Ternyata, Bripda Waldi Bunuh Dosen Jambi dengan Gagang Sapu

- Editor

Senin, 17 November 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, AdinJava– Bripda Waldi diduga menghabisi nyawa EY (37), seorang guru besar di Muara Bungo, Provinsi Jambi, dengan menggunakan sapu yang memiliki gagang logam.

Hal tersebut terungkap dalam sidang kode etik di Mapolda Jambi, di mana Waldi mengakui menekan leher EY menggunakan gagang sapu hingga korban meninggal dunia.

“Keterangannya dalam persidangan begitu, dia menekan leher korban menggunakan gagang sapu,” kata Frengky, kuasa hukum keluarga korban, saat dihubungi AdinJavamelalui telepon, Sabtu (8/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cekcok Sebelum Kejadian

Sebelum kejadian, Waldi dan EY terlibat dalam sebuah perdebatan yang memicu rasa marah Waldi. Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, Waldi melihat sapu dan mendorong EY.

“Korban ditekan menggunakan sapu di atas tempat tidur, sehingga tidak bisa bernapas,” tambah Frengky.

Setelah menyadari EY dalam keadaan tidak sadar, Waldi pergi menggunakan mobil korban. Tidak lama setelah itu, ia kembali dan menemukan EY masih tidak bergerak.

Waldi memeriksa saluran pernapasan dan detak jantung EY, yang membuatnya kaget ketika mengetahui bahwa EY telah meninggal.

“Ia sempat kaget setelah mengetahui korban telah meninggal,” ujar Frengky.

 

Di tengah keadaan kacau, Waldi berusaha menciptakan kesan kematian korban sebagai akibat perampokan.

“Pada saat itu (panik), dia menciptakan kesan adanya perampokan, lalu mengambil harta berharga korban,” tambah Frengky.

Petugas membawa alat bukti sapu dengan gagang logam dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Bripda Waldi.

Bripda Waldi Dipecat

Setelah mengikuti persidangan selama 14 jam, Waldi dihukum dipecat tanpa hormat dari polisi oleh tim sidang yang dipimpin oleh AKBP Pendri Erison.

Setelah persidangan, pada pukul 22.33 WIB, Waldi keluar dari gedung dijaga ketat oleh enam anggota provos.

Baca Juga  Universitas AS Tingkatkan Lulusan Tak Tergantikan oleh AI

Tangan Waldi dikunci, kepalanya botak, dan dia memakai pakaian tahanan.

Ia berjalan dengan kepala menunduk dan jarang berbicara sampai memasuki ruang tahanan di Polda Jambi.

Tidak lama kemudian, anggota provos lainnya membawa alat bukti berupa gagang sapu sepanjang satu meter yang dibungkus dalam plastik transparan.

“Ya, ini adalah bukti,” ujar anggota yang membawa barang bukti itu saat ditanya oleh awak media, Jumat (7/11/2025) malam.

Di persidangan, delapan saksi dihadirkan, termasuk penyidik Satreskrim Polres Bungo, anggota Polres Tebo, dokter dari RS Bhayangkara, saudara kandung, serta rekan kerja korban melalui panggilan Zoom.

Di dalam salinan putusannya, Bripda Waldi dianggap melakukan tindakan yang tidak terpuji dan akan ditahan di Polres Bungo.

“Iya, besok akan dibawa ke Polres Bungo,” ujar Pendri.

Dikenakan Pasal Berlapis

Waldi dituntut dengan empat pasal sekaligus, yaitu pasal 340 KUHPidana sebagai dasar, pasal 338 KUHPidana sebagai tambahan, pasal 365 ayat 3 KUHPidana sebagai alternatif lebih rendah, dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana sebagai alternatif terendah.

EY adalah seorang dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

Ia tewas di rumahnya di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) pukul 13.00 WIB.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan, setelah meninggal, EY diduga mengalami pelecehan seksual, yang semakin diperkuat dengan temuan cairan sperma di celana korban.

Jasad EY ditemukan dengan memar di wajah, bahu, leher, serta luka pada bagian kepala.

Setelah jenazah ditemukan, pihak berwajib melakukan penyelidikan dan menangkap Waldi di tempat kontrakannya di Kabupaten Tebo pada hari Minggu (2/11/2025).

Baca Juga  Cara Mudah Menghasilkan Uang dengan Menonton Video Online Harian di Indonesia

Petugas juga menyita barang berharga milik EY yang dibawa lari oleh Waldi, termasuk mobil, sepeda motor, dan perhiasan emas.

Kepala Kepolisian Resor Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengungkapkan bahwa pihaknya menghadapi tantangan dalam memecahkan kasus ini.

“Yang bersangkutan memang gigih (tetap pada pendiriannya) dalam menghindar. Namun, setelah kami bentuk beberapa tim, hasil dari seluruh pencarian tim menunjuk kepada pelaku ini, dan akhirnya kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Natalena.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB