Dari Saluran Air Jadi Berkah: Warga Belajar dari Aliran Air

- Editor

Minggu, 30 November 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Saluran Air Jadi Berkah: Ketika Warga Belajar dari Aliran Air

“Inovasi tidak selalu berkaitan dengan teknologi canggih, tetapi lebih pada jiwa yang peka dalam mengenali kesempatan di sekitar kita.” — Taufiq Supriadi

Oleh Karnita

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saluran yang Bercahaya di Tengah Kota Saluran yang Menyala di Tengah Kota Saluran yang Terang di Pusat Kota Saluran yang Bersinar di Tengah Kota Saluran yang Berkilau di Tengah Kota Saluran yang Mengeluarkan Cahaya di Tengah Kota Saluran yang Berpendar di Tengah Kota Saluran yang Menyala di Tengah Kota Saluran yang Bercahaya di Tengah Kota Saluran yang Menyala di Tengah Kota

Siapa sangka, di tengah padatnya permukiman beton Jakarta, justru sebuah saluran air bisa menjadi sumber harapan baru? Pada 6 November 2025, Kompas.com merilis laporan dengan judul “Inovasi Ketua RT di Duren Sawit, Ubah Selokan Jadi Sumber Penghasilan” karya Febryan Kevin dan Abdul Haris Maulana. Berita ini langsung menarik perhatian, karena memperkenalkan sosok Ketua RT, Taufiq Supriadi, yang berhasil mengubah parit lingkungan menjadi kolam ikan yang produktif.

Mengapa gagasan sederhana ini terasa begitu mengganggu di tengah kota besar? Karena ia menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah pada situasi yang ada. Ketika ruang hijau berkurang dan sungai kehilangan maknanya secara ekologis, seorang penduduk justru menemukan cara untuk membangkitkan air sebagai sumber kehidupan, bukan sebagai sumber masalah.

Penulis tertarik dengan cerita ini tidak hanya karena sifat inovasinya, tetapi juga karena maknanya yang mendalam dalam konteks sosial. Pada saat banyak wilayah mengeluhkan banjir dan pencemaran, Taufiq menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas, saluran air dapat diubah menjadi alat ekonomi dan jaminan pangan bagi masyarakat. Ini adalah gambaran kecil tentang bagaimana kepemimpinan lokal mampu memberikan contoh yang bisa diikuti secara nasional.

Inovasi yang Muncul Akibat Keterbatasan

Saat lahan terbatas, pikiran harus lebih luas. Taufiq Supriadi menyadari bahwa lingkungannya di Duren Sawit tidak lagi memiliki lahan kosong untuk berkebun. Ia pun memandang ke bawah—ke arah saluran yang biasanya dihindari orang. Terinspirasi dari sistem saluran air di Tokyo dan metode serupa di IPB, ia membuat kolam lele di atas saluran air yang bertingkat.

Baca Juga  Jika Jadi Tim Auditor, Apa Risiko Salah Saji Material di Sektor Retail?

