Netizen Penasaran, Gerindra Jawab Santai: Isu Prabowo Ganti Purbaya Menguat karena Proyek Whoosh

- Editor

Jumat, 21 November 2025 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Prabowo menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh terhadap proyek Whoosh, tetapi pernyataannya memicu isu perubahan kabinet yang menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya.
  • Partai Gerindra merespons isu reshuffle dengan satu kata yang viral, “Yaakali,” yang dianggap masyarakat sebagai cara halus menolak wacana tersebut.
  • Masyarakat mengkritik kebijakan pendanaan proyek Whoosh setelah muncul tanda-tanda penggunaan dana APBN melalui skema PSO, memperkuat asumsi beban negara semakin berat.

 

AdinJavaKeributan di media sosial kembali memuncak. Komentar netizen bersatu dengan meningkatnya ketegangan politik setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan siap menanggung tanggung jawab penuh atas proyek ambisius Kereta Cepat Whoosh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu, yang sebenarnya ditujukan untuk menunjukkan kepastian dan komitmen seorang pemimpin, justru memicu dampak berantai.

Masyarakat di media sosial merespons dengan tajam, menyoroti berbagai hal mulai dari arah kebijakan politik, kondisi keuangan negara, hingga perbedaan pendapat dalam lingkaran kabinet.

Tidak memerlukan waktu lama, isu sensitif mulai berembus: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut akan direshuffle dari posisinya.

Isu ini menyebar luas karena Purbaya dianggap tidak sepenuhnya sesuai dengan arah kebijakan pendanaan proyek tersebut.

Berita itu seperti api kecil yang menyebar cepat, memicu diskusi publik di berbagai situs online dan memicu spekulasi tidak terkendali mengenai perubahan dalam pemerintahan.

Isu Pergantian Kabinet Menggelora Di Tengah Komitmen Prabowo

Saat Prabowo menyatakan tanggung jawabnya terhadap Whoosh justru menjadi titik balik perhatian masyarakat.

Alih-alih memperhatikan komitmen presiden, netizen secara bersamaan membicarakan isu perombakan kabinet, seolah-olah terdapat ketegangan yang tidak diungkapkan di balik layar pemerintahan.

Partai Gerindra, tempat Prabowo berada, turut terlibat dalam perdebatan yang sedang ramai dibicarakan.

Baca Juga  Jadwal Kapal Pelni Tatamailau 9-30 November 2025: Rute Timika, Sorong, Fakfak, Ambon

Di unggahan terbaru akun resmi @gerindra di TikTok pada hari Kamis (6/11/2025), kolom komentar tiba-tiba dipenuhi pertanyaan dari ribuan pengguna.

Salah satu komentar yang menarik perhatian berasal dari akun @wonggunungZN yang menyampaikan dengan nada kaget:

Min, mengapa berita Pak Purbaya harus direshuffle?

Pertanyaan tersebut bukan hanya sekadar pendapat, tetapi mencerminkan rasa ingin tahu masyarakat yang mengikuti setiap perubahan dalam pemerintahan.

Respons Gerindra: Singkat, Santai, Namun Menyentuh

Menariknya, Partai Gerindra memutuskan untuk tidak banyak berkomentar.

Tanpa pernyataan resmi yang panjang, admin akun partai tersebut merespons dengan gaya khas media sosial yang ringan, cepat, dan penuh makna tersembunyi.

Hanya satu kata yang ditulis oleh akun resmi Gerindra:

“Yaakali.”

Komentar singkat ini justru menyebar luas di internet. Dalam waktu singkat, komentar tersebut menjadi viral dan dianggap masyarakat sebagai penolakan halus namun tegas terhadap isu perubahan kabinet yang beredar.

Bagi banyak orang, satu kata saja sudah cukup untuk menjawab: isu perubahan kabinet tidak memiliki dasar yang kuat.

Masyarakat Mengkritik Sikap Prabowo Terkait Utang Whoosh

Di sisi lain, netizen menyoroti pernyataan Prabowo terkait utang proyek Whoosh.

Kepala negara menekankan bahwa proyek transportasi umum tidak boleh hanya diukur berdasarkan keuntungan dan kerugian, tetapi lebih pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Maka saya sekarang bertanggung jawab atas Whoosh. Whoosh itu, seluruh pabrik transportasi di seluruh dunia jangan dihitung untung rugi, tapi hitung manfaatnya bagi rakyat.

Di seluruh dunia, hal ini disebut sebagai kewajiban layanan publik,” kata Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Pernyataan ini menghasilkan dua pendapat yang berbeda.

Sebagian masyarakat menganggap Prabowo menunjukkan sikap keras dan memiliki visi yang jelas dalam melanjutkan proyek strategis nasional.

Baca Juga  Profil Roy Suryo: Pakar Telematika Tersangkut Kasus Ijazah Jokowi

Namun, banyak orang juga menganggap bahwa Presiden sedang memikul beban politik dan keuangan dari proyek-proyek yang diwariskan dari masa sebelumnya.

Isu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk Membayar Utang Whoosh

Tanda-tanda spekulasi semakin meningkat setelah CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan indikasi bahwa pemerintah akan menggunakan APBN untuk melunasi utang proyek Whoosh melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Skema PSO ini sedang dalam proses penyempurnaan, agar pendanaan proyek tidak memberatkan operasional jangka panjang,

ucap Rosan dalam pernyataan terpisah.

Pernyataan tersebut memperkuat prasangka masyarakat bahwa utang triliun rupiah yang sebelumnya diungkap oleh Menteri Keuangan Purbaya kini benar-benar menjadi beban negara.

Keadaan ini mengembalikan nama Purbaya ke tengah pergulatan politik dan ekonomi yang semakin sulit diprediksi arahnya.

***

(TribunTrends)

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB