Anak Buah Prabowo Menolak Budi Arie Bergabung ke Gerindra, Khawatir Jadi Alat Politik

- Editor

Kamis, 4 Desember 2025 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Beberapa DPC Gerindra, termasuk yang berasal dari Makassar dan Semarang, secara terbuka menentang rencana Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan Partai Gerindra.
  • Banyak anggota partai menganggap niat Budi Arie lebih didorong oleh kepentingan pribadi, termasuk dugaan ingin memperoleh perlindungan dari segi politik.
  • Meskipun ada penolakan yang muncul dari basis partai, para elit seperti Ahmad Muzani mengatakan bahwa Gerindra tetap bersedia menerima siapa pun yang memenuhi syarat keanggotaan.

 

AdinJava– Bawahan Prabowo Subianto ternyata tidak seluruhnya sepakat dengan informasi rencana Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi untuk bergabung ke Partai Gerindra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini pasti membuat jalannya Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan Prabowo sebagai Ketua Umum tidak akan lancar.

Baru-baru ini, pengurus cabang Partai Gerindra secara terbuka menolak keanggotaan mantan relawan Joko Widodo di Partai Gerindra.

Dikutip dari Kompas.tv, setidaknya terdapat tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra yang mengajukan permintaan kepada DPP untuk mempertimbangkan penerimaan mantan Menteri Koperasi dan Komunikasi serta Informatika (Kominfo) sebagai anggota partai.

Kantor Cabang Partai Gerindra Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), menolak Budi dengan berbagai alasan.

Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar, Gusmiyadi menganggap rencana Budi Arie bergabung ke Gerindra sebagai tindakan pragmatis untuk menghindari kemungkinan jeratan hukum terkait kasus di Kominfo.

Diketahui nama Budi Arie tercantum dalam surat dakwaan keempat tersangka. Surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU dalam persidangan perkara pengamanan situs judol di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu (14/5/2025), menyebutkan bahwa Budi Arie Setiadi mendapatkan bagian sebesar 50 persen saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, Gusmiyadi menganggap Budi Arie juga bergabung dengan maksud mendapatkan posisi penting dari Prabowo.

Baca Juga  Cara Mengilapkan Kayu untuk Furnitur Tahan Lama

“Langkah praktis ini dianggap sebagai upaya untuk menghindari kasus hukum yang mungkin akan melibatkannya, sementara itu Budi Arie tentu berharap masih bisa memegang posisi penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” kata Gusmiyadi, Jumat (7/11/2025).

Di sisi lain, anggota DPRD Sumut ini, jika Budi Arie bergabung, keyakinan masyarakat terhadap Prabowo bisa berkurang karena Ketua Umum Gerindra tersebut dianggap sedang fokus pada pemberantasan korupsi.

Belum lagi pernyataan Budi Arie mengenai logo Projo yang akan diubah, serta menyanggah jika Projo merupakan kependekan dari Pro Jokowi, yang dianggap sebagai tindakan yang tidak etis.

Baru-baru ini, pernyataan Budi Arie mengenai makna nama Projo dan hubungannya dengan logo wajah Jokowi dianggap sebagai tindakan tidak sopan dalam bermain catur politik. Penyangkalan Budi Arie yang menyatakan bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi, melainkan artinya rakyat dan negeri, merupakan langkah yang tidak pantas dan tidak konsisten.

“Secara sederhana, masyarakat menganggap Budi Arie ingin mencari perlindungan politik dan menjaga peluang untuk mendapatkan kekuasaan dalam kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden,” tutupnya.

Penolakan dari DPC Makassar 

Selain DPC Gerindra Pematangsiantar, DPC Gerindra Kota Makassar secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana keterlibatan tokoh relawan Jokowi dalam partai.

Penolakan ini muncul karena kekhawatiran mendalam terhadap gangguan konsistensi perjuangan dan harmonisasi internal partai di Ibu Kota Sulawesi Selatan.

Ketua DPC Gerindra Kota Makassar, Eric Horas menyatakan, Partai Gerindra bersedia menerima siapa pun yang memenuhi kriteria umum dan memahami visi perjuangan partai.

Menurutnya, menjadi anggota Gerindra memerlukan komitmen yang jauh lebih besar daripada dukungan terhadap seseorang tertentu di masa lalu.

“Kami berharap agar siapa pun yang bergabung dengan Gerindra tidak hanya karena arus politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap tujuan perjuangan partai,” katanya.

Baca Juga  Dokter Tifa Jadi Tersangka, Santai Makan Rujak Cingur, Merasa Superhero

Penolakan dari DPC Semarang

Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso mengungkapkan bahwa rencana Budi Arie untuk bergabung ke Gerindra menjadi topik yang dibahas secara internal.

Menurutnya, kader di tingkat bawah tidak menginginkan Gerindra menjadi “tameng politik” bagi mantan relawan tim sukses Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2014 dan Pemilu Presiden 2019.

“Kita menyoroti isu mengenai kemungkinan masuknya Budi Arie ke Partai Gerindra. Jangan sampai Gerindra menjadi pelindung politik,” kata Joko, dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (7/11/2025).

 

Meski memberikan keterangan, Joko menegaskan bahwa Gerindra tetap menjadi partai yang bersifat terbuka bagi siapa saja.

“Siapa saja berhak untuk bergabung selama memiliki satu tujuan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Prabowo belum tahu

Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani awalnya menanggapi keinginan Budi Arie untuk bergabung.

Muzani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, menyatakan bahwa niat Budi Arie untuk bergabung dengan Partai Gerindra belum diketahui oleh Prabowo Subianto.

Ia menyampaikan bahwa hingga kini, ia belum berjumpa dengan Prabowo untuk membicarakan hal tersebut.

“Belum. Saya belum bertemu presiden sejak berita ini muncul,” ujar Muzani saat diwawancarai oleh para jurnalis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Namun, siapa saja dapat bergabung dengan Partai Gerindra selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh partai tersebut.

Secara prinsip, Partai Gerindra merupakan partai yang terbuka. Partai yang menerima anggota dari mana pun. Yang penting satu, sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah, yang kedua dia adalah Warga Negara Indonesia,” kata

Setiap pihak yang telah memenuhi persyaratan tersebut maka ketentuan untuk bergabung dengan Partai Gerindra sudah terpenuhi, termasuk bagi Budi Arie.

Baca Juga  Toga Hill Sumedang: Wisata Alam, Edukasi, dan Kuliner yang Menarik Minat Komunitas HVS

“Memenuhi kriteria tersebut, saya rasa kami bisa menerima siapa pun dari mana pun. Apalagi Budi Arie yang menurut saya kita semua sudah mengenalnya,” ujarnya.

(WartaKotalive.com)

Peroleh informasi tambahan dari saluran Whatsapp AdinJavavia di sini

Baca artikel AdinJavalainnya di Google News

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB