Tantangan Emisi untuk Target Suhu 1,5 Derajat Celsius

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENCAPAIAN target iklim1,5 derajat Celsius dengan pengurangan 1,5 derajat Celsius mengalami penurunan 1,5 derajat Celsius yang berkurang 1,5 derajat Celsius dengan penurunan suhu 1,5 derajat Celsius yang menurunemisikarbon dianggap mungkin dilakukan melalui kerja sama sukarela melalui sistem pasar, sepertiperdagangan karbon, dan mekanisme non-pasar.

Salah satu mekanisme non-pasar adalah proyek Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang berupaya mengurangi emisi akibat deforestasi dan kerusakan hutan di Kalimantan Timur.

Jika mampu mengurangi emisi sebesar 122 juta ton CO2 maka akan adaresult based paymentsebesar 110 juta dolar AS,” ujar Riko Wahyudi, peneliti Research Center for Climate Change Universitas Indonesia, dalam acara diskusi yang diselenggarakan JustCOP secara virtual, Jumat, 7 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insentif ini diberikan karena Indonesia berhasil mengurangi emisi yang kemudian dicatat sebagai pencapaian target iklim nasional. Namun, jika pengurangan emisi dilakukan melalui sistem perdagangan karbon, hasilnya tidak dianggap sebagai capaian Indonesia karena emisi yang dihindari telah “dipertukarkan” dengan emisi yang dijual.

Dalam sistem perdagangan karbon, Riko menjelaskan dua konsep utama yang sering tumpang tindih:offset dan cap and trade. Mekanisme offsetbersifat sukarela dan berfungsi sebagai ganti rugi. Contohnya, perusahaan penerbangan yang tidak bisa langsung mengurangi emisi dapat membeli kredit karbon dari proyek yang melakukan penanaman hutan atau perlindungan lahan gambut. Dengan membeli kredit tersebut, perusahaan seolah-olah “menebus” emisi yang dihasilkannya.

Sementara itu, sistem cap and tradebersifat wajib. Pemerintah menetapkan batas maksimum emisi (cap) untuk sektor tertentu—misalnya pembangkit listrik. Jika sebuah PLTU mampu mengurangi emisi di bawah batas yang ditentukan, selisihnya bisa dijual kepada PLTU lain yang melebihi batas emisi.

Baca Juga  Perbedaan Nyeri Otot dan Cedera: Tetap Waspada!

Riko menjelaskan, kebijakan pasar karbon di Indonesia saat ini lebih banyak bersifat basisoffsetSektor hutan dan lahan menjadi prioritas utama karena dianggap paling mudah “dipasarkan” sebagai penyerap karbon. Namun, menurutnya pendekatan ini belum cukup untuk mencapai target suhu global.

Padahal, jika tujuan akhirnya adalah membatasi kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius, kita perlu mengurangi emisi dari sumbernya,” katanya. “Jika sektor energi tidak diubah, semua ini hanya menunda krisis.

Ia juga menyoroti isu tata kelola dan kejelasan informasi. Sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi di Indonesia dinilai belum cukup terbuka. Data antarlembaga sering tidak sejalan, sementara mekanisme pertanggungjawaban publik masih kurang kuat.

“Bahkan baseline“emisi di sektor kehutanan masih menjadi perdebatan,” kata Riko. “Jikabaseline-nya saja belum kuat, bagaimana kita bisa menjual kredit karbon ke luar negeri?”

Kondisi ini berisiko menimbulkan double accounting, yaitu penurunan emisi yang diklaim dua kali, baik oleh proyek maupun oleh negara. Riko memberikan contoh sistem perdagangan karbon di Uni Eropa yang lebih berkembang. Di sana, Emission Trading System (ETS) dibangun dengan infrastruktur data yang kuat serta mekanisme hukuman yang ketat bagi pelanggar batas emisi.

Indonesia, meskipun sudah memiliki pasar karbon, dinilai belum mencapai tahap tersebut. “Masih banyak peraturan pelaksana yang belum tersedia.”Cap(batas atas) masih belum ditetapkan sehingga perdagangan karbon di dalam negeri belum berlangsung,” katanya.

Selain tantangan teknis, Riko menekankan peran penting diplomasi Indonesia dalam negosiasi iklim global. “Saya selalu mengatakan, karena saya juga terlibat dalam proses negosiasi, bahwa Indonesia meskipun bersikap pasif tetap akan diperhatikan,” katanya.

Menurutnya, perhatian global terhadap Indonesia tidak lepas dari posisinya sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Kongo. Selain itu, Indonesia juga telah menunjukkan berbagai komitmen iklim, termasuk upaya dalam transisi energi serta kebijakan pengurangan emisi di berbagai sektor.

Baca Juga  Buaya 4 Meter Ditemukan Mati Terjerat Tali di Sungai Jerambah Gantung

Namun, perhatian tersebut harus seimbang dengan kesiapan teknis dan kebijakan agar komitmen iklim Indonesia dapat dilaksanakan secara nyata. “Yang menjadi fokus kita adalah bagaimana kesiapan kita,” katanya.

Berita Terkait

Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain Bologna vs Napoli di Serie A
Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu
Heboh 3I/ATLAS, Ini Fakta ‘Alien’ Menurut Sains dan Ulama
Dari Saluran Air Jadi Berkah: Warga Belajar dari Aliran Air
Viral, Pemain Persib Kena Tilang Polisi Malaysia, Terkejut Tahu Robi Darwis Prajurit TNI
Usaha Daffa Wardhana Membuat Hadiah Ultah Ariel Tatum, Hasilnya Menakjubkan dan Disukai Banyak Orang
7 Trik Pintar Menggunakan AI ala Ahli Keuangan
Susunan Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025: Panduan Lengkap PDF dan Aturan Baju Profesi

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 14:14 WIB

Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain Bologna vs Napoli di Serie A

Minggu, 30 November 2025 - 13:29 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 November 2025 - 10:28 WIB

Dari Saluran Air Jadi Berkah: Warga Belajar dari Aliran Air

Minggu, 30 November 2025 - 06:43 WIB

Viral, Pemain Persib Kena Tilang Polisi Malaysia, Terkejut Tahu Robi Darwis Prajurit TNI

Minggu, 30 November 2025 - 05:58 WIB

Usaha Daffa Wardhana Membuat Hadiah Ultah Ariel Tatum, Hasilnya Menakjubkan dan Disukai Banyak Orang

Minggu, 30 November 2025 - 05:13 WIB

7 Trik Pintar Menggunakan AI ala Ahli Keuangan

Minggu, 30 November 2025 - 01:27 WIB

Susunan Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025: Panduan Lengkap PDF dan Aturan Baju Profesi

Minggu, 30 November 2025 - 00:42 WIB

Update Terbaru: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, KPAI Siap Bantu

Berita Terbaru

Teknologi

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 Nov 2025 - 13:29 WIB