Pelaku Teror Mahasiswa dan Mahasiswi di Jember Terungkap, BeAT Street dan Scoopy Kembali dalam Kondisi yang Berbeda
Pelaku Teror Mahasiswa di Jember Terungkap, BeAT Street dan Scoopy Kembali dalam Kondisi yang Berbeda
Polres Jember menyelesaikan ancaman yang mengganggu para mahasiswa dan mahasiswi secara baik, BeAT Street dan Scoopy kembali dalam keadaan yang berbeda.
AdinJava/ Peristiwa
Irsyaad W 8 November, 09.30 AM 8 November, 09.30 AM
AdinJava– Belakangan ini, para mahasiswa dan mahasiswi di Jember, Jawa Timur mengalami ancaman.
Namun berterima kasih, sumber dari ancaman tersebut telah terungkap.
Bahkan sepeda motor Honda BeAT Street dan Scoopy yang dimiliki para pelajar sudah kembali, meskipun dalam keadaan yang berbeda.
Ya, pihak kepolisian berhasil menangkap kelompok pencuri sepeda motor yang menargetkan rumah kontrakan di sekitar kampus.
Polres Jember menangkap lima tersangka beserta beberapa barang bukti kendaraan yang dicuri.
Empat orang yang terlibat dalam pencurian dengan inisial ML (27), SL (22), SF (27), dan AF, serta satu pelaku penadah bernama SP (54).
“Kami menangkap empat tersangka dan satu pihak yang menerima barang curian, serta mengamankan 23 kendaraan (motor),” kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, dalam konferensi pers, (6/11/25), seperti dilaporkan Kompas.com.
Pada hari ini, 15 motor telah diberikan kepada pemiliknya.
Sementara pemilik lainnya belum datang ke Polres Jember untuk mengambil.
Sherly Redikta, mahasiswa semester tiga Politeknik Negeri Jember mengakui tidak menyangka Honda BeAT Street yang hilang dari kosnya pada 4 Oktober 2025 lalu bisa kembali.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Jember yang telah menangkap pelaku pencurian dan mengembalikan motormu,” katanya setelah menerima kunci motor dari Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condro Putra.
Ia menceritakan, pagi itu ketika akan mengambil dompet dari jok motor, ia tidak menemukan motornya lagi di depan garasi.
Motor yang telah dikunci ganda raib pada sekitar pukul 01.30 WIB ketika dia sedang tertidur.
Ia mengetahuinya melalui rekaman kamera pengawas.
“Kira-kira waktu magrib saya datang ke sini untuk melaporkan ke Polres Jember,” kata perempuan yang berasal dari Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, Jember.
Sama halnya, Adji Maulana Putra, mahasiswa semester lima Universitas Muhammadiyah Jember, juga menceritakan momen-momen ketika ia kehilangan motornya.
Motornya sudah hilang selama dua minggu di kosannya pada malam hari. Pada saat itu, ia sedang tidak sehat. Setelah matahari terbit, ketika Adji ingin membeli makanan, baru menyadari bahwa Honda Scoopy miliknya tidak berada di tempatnya.
“Kaget, karena kondisi sedang tidak enak badan dan niatnya ingin mencari sarapan untuk mengembalikan keadaan tubuh,” katanya.
Adji melaporkan kejadian pencurian sepeda motor tersebut kepada pihak berwajib.
Beberapa hari setelah motornya hilang, mahasiswa asal Banyuwangi tersebut harus menyewa kendaraan dari teman-temannya saat pergi dan pulang kuliah.
“Ketika tahu motor ditemukan, rasanya senang, karena sudah terpikir untuk mencari motor bekas yang lain,” katanya.
Meskipun motornya kembali kepada pemiliknya, kondisinya sudah tidak lagi seperti dulu.
Stiker asli kendaraan dilepas dan plat nomor diubah.
“Jadi terasa seperti tidak mengenali motorku sendiri,” katanya.
Copyright AdinJava2025
Related Article






