Ketua APJII Sulampua Soroti Kebijakan Internet Murah yang Lalaikan Keamanan: Harga Bukan Segalanya

- Editor

Sabtu, 6 Desember 2025 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Persaingan harga dalam industri internet nasional dinilai mulai mengorbankan aspek keamanan dan kedaulatan digital.
  • Praktik “harga murah” antarpenyelenggara layanan internet tanpa adanya aturan yang jelas dapat menghasilkan lingkungan bisnis yang tidak sehat serta melemahkan sistem perlindungan data nasional.

AdinJava, MAKASSAR-Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Abdul Malik, mengungkapkan kekhawatiran terhadap tren persaingan harga dalam industri internet nasional yang dinilainya mulai mengabaikan aspek keamanan dan kedaulatan digital.

Menurutnya, kecenderungan masyarakat serta beberapa penyedia layanan internet yang menganggap harga murah sebagai tolok ukur utama justru berpotensi mengurangi kualitas dan keamanan jaringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Biaya memang penting, tetapi bukan segalanya. Jika semua hanya memperhatikan harga murah, kualitas dan keamanan bisa terabaikan,” kata Malik, Minggu (9/11/2025).

Ia menilai, tindakan “harga murah” antarpenyelenggara layanan internet tanpa aturan yang jelas dapat menghasilkan lingkungan bisnis yang tidak sehat serta melemahkan sistem keamanan data nasional.

“Kita memerlukan aturan yang jelas agar tidak lagi terjadi persaingan harga yang mengorbankan kualitas. Internet bukan hanya tentang kecepatan dan murah, tetapi juga harus aman dan mandiri,” tegasnya.

 

Kekhawatiran terhadap Keamanan Data dan Kedaulatan Digital

Abdul Malik menyampaikan, keamanan siber perlu diutamakan seiring dengan semakin meningkatnya kegiatan digital yang dilakukan masyarakat.

Ia memberikan contoh, masuknya layanan satelit global seperti Starlink perlu diimbangi dengan aturan agar keamanan data pengguna di Indonesia tetap berada dalam pengawasan nasional.

“Jika semua gateway dan server berada di luar negeri, kita kehilangan otonomi digital. Ini bukan soal harga, melainkan masalah pengendalian dan keamanan negara,” katanya.

Baca Juga  Drama China Paling Seru untuk Akhir Pekan, Mulai dari Romantis hingga Fantasi Epik

Sebelumnya, APJII Sulampua juga telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar mengenai penguatan infrastruktur serta keamanan data internet di tingkat daerah.

Tindakan ini, menurut Malik, merupakan bagian dari usaha untuk menciptakan kesadaran bersama bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan.

Abdul Malik mengakui, persaingan harga dalam industri internet lokal tidak dapat dihindari akibat banyaknya penyedia layanan di Indonesia, termasuk di kawasan Timur.

Namun, ia menekankan betapa pentingnya keseimbangan antara harga yang terjangkau dan investasi dalam keamanan jaringan.

“Kita tidak menentang harga yang murah. Namun jika terlalu dipaksa tanpa memperhatikan kualitas jaringan dan keamanan data, masyarakat tetap menjadi korban,” ujarnya.

Ia menyampaikan, APJII Sulampua terus mendorong penyelenggara layanan internet untuk mengadopsi sistem perlindungan aktif seperti honeypot dan pengawasan lalu lintas agar mengurangi risiko serangan siber, khususnya menjelang momen penting seperti pemilu atau perayaan besar.

Pada kesempatan tersebut, Malik juga mengajak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap layanan internet yang melintasi batas negara dan memastikan perusahaan asing mematuhi aturan nasional.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tidak hanya mengevaluasi layanan internet berdasarkan harga.

“Keharusan masyarakat untuk menyadari bahwa layanan yang sedikit lebih mahal namun aman dan stabil justru lebih menguntungkan dalam jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, di tengah perkembangan digital yang pesat dan munculnya penyedia layanan asing, keamanan data serta kedaulatan siber Indonesia tidak boleh menjadi korban dari persaingan harga yang murah.

Pernyataan Abdul Malik memperkuat posisi APJII sebagai mitra penting pemerintah dalam menjaga lingkungan internet yang sehat, aman, dan adil.

Harga internet yang murah, menurutnya, perlu disertai dengan tanggung jawab terhadap keamanan dan mutu layanan.

Baca Juga  Ribka Haluk Dorong Anak Papua Kuasai Matematika dengan Metode GASING

“Kami menginginkan internet yang bersifat inklusif dan terjangkau, tetapi juga aman serta memiliki kedaulatan. Jangan sampai murah, namun justru mengorbankan masa depan digital bangsa,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:21 WIB

FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:23 WIB

FWK Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Banda Aceh

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:59 WIB

Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: FWK Ingatkan Agar Pemerintah Peka Terhadap Keresahan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Cacat Kelola Tingkat Dewa! Sebagian Besar Pemda Tidak Bisa Bayar Gaji ASN?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Diskusi FWK: Kesantunan Berbahasa Diperlukan dalam Berbangsa dan Bernegara

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:17 WIB

Kabinet Bayangan: Indonesia Darurat Korupsi Secara Struktural dan Sistemik

Senin, 27 Juli 2026 - 09:10 WIB

Karumga Mantan Jampidsus Kejagung Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keterbatasan Bukan Penghalang! 10 Atlet Muaythai Cimahi Siap Guncang Kejurnas Bawa Semangat “Cimahi Bukbek”

Berita Terbaru

Penemuan mayat. Foto: Ilustrasi

Daerah

Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:14 WIB