TAMIANG LAYANG, tujuhmenit.com,— Tingkat kemiskinan di Kabupaten Barito Timur (Bartim) dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, di bawah kepemimpinan Bupati M. Yamin dan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu, berhasil ditekan dari 6,66 % pada tahun 2024 menjadi 6,1 % pada tahun 2025.
Hal ini terungkap pada acara “Terima Kasih Masyarakat Kabupaten Barito Timur” yang digelar di Komplek Hotel Watas Asri, Rabu (21/1/2026).
Pada kesempatan tersebut Bupati Yamin menyampaikan capaian strategis di berbagai sektor yang telah berhasil dilakukan semasa kepemimpinannya, sejak dilantik oleh Presiden pada 20 Februari 2025.
“Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan kepada pasangan Yamin–Adi,” kata Bupati Yamin.
Mengusung visi dan motto Bartim SEGAH (Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis) menuju Gumi Jari Janang Kalalawah, Bupati Yamin memaparkan capaian strategis di berbagai sektor lainnya.
“Alhamdulillah, APBD Bartim Tahun Anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp1,423 triliun, dengan realisasi belanja mencapai 82,02 % dan realisasi pendapatan 95,23 % dari target yang ditetapkan. PAD bahkan melampaui target dengan capaian 103,72 %,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati Yamin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bartim kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Daerah Tahun 2024.
“Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah terbentuk di 103 desa dan kelurahan, dengan ribuan anggota aktif. Program Manfaat Bersama (MBG) juga terus diperluas, dengan lebih dari 10.800 masyarakat telah menerima manfaat.
“Dukungan pemerintah pusat dan provinsi dimanfaatkan untuk penguatan layanan kesehatan, pertanian, infrastruktur, dan air bersih di berbagai wilayah,” katanya.
Meski mencatat sejumlah capaian, Bupati Yamin menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap menyadari adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan layanan kesehatan dan pendidikan. (Hj. BYT)






