AdinJava, JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Kemampuan Akademik (UKA) diSMAN 8 Jakartatelah dilaksanakan sesuai dengan prosedur, peraturan, dan sangat bersifat jujur.
Ini dilakukan untuk menjaga keutuhan seluruh pihak terkait di sekolah serta perkembangan pendidikan baik saat di SMA maupun nanti ketika kuliah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Drs. Ubaidillah, M.Pd dan Ketua Komite Sekolah SMAN 8 Jakarta masa jabatan 2025-2028, Farchad Mahfud dalam pernyataan tertulis, Jumat (8/11/2025).
Ubaidillah menyatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya memutuskan pelaksanaan TKA dalam satu gelombang, yaitu pada gelombang pertama dan sesi pertama.
Mungkin ini satu-satunya institusi pendidikan yang memiliki jumlah siswa sebanyak 351 orang dengan pelaksanaan yang demikian (satu gelombang, satu sesi).
“Kami juga menerapkan pengawasan lintas. Petugas yang bertugas mengawasi di SMAN 8 Jakarta sangat terkesan dengan pelaksanaannya,” kata Ubaidillah.
Di sisi lain, Ketua Komite Sekolah SMAN 8 Jakarta Farchad Mahfud menyatakan bahwa pelaksanaan TKA yang berjalan sesuai prosedur, aturan, dan penuh dengan integritas ini tidak terlepas dari semangat yang sangat tinggi dalam menjunjung nilai-nilai integritas selama proses pendidikan.
Berdasarkan pendapat Farchad, persiapan dan pelaksanaan Ujian Kemampuan Akademik di SMAN 8 Jakarta merupakan bentuk kerja sama kolaboratif antara Komite Sekolah dengan Unit Pelaksana Pendidikan di SMAN 8 Jakarta.
“Komite Sekolah memberikan saran secara tertulis kepada pihak SMAN 8 sejak awal mengenai pentingnya melakukan perubahan-perubahan yang dianggap diperlukan dalam menghadapi TKA 2025,” kata Farchad yang juga menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta.
Farchad, yang juga merupakan orang tua siswa dan lulusan SMAN 8 Jakarta, menambahkan bahwa Komite Sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa dan sekolah menginisiasi pelaksanaan sosialisasi TKA yang pertama kali diadakan. Hal ini sebagai bentuk kebijakan Kemendikdasmen, bahkan Komite Sekolah mengundang Badan SKAP Kemendikdasmen sebagai narasumber untuk menjelaskan makna dan peran TKA.
Dari segi persiapan siswa, Farchad mengungkapkan bahwa telah dilakukan peningkatan pembelajaran melalui bimbingan belajar tambahan untuk siswa kelas XII.
Komite Sekolah bekerja sama dengan Alumni SMAN 8 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta menyelenggarakan Bimbingan Tes Alumni untuk membantu persiapan dan simulasi TKA secara berkala setiap minggu.
Selain itu, lanjut Farchad, Komite Sekolah memastikan tersedianya alat dan fasilitas pendukung yang memadai seperti laptop dan jaringan internet berkecepatan tinggi agar pelaksanaan TKA dapat dilakukan oleh seluruh siswa dalam satu gelombang.
Peningkatan kecepatan internet hingga 500 mbps dilakukan, serta penyediaan laptop dan penambahan jaringan LAN di setiap kelas.
“Secara keseluruhan Komite Sekolah SMAN 8 Jakarta mengapresiasi peran SMAN 8 Jakarta serta seluruh pihak yang bekerja sama dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan TKA 2025. Semua ini dilakukan demi mewujudkan Visi Pendidikan SMAN 8 Jakarta yaitu mencapai 100% kelulusan dan penerimaan siswa kelas XII 2025/2026 di PTN pilihan,” ujar Farchad.
Persiapan Matang
Agar pelaksanaan TKA 2025 berjalan lancar dan berhasil, Ketua Panitia Pelaksana TKA SMAN 8 Jakarta, Fronika Munte menyampaikan, persiapan serta penyelenggaraan TKA di SMA Negeri 8 Jakarta telah dimulai sejak bulan September.
Persiapan mencakup memastikan ketersediaan jaringan internet yang stabil dengan kecepatan yang cukup untuk 20 ruangan, masing-masing dilengkapi 20 kabel LAN.
Sekolah, menurut Fronika, juga menyediakan komputer cadangan serta membantu siswa yang tidak memiliki laptop.
Kursi disusun dalam bentuk huruf U agar memudahkan pengawasan. Pelaksanaan TKA diawasi oleh pengawas dari universitas secara acak melalui Zoom dan pendamping pengawas dari Dinas Pendidikan Jakarta.
Pada pelaksanaannya, pengawas silang berasal dari lima institusi pendidikan, dengan total 20 orang pengawas, dan para pengawas dilarang membawa ponsel. Jumlah peserta TKA mencapai 351 siswa, hadir sesuai jadwal, serta pelaksanaan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Pelaksanaan TKA di SMA Negeri 8 Jakarta mendapatkan apresiasi dari pengawas universitas karena ketertiban dan pengawasan yang baik. Sekolah memilih sesi dan gelombang pertama (3-4 November) untuk menjaga kejujuran.
Mengenai pelaksanaan TKA 2025, Fronika Munte menyampaikan harapan agar isu TKA gelombang kedua yang telah terbocor pada gelombang pertama tidak muncul kembali, terutama jika hal tersebut terjadi dalam pelaksanaan tahun depan.
“Kami dari SMAN 8 Jakarta berharap soal dalam setiap sesi dan gelombang berbeda agar dapat meminimalkan kecurangan,” katanya.
Seorang peserta TKA dari SMAN 8 Jakarta, Farrel, menyatakan bahwa dari segi soal, TKA 2025 ini cukup sulit bagi siswa SMA karena jenis soalnya mirip dengan soal OSN.
“Namun demikian, kami sebagai siswa SMAN 8 Jakarta berusaha menyelesaikan soal sebaik mungkin dan semaksimal mungkin,” katanya.
Apa yang disampaikan Farrel sebenarnya mewakili teman-temannya yang mengikuti TKA, meskipun soalnya cukup sulit, namun siswa mampu menyelesaikannya karena sebelumnya telah melakukan latihan dan bimbingan dari guru-guru.(fri/jpnn)






