PGEO Eksplor Panas Bumi untuk Kebutuhan Industri

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava.CO.ID – JAKARTA.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus mendorong perkembangan energi panas bumi di Indonesia. Bukan hanya untuk kebutuhan listrik, PGEO juga mulai giat mengembangkan panas bumi untuk keperluanoff-gridatau di luar bidang listrik.

Kepala Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy, Edwil Suzandi menyampaikan bahwa PGEO memiliki inisiatif yang dikenal sebagai Beyond Electricity atau pemanfaatan energi panas bumi dalam berbagai bidang industri dengan harapan mampu mempercepat perkembangan sektor manufaktur di Indonesia.

Paling tidak, terdapat tiga proyek PGEO yang terkait dengan Beyond Electricity.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama adalah pilot proyek pengembangan Hidrogen Hijau di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu di Lampung, yang mana PGEO bekerja sama dengan Toyota Indonesia sebagai calonofftaker.

Melalui inisiatif ini, PGEO bertujuan untuk menciptakan ekosistem hidrogen hijau yang terintegrasi di Indonesia, termasuk memperluas skala industri tersebut.

Tujuan dari proyek pilot ini bukanlah untuk dijadikan produk komersial, tetapi untuk menguji sejauh mana efisiensi teknologi tersebut.electrolyzerserta menentukan biaya produksi dan kemampuan komersial hidrogen hijau di masa depan.

“Target commisioning“proyek ini akan dilaksanakan pada 2026 mendatang,” katanya dalam paparan publik, Senin (3/10/2025).

Kedua, PGEO memiliki program Green Ammonia atau Hidrogen Hijau bersama PT Pertamina Gas (Pertagas).

Hidrogen hijau merupakan salah satu komoditas penting di masa depan, dengan pemanfaatannya bisa mencakup produk pupuk hingga bahan bakar untuk kapal angkatan laut.

Bila telah dikembangkan dengan baik, produk ini juga mampu diekspor ke berbagai negara. Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap analisis kelayakan.

Ketiga,PGEO mulai mengembangkan proyek Green Data Center atau pusat data yang menggunakan panas bumi sebagai sumber energi utama. Hal ini didukung oleh sifat panas bumi yang bersifatbase load atau mampu menghasilkan listrik yang ramah lingkungan secara konsisten sepanjang 24 jam.

Baca Juga  Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Kini Dibawah Pengawasan Penuh Polisi dan KPAI

Lokasi pengembangan Green Data Center pada tahap awal berada di WKP Kamojang, Jawa Barat yang telah memiliki sumber panas bumi yang stabil dan infrastruktur yang lebih berkembang, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi data center.

Sampai saat ini, PGEO telah menandatanganijoint agreement dengan calon mitra dalam mengembangkan Green Data Center. “Proses FID (Final Investment Decision) diharapkan dapat dilakukan pada akhir tahun 2025,” ujar Edwil.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Julfi Hadi mengatakan, inisiatif Beyond Electricity tidak hanya bertujuan sebagai diversifikasi bisnis bagi PGEO, tetapi juga merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghasilkan nilai tambah dari aset panas bumi yang sudah ada (eksisting).

Tidak diragukan lagi, bisnis listrik panas bumi memiliki margin yang terbatas dan sangat bergantung pada harga jual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan adanya proyek seperti Green Hydrogen, Green Ammonia, dan Green Data Center, PGEO mampu memaksimalkan aset panas bumi yang sudah ada tanpa perlu membangun sumur baru, sehingga perusahaan ini berpeluang meraih laba lebih cepat sekaligus menciptakan pendapatan tambahan.

Jadi arah kami ke depannya tidak hanya sekadar menjadi penyedia listrik, tetapi menjadiclean energy companydengan portofolio yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Julfi.

Selanjutnya, Julfi menegaskan bahwa inisiatif Beyond Electricity merupakan bagian dari strategi PGEO dalam meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan (2028–2029). Sementara itu, dalam jangka panjang atau dalam waktu 8–10 tahun mendatang, PGEO berharap menjadi perusahaan panas bumi yang mengelola kapasitas terpasang mencapai 3 GW.

Sampai saat ini, PGEO mengelola 15 WKP dengan kapasitas 1.932 megawatt (MW), yang terdiri dari 727 MW dikelola sendiri atau secara langsung, sedangkan 1.205 MW lainnya melalui skemaJoint Operation Contract (JOC). Capaian ini membuat PGEO berkontribusi sekitar 70% terhadap kapasitas panas bumi nasional.

Baca Juga  Perjuangan Asri Welas, Ibu dan Ayah Sejati untuk Tiga Anaknya, Siap Menginspirasi

Tindakan jangka pendek telah dilakukan PGEO guna mencapai target kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 GW. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan Commercial on Date (COD) untuk proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 di Sumatra Selatan yang memiliki kapasitas 55 MW pada Juni 2025.

Selain itu, di akhir tahun ini, PGEO berencana memulai proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 yang memiliki kapasitas 55 MW pada akhir 2025 mendatang. Proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 447,75 juta ini diperkirakan akan mencapai titik operasi komersial pada 2029.

PGEO telah memulai proses pengeboran sumur untuk proyek PLTP Gunung Tiga di Lampung yang memiliki kapasitas 2×27,5 MW dengan nilai investasi sebesar US$ 298,3 juta. Proyek ini direncanakan mencapai titik operasional pada tahun 2029 dan 2030.

Proyek PGEO lainnya, yaitu PLTP Kotamobagu di Sulawesi Utara dengan kapasitas 50+14 MW telah mendapatkan persetujuan FID dan direncanakan akan menyelesaikan penggalian pertamanya pada tahun 2026. Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 448,92 juta dan diharapkan akan mencapai titik operasional pada 2030.

Terdapat pula proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun di Bengkulu dengan kapasitas 2×30 MW dan direncanakan selesai pada tahun 2030. Sampai saat ini, besaran investasi proyek tersebut belum diumumkan oleh PGEO.

Kami berharap menyelesaikan studi kelayakan untuk proyek Bukit Daun pada akhir tahun ini, lalu melanjutkan ke PPA (Power Purchase Agreement) dengan PLN,” jelas Edwil.

Sebagai informasi, PGEO mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,20%year on year (yoy) mencapai 318,86 juta dolar AS per kuartal III-2025. Namun, pada periode yang sama, laba bersih PGEO turun 22,18% yoy menjadi 104,26 juta dolar AS.

Baca Juga  UT, Pionir Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia yang Menggunakan Berbagai Bentuk

Dari segi operasional, PGEO mencatatkan produksi listrik sebesar 3.744 gigawatt hour (GWh) pada kuartal III-2025, meningkat 4,06% year on year dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, produksi listrik PGEO diperkirakan mencapai 4.978 GWh, sementara pada 2026 mendatang diprediksi akan tumbuh menjadi 5.100 GWh.

Berita Terkait

Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain Bologna vs Napoli di Serie A
Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu
Heboh 3I/ATLAS, Ini Fakta ‘Alien’ Menurut Sains dan Ulama
Dari Saluran Air Jadi Berkah: Warga Belajar dari Aliran Air
Viral, Pemain Persib Kena Tilang Polisi Malaysia, Terkejut Tahu Robi Darwis Prajurit TNI
Usaha Daffa Wardhana Membuat Hadiah Ultah Ariel Tatum, Hasilnya Menakjubkan dan Disukai Banyak Orang
7 Trik Pintar Menggunakan AI ala Ahli Keuangan
Susunan Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025: Panduan Lengkap PDF dan Aturan Baju Profesi

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 14:14 WIB

Prediksi Skor, H2H, dan Susunan Pemain Bologna vs Napoli di Serie A

Minggu, 30 November 2025 - 13:29 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 November 2025 - 10:28 WIB

Dari Saluran Air Jadi Berkah: Warga Belajar dari Aliran Air

Minggu, 30 November 2025 - 06:43 WIB

Viral, Pemain Persib Kena Tilang Polisi Malaysia, Terkejut Tahu Robi Darwis Prajurit TNI

Minggu, 30 November 2025 - 05:58 WIB

Usaha Daffa Wardhana Membuat Hadiah Ultah Ariel Tatum, Hasilnya Menakjubkan dan Disukai Banyak Orang

Minggu, 30 November 2025 - 05:13 WIB

7 Trik Pintar Menggunakan AI ala Ahli Keuangan

Minggu, 30 November 2025 - 01:27 WIB

Susunan Upacara Hari Pahlawan 10 November 2025: Panduan Lengkap PDF dan Aturan Baju Profesi

Minggu, 30 November 2025 - 00:42 WIB

Update Terbaru: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Sadar, KPAI Siap Bantu

Berita Terbaru

Teknologi

Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

Minggu, 30 Nov 2025 - 13:29 WIB