AdinJava– Rasa kesepian yang dirasakan seorang pria tidak hanya terkait dengan tidak memiliki teman atau pasangan. Lebih dari itu, banyak laki-laki merasa tidak diperhatikan, tidak dianggap, dan bahkan merasa tidak pantas dicintai.
Peristiwa ini semakin sering dibicarakan dalam psikologi kontemporer, khususnya sejak munculnya topik “kesepian laki-laki” atau “male loneliness”. Namun di balik perasaan kesepian tersebut, terdapat akar yang lebih dalam, yakni rasa tidak berharga dan merasa tidak pantas untuk dicintai.
Berdasarkan penjelasan dalam salah satu video di kanal YouTube psikologi populer bernama Psych2Go, artikel ini akan membahas mengapa beberapa pria merasa tidak pantas dicintai, asal dari perasaan tersebut, serta cara memulihkan diri untuk kembali membangun hubungan yang sehat dan bermakna.
1. Gaya Pengasuhan dan Fokus pada Perasaan Sejak Dini
Banyak laki-laki besar dalam lingkungan yang menganggap kepekaan sebagai tanda ketidakmampuan. Sejak kecil mereka diajarkan untuk “menjadi pria sejati”, yaitu harus tangguh, tidak boleh menangis, dan harus menyembunyikan perasaan.
Namun, penekanan pada emosi ini justru menyebabkan hambatan emosional. Ketika perasaan tidak pernah diakui, beberapa pria berkembang dengan keyakinan bahwa cinta bersyarat: hanya bisa diterima jika mereka “berhasil” atau memenuhi harapan tertentu.
Masalahnya, emosi yang ditekan tidak hilang, melainkan semakin terpendam dalam diri. Akibatnya, ketika tiba di masa dewasa, banyak laki-laki mengalami kesulitan dalam menunjukkan kasih sayang dan menerima perhatian karena merasa tidak layak menerimanya.
2. Tekanan Sosial dan Standar yang Tidak Realistis
Masyarakat sering kali menilai harga diri seseorang lelaki berdasarkan pencapaian luar: posisi, penghasilan, status sosial, atau penampilan fisik. Bagi mereka yang tidak memenuhi standar tersebut, rasa kurang dan merasa rendah diri bisa muncul secara perlahan. Media sosial memperparah situasi ini, karena perbandingan dengan orang lain membuat banyak pria merasa gagal atau tidak bernilai.
Meskipun cinta tidak pernah diukur dari status atau kekayaan. Hubungan yang baik berkembang melalui kejujuran, kepercayaan, dan keterhubungan emosional. Nilai sejati seseorang berasal dari kemampuan untuk hadir dengan tulus, bukan dari prestasi yang terlihat oleh orang lain.
3. Penolakan Berulang dan Cedera Psikologis
Pengalaman ditolak, baik karena patah hati, diabaikan, atau cinta yang tidak terbalas, dapat menyebabkan luka yang dalam. Sebaliknya dari memandang penolakan sebagai bagian wajar dari kehidupan, banyak pria justru merasa ditolak sebagai bukti bahwa mereka tidak layak dicintai.
Dari sini siklus dimulai, dari rasa takut ditolak, mengisolasi diri, dan akhirnya semakin merasa sendirian. Padahal, setiap orang pernah mengalami kegagalan dalam hubungan. Yang membedakan adalah bagaimana kita memahami dan belajar dari pengalaman tersebut. Ditolak oleh seseorang tidak berarti kita tidak bernilai, mungkin saja kita belum bertemu dengan orang yang tepat untuk kita.
4. Isu Kesehatan Mental dan Rendahnya Rasa Percaya Diri
Sakit hati, rasa cemas, atau pengalaman traumatis di masa lalu bisa memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri. Bagi beberapa pria, kondisi ini memicu pikiran negatif seperti, “Aku menjadi beban bagi orang lain,” atau “Tidak ada yang benar-benar ingin mendengarkanku.”
Emosi ini dapat membuat mereka menjauh dari orang-orang yang sebenarnya mampu membantu proses pemulihan mereka. Akibatnya, mereka semakin terasing dan merasa tidak pantas untuk dicintai.
Meskipun gangguan mental tidak pernah menentukan harga diri seseorang, mencari bantuan dari ahli profesional, seperti psikolog atau konselor, bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan tindakan berani dan langkah awal menuju pemulihan.
5. Prasangka terhadap Bantuan Psikologis
Salah satu penyebab utama masalah adalah prasangka bahwa laki-laki yang meminta bantuan dianggap “lemah”. Padahal, menahan rasa sakit tanpa mencari solusi hanya akan membuat luka semakin dalam. Tanpa kemampuan mengelola emosi secara sehat, pikiran negatif bisa menjadi kenyataan yang terwujud sendiri, memperkuat keyakinan bahwa cinta hanya dimiliki orang lain.
Faktanya, mencari bantuan merupakan tindakan yang tangguh dan penuh kesadaran diri.
Dengan memahami dan menghadapi rasa sakit, laki-laki dapat menciptakan hubungan yang lebih jujur, baik terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain.
Cara Mengatasi Rasa Tidak Layak Dicintai
Jika kamu merasa tidak layak dicintai, ketahui bahwa hal itu bukanlah kebenaran yang tetap, melainkan hasil dari pengalaman dan keyakinan yang dapat berubah.
Berikut beberapa tahapan yang mungkin bisa membantu:
-
Melawan pikiran negatif: Catat keyakinan negatif yang sering muncul (“Saya tidak cukup baik”, “Tidak ada yang ingin mendengarkan saya”) dan lawan dengan bukti nyata dari kehidupan Anda, seperti dukungan teman, pencapaian kecil, atau tindakan baik yang pernah Anda lakukan.
-
Mengubah makna cinta dan harga diri: Cinta sejati tidak berasal dari kekayaan, pangkat, atau penampilan. Ia berkembang dari ketulusan dan perasaan yang hangat.
-
Terbuka pada seseorang yang dapat dipercaya: Coba bagikan perasaanmu dengan teman, pembimbing, atau psikolog yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi. Komunikasi jujur merupakan langkah awal untuk keluar dari isolasi emosional.
-
Ambil langkah kecil untuk membangun koneksi: Mulailah dengan hal-hal sederhana, seperti mengirim pesan kepada teman lama, bergabung dengan komunitas, atau hadir dalam acara sosial. Setiap tindakan kecil merupakan latihan dalam membuka diri.
-
Latihkan kasih sayang terhadap diri sendiri: Pemulihan memerlukan waktu. Bersikap lembut kepada diri sendiri bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa kamu mulai menerima masa lalu.
Jika kamu pernah merasa tidak pantas dicintai, ketahui bahwa kamu bukanlah satu-satunya yang merasakan hal itu. Perasaan tersebut tidak menentukan siapa dirimu sebenarnya. Cinta bukanlah sesuatu yang harus kamu “raih” dengan menjadi sempurna, melainkan tumbuh ketika kamu berani menunjukkan diri seperti adanya.
Dan sebelum kamu benar-benar mampu menerima kasih sayang dari orang lain, mulailah dengan mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu. Karena sesungguhnya, kamu pantas dicintai tanpa batasan apapun.






