Persaingan Ketat Pasar Mobil Listrik Indonesia Capai 10 Persen, GAIKINDO Catat 55.225 Unit

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava– Persaingan dalam pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) semakin ketat seiring meningkatnya penjualan dan munculnya beberapa pesaing baru.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil listrik murni selama periode Januari hingga September 2025 mencapai 55.225 unit, meningkat signifikan dibandingkan dengan 43.188 unit pada tahun 2024.

Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara menyebutkan, bahwa pangsa pasar kendaraan listrik saat ini telah mencapai sekitar 9,8 persen hingga 10 persen dari total penjualan mobil di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kini pangsa pasar mobil listrik berkisar antara 9,8% hingga 10%. Mungkin bisa mencapai 10% dalam bulan ini,” kata Kukuh saat diwawancarai usai diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia menilai perkembangan ini menjadi tahap penting dalam peralihan industri otomotif nasional menuju elektrifikasi.

Namun, ia juga menegaskan bahwa kelanjutan kebijakan dan kesiapan infrastruktur tetap menjadi tantangan utama agar semangat tersebut tidak berkurang setelah tahun 2025.

Dari segi merek, BYD tetap menjadi pemain utama di pasar mobil listrik Indonesia dengan penjualan sebanyak 20.077 unit selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Beberapa model andalannya seperti M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, Dolphin, dan Atto 1 menjadi penggerak utama kinerja penjualan.

Perusahaan asal Tiongkok ini sedang mempercepat pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang diperkirakan selesai pada akhir 2025 sebagai bagian dari komitmen lokalitas produksi.

Peringkat kedua diisi oleh Wuling Motors dengan penjualan sebanyak 8.345 unit. Kinerja ini didukung oleh model Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV.

Semua kendaraan telah dirakit secara lokal di pabrik Wuling Cikarang. Sementara itu, Denza, submerek premium dari Grup BYD, berada di posisi ketiga dengan penjualan sebanyak 6.775 unit, yang seluruhnya berasal dari model D9. Di bawahnya, Chery mencatatkan penjualan sebesar 6.170 unit melalui model Chery J6 dan E5.

Baca Juga  Hyundai Elexio Diluncurkan di Tiongkok: Jarak Tempuh 722 Km

Di sisi lain, Aion mencatat sebanyak 4.405 unit, diikuti oleh VinFast dari Vietnam dengan 2.841 unit, Geely sebanyak 1.876 unit, Hyundai dengan 1.164 unit, Morris Garage (MG) sebanyak 1.123 unit, serta Neta sebanyak 487 unit.

GAIKINDO melaporkan, peningkatan penjualan BEV juga didukung oleh munculnya merek-merek baru di pasar nasional sepanjang 2025. Beberapa di antaranya adalah VinFast dari Vietnam, Polytron EV yang dimiliki oleh Grup Djarum, serta Maxus yang berada di bawah naungan Grup Indomobil.

“Semakin banyak model dan merek yang muncul, semakin berkembang pula pasar. Namun kita juga harus memastikan ekosistemnya siap, khususnya terkait infrastruktur pengisian daya dan kebijakan purna jual,” ujar Kukuh.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan menghentikan fasilitas impor utuh (completely built up/CBU) untuk mobil listrik pada 31 Desember 2025, sesuai dengan Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 yang ditambahkan dengan Nomor 1/2024.

Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, setiap produsen harus memenuhi kewajiban produksi lokal (skema 1:1) sesuai dengan peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Komponen lokal yang dimaksud meliputi spesifikasi daya motor listrik dan kapasitas baterai yang setara dengan model CBU sebelumnya.

Jika kewajiban tersebut tidak terpenuhi, pemerintah berhak mencairkan dana jaminan yang telah diserahkan sebagai bukti komitmen investasi.

Pabrikan mobil listrik di Indonesia akan diuji ketangguhannya setelah insentif CBU berakhir. “Insentif memang mendorong penyebaran pasar, tetapi setelah tahun 2025 industri harus siap dengan basis produksi lokal yang kokoh,” katanya. (kontan)

Masa Garansi Tantangan Industri

Selain masalah insentif, GAIKINDO juga memperhatikan aspek layanan pascapenjualan serta keberlanjutan baterai. Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara mengungkapkan, masa garansi baterai kendaraan listrik biasanya berlangsung selama delapan tahun, tetapi pengelolaan limbah dan daur ulang setelah masa garansi masih menjadi tantangan bagi sektor industri.

Baca Juga  Gandeng Gen Z, Balai Pelestarian Kebudayaan Kenalkan Budaya Melalui Program Sakola Budaya

“Memang sudah ada upaya daur ulang, tetapi sistemnya masih berada di tahap awal. Industri perlu mempertimbangkan keberlanjutan baterai setelah masa garansi agar konsumen tetap merasa nyaman,” kata Kukuh.

Dengan tingkat pertumbuhan sekitar 30% per tahun, GAIKINDO memprediksi bahwa pangsa pasar BEV nasional akan tetap berada di kisaran 10% hingga akhir 2025, kemudian memasuki tahap peralihan menuju produksi dalam negeri pada 2026.

“Jika infrastruktur dan regulasi dapat berjalan seiring, kami yakin industri kendaraan listrik akan berkembang lebih baik dan berkelanjutan,” tutup Kukuh. (kontan)

Penjualan Kendaraan Listrik Berbasis BEV

Periode Januari–September 2025 

Total penjualan: 55.225 unit

BYD – 20.077 unit

Wuling – 8.345 unit

Denza – 6.775 unit

Chery – 6.170 unit

Aion – 4.405 unit

VinFast – 2.841 unit

Geely – 1.876 unit

Hyundai – 1.164 unit

Bengkel Morris (MG) – 1.123 unit

Neta – 487 unit

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB