salah satunya berkaitan dengan cinta. Kali iniAdinJava akan merangkum kumpulan puisi cinta oleh Chairil Anwar.
Kumpulan Puisi Cinta Karya Chairil Anwar yang Menggugah Hati
1. Sore di dermaga kecil
Kepada Sri Ayati
Kali ini tidak ada yang sedang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, dalam cerita
tiang dan tali. Kapal, perahu tidak berlayar
menghembuskan diri dalam meyakini ingin bersandar
Hujan lebat mempercepat gelapnya malam. Terdengar juga suara sayap elang
menyinggung gelap, desir hari berlari berenang
mencari pendekatan awal. Tidak bergerak
dan kini tanah serta air yang tidur telah kehilangan ombak.
Tidak ada lagi. Aku sendirian. Berjalan
mengusap semacam tanah, masih pengap harapan
sampai di akhir dan sekaligus selamat tinggal
dari pantai keempat, sedu akhirnya bisa terlepas
2. Tak sepadan
Aku kira
Beginilah nanti jadinya
Kamu menikah, memiliki keturunan, dan bahagia.
Sedang aku berjalan seperti Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tidak ada satu pun pintu yang terbuka
Jadi lebih baik kita bersama saja
Unggunan api ini
Karena kau tidak akan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka
3. Kasihku berada jauh di pulau
Cintaku jauh di pulau,
perempuan cantik, sekarang sedang bosan sendirian
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukenakan oleh-oleh untuk kekasihku.
angin membantu, laut terlihat jernih, tetapi terasa
saya tidak akan sampai ke sana.
Di air yang damai, di angin yang lembut,
dalam perasaan akhir segala berjalan
Ajal bertakhta, sambil berkata:
Arungkan perahu ke tempatku saja,
Astaga! Jalan yang telah kuperjuangkan bertahun-tahun!
Kapal yang bersamaan mulai rusak!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum bisa berpelukan dengan kekasihku?!
Manisku jauh di pulau,
jika aku mati, dia juga akan mati sendiri secara tidak sengaja
4. Cinta dan benci
Aku tidak pernah mengerti
Banyak orang mengucapkan cinta dan kebencian Banyak orang menyampaikan rasa cinta dan benci Banyak orang memperlihatkan kasih sayang dan permusuhan Banyak orang menunjukkan perasaan cinta dan benci Banyak orang mengungkapkan rasa suka dan tidak suka
Dalam satu napas
Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta dan benci merupakan saudara kandung
Yang membuat kita bodoh, memisahkan kita
Sekarang aku tahu bahwa
Cinta perlu siap menghadapi rasa sakit
Cinta perlu siap menghadapi kehilangan
Cinta perlu siap menghadapi luka
Cinta perlu siap menghadapi rasa benci
Oleh karena itu, hanya cinta yang tulus yang memungkinkan kita
Untuk mengendalikan seluruh perasaan dan emosi yang ada
Setiap perasaan sedih… Munculah cinta
Sekarang aku memahami dampak dari cinta
Cinta tidak datang dari jantung
Namun cinta datang dari jiwa
Dari zat dasar manusia
Ya, aku bahagia telah mencintai
Karena dengan melakukan hal itu aku merasa hidup
Dan tidak ada seseorang yang mampu mengambilnya dariku
5. Sajak putih
Mengacu pada tarian warna pelangi Berdasarkan tari dengan nuansa warna pelangi Menggunakan tarian yang berwarna-warni seperti pelangi Terinspirasi oleh tarian yang menggambarkan pelangi Berkaitan dengan tarian yang memiliki warna pelangi Mengambil konsep dari tarian berwarna pelangi Bersumber dari tarian yang menampilkan nuansa pelangi Berpegang pada tarian yang menyajikan warna pelangi
Kau berada di depanku mengenakan selendang langit senja
Di dalam matamu yang gelap, mawar dan melati mekar
Aroma rambutmu mengalir dengan penuh kehangatan dan tawa
Sepi menyanyi
Malam dalam mendoa tiba
Menggembirakan permukaan kolam jiwa
Dan di dalam hatiku terdapat dua jiwa
Dan di dalam hatiku mengalun lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup yang berasal dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Sementara darah mengalir dari luka itu
Antara kita mati datang tidak memisahkan
6. Doa
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cahayaMu panas suci
tinggal berkedip lampu di kegelapan sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku berkelana di tanah yang asing bagi ku
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
7. Rumahku
Rumahku dari tumpukan puisi
Kaca yang jernih dari luar terlihat segala sesuatu
Aku berlari dari rumah besar halaman
Aku kehilangan arah dan tidak bisa melangkah maju
Lokasi perkemahan saya dibangun saat senja tiba
Pagi itu terbang ke mana saja
Rumahku dari tumpukan puisi
Di sini aku menikah dan memiliki anak-anak
Rasanya lama lagi
Tapi datangnya datang
Saya tidak lagi menangkap senja
Biarkan berbicara dengan kata-kata manis seperti madu
Jika menagih yang satu
Nah, berikut beberapa kumpulan puisi cinta karya Chairil Anwar yang mampu menyentuh hati. Jika kamu termasuk penggemar puisi Chairil Anwar, mungkin bisa mengingatkan kembali kenangan di masa lalu.
12 Puisi Cinta Bahasa Jerman dan Terjemahan yang Bermakna 7 Puisi Cinta Tere Liye yang Menggugah Hati 5 Puisi Cinta Syekh Abdul Qodir Jaelani yang Menggugah Hati






