Dari Apa Besi Dibuat? Ini Jawabannya

- Editor

Senin, 10 November 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Apa Besi Dibuat? Ini Jawabannya

Besi adalah bahan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari rumah, jembatan hingga bangunan-bangunan bertingkat kantor juga memanfaatkan besi. Namun, prosesnya tidak secepat yang terlihat, besi melalui tahapan panjang sebelum menjadi benda-benda yang ada di sekitar kita.

Dalam prosesnya, besi tidak hanya diambil dari tambang tetapi juga melalui proses pemanasan pada suhu yang sangat tinggi. Selanjutnya, dari apa saja bahan yang digunakan untuk membuat besi? Artikel ini membahas asal usul besi hingga bagaimana cara menghasilkan besi.

1. Sejarah perkembangan besi

Sebelum memahami lebih dalam, sebaiknya mengenal sejarah perkembangan logam besi. Dilansir dariLive Science, Besi diperkirakan telah dikenal sejak 5.000 tahun yang lalu, berasal dari meteor yang jatuh ke Bumi. Para ilmuwan menemukan perhiasan besi yang diperkirakan berasal dari tahun 3.200 SM di Mesir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring berkembangnya, teknologi pengolahan besi menyebar dari Mesir ke Timur Tengah sejak tahun 1.300 SM. Selanjutnya, teknologi ini menyebar ke Turki, kemudian ke Yunani, dan akhirnya menyebar ke seluruh Eropa. Teknologi produksi besi tiba di Britania dan Prancis pada tahun 800 SM, serta baru sampai di Irlandia pada tahun 500 SM.

Namun di Indonesia belum ada informasi pasti mengenai kapan besi mulai diproduksi. Namun, sejak abad ke-8 telah dikenal daerah yang menjadi pusat pengrajin logam yaitu Tanggung dan Kedok, Jawa Tengah. Jejak penggunaan besi terlihat dari berbagai peralatan rumah tangga seperti parutan, cetakan, pisau, dan lainnya.

2. Arti besi dan sifat-sifatnya

Besi atau iron dalam bahasa Inggris, merupakan kata yang berasal dari bahasa Anglo Saxon. Dalam bahasa tersebut,iron adalah irenyang berarti logam murni. Penamaan ini digunakan karena besi atauiron digunakan dalam pembuatan pedang selama Perang Salib. Nama latinnya adalah Ferrum dengan simbol atom Fe.

Baca Juga  Fadly Alberto: Pelajaran Berharga Usai Timnas U17 Kalah 0-4 dari Brasil

Di dalam unsur kimia, besi merupakan bagian dari kelompok logam 8 (VII b) pada tabel periodik. Unsur ini menempati posisi keempat terbanyak di kerak bumi. Setelah unsur oksigen, silikon, dan aluminium. Besi juga termasuk dalam logam yang paling melimpah kedua setelah aluminium.

Sebagai salah satu komponen kimia, dikutip dariLive Science, besi memiliki nomor atom 26 dengan massa atom 55,845 dan kerapatan sebesar 7,874 gram per kubik sentimeter. Titik leleh logam ini adalah 1.538 derajat celcius serta titik didihnya mencapai 2.861 derajat celcius. Terdapat sebanyak 33 isotop dan 4 di antaranya merupakan isotop stabil.

3. Proses pembuatan besi

Dalam alam, logam besi tidak ditemukan dalam bentuk murni. Hanya besi yang berasal dari meteorit yang jatuh ke Bumi yang bisa dianggap sebagai logam murni. Di alam, bijih besi terdapat dalam bentuk hematit (Fe2O3) dan magnetit (Fe3O4) yang menjadi sumber asli dari logam besi. Untuk meningkatkan kadar besi, diperlukan proses pemanasan agar dapat diolah menjadi berbagai barang yang kita temui sehari-hari.

Secara sederhana, tahapan prosesnya meliputi penghancuran, penggilingan, pemisahan, pemanasan, kalsinasi, pembuatan pellet, reduksi, dan akhirnya produksi besi kasar. Bijih besi dihancurkan dan disaring hingga berukuran 120 mesh. Setelah proses tersebut, bijih besi masih mengandung logam dan non logam. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemisahan menggunakan magnet dan air, yang dikenal sebagai metode magnetik.

Setelah itu, bijih besi diolah melalui proses kalsinasi dengan tujuan mengurangi kadar air serta zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi. Proses ini dilakukan dengan menyemprotkan gas panas ke dalam tabung yang berputar. Hasil dari kalsinasi tersebut kemudian dibentuk menjadi pellet atau bola-bola kecil.

Baca Juga  Tak Ingin Gerindra Jadi Perlindungan Politik, Bawahan Prabowo Menolak Budi Arie Bergabung

Pellet kemudian dipanaskan kembali bersama kokas dan batu kapur untuk menangkap kotoran atau unsur lain. Proses ini dilakukan melalui reduksi bertahap agar diperoleh besi yang diinginkan. Proses ini menghasilkan dua produk, yaitu besi cair yang dibentuk menjadi pig iron dan slag sebagai limbah sampingan.

4. Berbagai metode dalam pembuatan besi

Saat ini, proses pembuatan besi semakin maju. Pabrik-pabrik yang memproduksi besi menerapkan dua metode dalam memproses bijih besi. Metodenya adalah sebagai berikut ini

  • Blast Furnace

Pengolahan bijih besi dengan blast furnace membutuhkan bijih besi dan kokas sebagai reduktor serta bahan baku utama. Kekurangan dari proses ini adalah menghasilkan jumlah karbondioksida yang cukup besar serta memerlukan biaya investasi yang tinggi di awal. Namun keunggulannya adalah lebih mudah dalam menghasilkan baja berkualitas tinggi.

  • Electric arc furnace

Berbeda dengan furnace sebelumnya, electric arc furnace menggunakan listrik. Sementara bahan utamanya adalah besi bekas. Keunggulan alat ini adalah biaya yang lebih terjangkau dan kebutuhan ruang yang tidak terlalu besar. Namun kelemahannya adalah memerlukan waktu yang lebih lama dalam prosesnya.

5. Besi dalam tubuh manusia

Tidak hanya alam, manusia juga memiliki zat besi dalam tubuhnya. Bila kekurangan, manusia dapat mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Warna merah dalam darah ini terjadi akibat reaksi kimia antara besi dan oksigen.

Tidak hanya manusia, fitoplankton hingga bakteri kecil di laut juga memerlukan besi untuk melakukan proses fotosintesis. Namun, fenomena ini dapat membahayakan hewan laut karena memicu pertumbuhan alga. Akibatnya, lautan menjadi penuh dengan racun.

Besi yang digunakan dalam berbagai keperluan ternyata terdiri dari komponen-komponen tertentu yang memerlukan penjelasan yang cukup panjang. Besi merupakan unsur kimia alami yang berasal dari bijih besi dan diproses secara khusus agar diperoleh logam besi murni. Selain itu, manusia dan makhluk hidup lainnya juga mengandung zat besi di dalam tubuh mereka.

Baca Juga  Kementan Tekankan Netralitas ASN dan Kepedulian Media

Memperkenalkan Ilmu Pengetahuan Sejak Dini Di Nutrilon Royal Science Camp 2025 5 Fakta Tanaman Es, Mampu Menyerap Logam Berbahaya dari Tanah yang Terkontaminasi

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB