LINGGA PIKIRAN RAKYAT– Tidak semua lokasi memerlukan kegemerlapan untuk terasa hidup. Ada ruang-ruang khusus yang justru menemukan semangatnya dalam ketenangan, dalam jeda, dalam cara seseorang datang lalu duduk tanpa banyak ucapan.Pantai Ulemerupakan salah satu tempat tersebut. Ia bukan pantai yang menyerukan keindahan. Ia tidak memperlihatkan pasir putih yang panjang atau ombak besar. Ia hanya menyajikan laut yang tenang, angin yang pelan, dan sebuah dermaga yang mengajak kaki untuk berjalan sedikit lebih perlahan dari biasanya.
Di sini, waktu tidak seperti di kota. Ia tidak terburu-buru. Orang-orang datang dengan alasan yang berbeda, namun saling memahami tanpa perlu berbicara. Beberapa membawa alat pancing sederhana dan duduk menunggu ikan tanpa tergesa-gesa. Ada yang berdiri di ujung dermaga, memandang jauh, seolah ingin berbicara pada sesuatu yang hanya bisa didengar oleh hatinya sendiri. Ada juga yang hanya duduk, mengamati matahari perlahan turun dari langit.
Pantai Ule sangat memahami bahwa manusia adalah makhluk yang cepat lelah. Terkadang, kita tidak mencari tempat untuk bersenang-senang, tetapi tempat untukberhenti sejenak dari menjadi diri yang selalu tangguhDan Ule menyampaikannya dengan cara yang sangat lembut.
Di manakah Pantai Ule dan bagaimana cara pergi ke sana?
Pantai Ule berada di wilayah utara Kota Bima, dekat dengan Pelabuhan Bima dan tidak terlalu jauh dari jalan utama kota. Lokasinya mudah dicapai, baik dengan kendaraan roda dua maupun empat. Dari pusat kota, perjalanan hanya memakan waktu sekitar7–10 menit, menjadikannya salah satu pantai yang paling dekat dan dapat dikunjungi kapan saja tanpa perlu persiapan yang rumit.
Jika tiba di sore hari, jalan menuju pantai diiringi langit yang perlahan berubah warna. Pemandangan Teluk Bima terlihat semakin jelas saat mendekati kawasan pantai.
Berapa biaya masuk ke Pantai Ule?
Pantai Ule tidak memungut tiket masuk, sehingga siapa pun dapat datang kapan saja.
Biaya yang mungkin dikeluarkan:
-
Parkir motor: Rp 2.000–5.000
-
Parkir mobil: Rp 5.000–10.000
-
Makanan dan minuman dari pedagang sekitar: Rp 5.000 hingga Rp 20.000
Pantai terbuka sepanjang hari, tetapiwaktu terbaik untuk datang adalah pagi hari atau sore menjelang sunset.
Apa yang Bisa Dijalani di Pantai Ule?
1. Jalan-jalan Santai di Pelabuhan Kayu
Ikon paling menonjol dari Pantai Ule adalahdermaga panjangyang menembus ke laut. Berjalan di sepanjang dermaga ini terasa seperti memasuki pikiran sendiri. Langkah kaki secara alami melambat.
2. Berdiam Diri Sambil Menikmati Angin dan Laut
Tidak ada aktivitas yang lebih cocok di sini selain duduk tenang. Terkadang kita lupa bahwa ketenangan juga bisa menjadi bentuk komunikasi.
3. Memancing
Banyak orang datang membawa alat umpan yang sederhana. Bukan tentang mendapatkan banyak ikan, tetapi tentang menunggu dengan tenang, tanpa rasa tekanan.
4. Menikmati Sunset
Matahari terbenam di Pantai Ule tidak sering terlihat dramatis. Ia lembut, perlahan, seolah-olah seseorang yang tidak suka mengganggu namun selalu memberikan kehangatan.
5. Foto Siluet
Dengan latar dermaga, laut, dan langit senja, bayangan tubuh manusia di Pantai Ule sering menghasilkan gambar yang indah tanpa perlu usaha berlebihan.
Bagaimana Suasana Pantai Ule?
Pantai Ule menyediakan suasana yanglebih senyap dan lebih pribadidibanding Pantai Amahami yang ramai atau Pantai Lawata yang memiliki berbagai kegiatan.
Ule terasa seperti lokasi yangmenghargai ruang di dalam diri kita.
Datang sendirian pun tidak akan terasa aneh.
Banyak orang memilih Ule sebagai lokasi untuk:
-
Membiarkan pikiran mereda
-
Merapikan perasaan
-
Menghentikan suara hati yang terlalu keras
-
Mengobati keinginan yang tak bisa diungkapkan Mengatasi rasa rindu yang tak mampu dijelaskan Menyembuhkan kerinduan yang tidak bisa dinyatakan Menghilangkan rindu yang tak bisa diucapkan Mengobati kesedihan yang tak bisa diungkapkan
Ule bukan tempat yang cocok untuk ramai-ramai, ia merupakan tempat untukkembali ke dalam.
Lokasi & Informasi Ringkas
-
Lokasi:Pantai Ule, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat
-
Tiket Masuk: Gratis
-
Parkir: Rp 2.000–10.000
-
Waktu terbaik: Sore menjelang sunset
Pantai Ule mungkin tidak pernah berusaha menarik perhatian siapa pun. Namun, justru karena hal itu, ia menggugah hati orang-orang yang datang dengan cara yang paling tulus.
Ule merupakan tempat di mana kita dapat berhenti sejenak—tanpa merasa tertekan, dievaluasi, atau diberi tuntutan apa pun.
Jika kehidupan terasa sulit, datanglah ke Ule.
Duduk.
Diam.
Dengarkan laut bicara pelan.
Kadang, itu sudah cukup.