Proyek tersebut bukan hanya sekadar pengembangan teknis, tetapi wujud keberanian dalam berpikir di luar biasa. Dengan menggunakan beton U-Ditch dua tingkat, bagian atas digunakan sebagai tempat ikan, sedangkan bagian bawah tetap berfungsi sebagai saluran air. Akibatnya, air tetap mengalir, lingkungan tetap terjaga kebersihannya, dan perekonomian masyarakat ikut berkembang.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Inilah wujud kearifan lokal yang berubah menjadi inovasi lingkungan. Ia bukan hanya meniru model asing, tetapi menyesuaikannya dengan kondisi kota. Dalam situasi perubahan iklim dan tantangan pangan global, tindakan kecil Taufiq menjadi simbol pentingnya kemandirian masyarakat. 2. Bentuk kearifan tradisional ini berkembang menjadi solusi ekologis. Tidak hanya meniru sistem luar negeri, tetapi disesuaikan dengan realitas perkotaan. Di tengah isu perubahan iklim dan krisis pangan dunia, langkah kecil Taufiq mencerminkan makna besar tentang kemandirian penduduk. 3. Ini adalah contoh kearifan lokal yang bertransformasi menjadi inovasi ramah lingkungan. Ia tidak sekadar menyalin model asing, melainkan menyesuaikan dengan kondisi kampung kota. Dalam situasi perubahan iklim dan krisis pangan global, tindakan kecil Taufiq menjadi representasi pentingnya kemandirian warga. 4. Keberadaan kearifan lokal ini berubah menjadi inovasi lingkungan. Bukan hanya meniru model luar, tetapi disesuaikan dengan realitas kota. Dalam konteks perubahan iklim dan krisis pangan global, tindakan kecil Taufiq menjadi gambaran tentang pentingnya kemandirian masyarakat. 5. Berikut bentuk kearifan lokal yang berubah menjadi inovasi lingkungan. Ia tidak hanya meniru model asing, tetapi menyesuaikan dengan kondisi kampung kota. Dalam situasi perubahan iklim dan krisis pangan global, langkah kecil Taufiq menjadi cerminan pentingnya kemandirian warga.

Kolam Lele, Kolam Harapan

Dari sebuah kolam dengan ukuran 14 meter, Taufiq mampu memperoleh sekitar 800 kilogram lele setiap musim panen. Dalam satu tahun, empat kali panen dapat menghasilkan hingga Rp80 juta. Angka ini mungkin terlihat kecil bagi perusahaan besar, namun sangat berarti bagi komunitas yang berawal dari semangat kerja sama.

Selain menguntungkan, sistem ini juga adil. Hasil panen dibagi kepada berbagai pihak: kelompok tani, pengelola kolam, pemilik rumah, hingga dana RT dan RW. Pembagian yang jelas ini membuat kolam lele menjadi ruang partisipasi—sebuah bentuk ekonomi berbasis masyarakat yang memperkuat rasa memiliki bersama.

Baca Juga  Eduardo Perez Kecam VAR Usai Persebaya Dihukum Kartu Merah

Pengembangan ini juga menciptakan peluang kerja bagi para pensiunan dan penganggur di sekitar. Mereka bukan hanya bertugas sebagai “pengawas ikan”, tetapi sebagai penjaga semangat bersama. Dalam masyarakat perkotaan yang sering terpisah dari rasa solidaritas, model semacam ini mengembalikan makna pentingnya kebersamaan.

Dari Kolam Ikan Lele ke Kolam Nutrisi

Tidak hanya berhenti pada keuntungan ekonomi, Taufiq melangkah lebih jauh dengan menyediakan kolam pangan bagi masyarakat. Di tempat ini, ikan nila dan bawal dibudidayakan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan lansia. Warga diperkenankan mengambil ikan secara gratis saat panen, selama menggunakan kebijaksanaan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tindakan ini merespons masalah penting: pertumbuhan yang terhambat dan ketidakseimbangan nutrisi di daerah perkotaan. Melalui inovasi sederhana, RT 08 RW 04 Duren Sawit mampu menghubungkan isu lingkungan, ekonomi, dan kesehatan dalam satu sistem kecil. Kolam menjadi simbol kehidupan yang terpadu—air yang mengalir membawa keuntungan sekaligus gizi.

Jika kebijakan publik sering kali terlambat, warga seperti Taufiq menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Ia tidak menunggu proyek pemerintah, tetapi memberikan solusi yang berlandaskan empati dan tindakan nyata.

Air Tak Sekadar Mengalir

Ada hal menarik dalam proyek ini: selama 22 tahun, wilayah tersebut tidak pernah terkena banjir. Taufiq memastikan desain dua lantai tidak menghalangi alur air. Saat hujan lebat, ketinggian air hanya naik 3–4 sentimeter—sebuah bukti bahwa ekologi dan ekonomi dapat berdampingan tanpa saling merugikan.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Pesan tersembunyi dalam kisah selokan Duren Sawit menggambarkan bahwa air tidak hanya menuju laut, tetapi juga mencapai hati manusia yang bersedia belajar dari alam. Dengan tangan orang bijak, selokan bisa menjadi tempat pengamatan sosial-ekologis. 2. Makna tersirat dari kisah selokan Duren Sawit menunjukkan bahwa air tidak hanya mengalir ke laut, tetapi juga sampai pada jiwa manusia yang ingin belajar dari alam. Di tangan seseorang yang cerdas, selokan dapat berubah menjadi laboratorium sosial-ekologis. 3. Pesan yang tersirat dari kisah selokan Duren Sawit adalah bahwa air tidak hanya mengalir ke laut, tapi juga masuk ke dalam hati manusia yang ingin belajar dari alam. Dengan pandangan yang tajam, bahkan selokan bisa menjadi pusat studi sosial-ekologis. 4. Dari kisah selokan Duren Sawit, tersirat pesan bahwa air tidak hanya menuju laut, tetapi juga sampai ke hati manusia yang mau belajar dari alam. Orang yang bijak mampu menjadikan selokan sebagai laboratorium sosial-ekologis. 5. Makna yang terkandung dalam kisah selokan Duren Sawit ialah air tidak hanya mengalir ke laut, tetapi juga sampai ke hati manusia yang bersedia belajar dari alam. Dengan pikiran yang cerdas, selokan bisa menjadi tempat eksplorasi sosial-ekologis.

Baca Juga  Jejak Karier Tiga Mantan Kapolri di Komite Reformasi Polri

Taufiq tidak hanya membangun kolam, tetapi juga menciptakan harapan. Ia mengalirkan air kehidupan yang selama ini kita anggap kotor menjadi sumber penghidupan, sumber makanan, dan sumber nilai.

Menjaga Aliran Harapan

Saat banyak orang mengabaikan masalah, Taufiq justru membuka pikirannya untuk mencari solusi. Dari saluran air kecil di Jakarta Timur, lahir sebuah inisiatif sederhana yang mampu menyentuh banyak jiwa. Ia tidak menunggu bantuan besar, tetapi memulai dari langkah kecil yang memiliki makna besar.

Air yang mengalir tidak pernah menanyakan ke mana arahnya; ia hanya memahami bahwa tujuannya adalah memberikan kehidupan.

Semoga melalui kisah kecil ini, semakin banyak warga yang berani menghidupkan ide-ide di lingkungan masing-masing. Karena pada dasarnya, masa depan Indonesia tidak selalu ditentukan oleh kebijakan pusat, tetapi oleh aliran kreativitas kecil yang terus-menerus mencari jalan.

Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan laporan Kompas.com (6 November 2025) serta pemahaman penulis mengenai dampak sosial-inovatifnya.

Daftar Pustaka

Candra Kurniawan, F. K., & Maulana, A. H. (2025, 6 November). Inovasi Kepala RT di Duren Sawit, Mengubah Saluran Air Menjadi Sumber Penghasilan. Kompas.com.https://megapolitan.kompas.com/read/2025/11/06/08113041/langkah-inovatif-ketua-rt-di-duren-sawit-sulap-selokan-jadi-sumber-rezeki?page=allKompas.id. (2025). Pengelolaan Sendiri Pembaruan Sekolah Berdampak terhadap Masyarakat.https://kompas.idKementerian PUPR. (2024). Panduan Desain Saluran Air Perkotaan Berkelanjutan. Jakarta: Direktorat SDA.IPB University. (2023). Budidaya Ikan dalam Sistem Sirkulasi Tertutup. Bogor: IPB Press.PAM Jaya. (2025). Laporan Tahunan Ketahanan Air Jakarta 2025.https://pamjaya.co.id

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB