Bonek Turunkan Ekspektasi, Performa Persebaya Tidak Memuaskan, Harga Tiket Naik!

- Editor

Rabu, 12 November 2025 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJava— Pendukung Persebaya Surabaya mulai mengurangi harapan setelah melihat kinerja tim yang belum stabil hingga pekan ke-12 Liga Super 2025/2026. Keluhan muncul karena yang dirasakan justru kenaikan harga tiket, bukan peningkatan prestasi di lapangan.

Hasil imbang 1-1 saat berkunjung ke kandang Persik Kediri, Jumat (7/11/2025), mencerminkan situasi tim yang masih naik turun.

Persebaya Surabaya tampil dengan semangat tinggi, menghasilkan beberapa kesempatan, tetapi gagal memperoleh kemenangan yang diperlukan untuk naik ke papan atas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudro sebenarnya sempat memunculkan harapan.

Persebaya Surabaya lebih dulu unggul melalui Catur Pamungkas yang memanfaatkan bola rebound setelah tendangan Gali Freitas diblok oleh kiper Leonardo Navacchio.

Namun, momentum tersebut hilang setelah Francisco Rivera mendapatkan kartu merah langsung pada menit ke-76.

Kondisi 10 lawan 11 menyebabkan Persebaya Surabaya kehilangan kendali dalam pertandingan, sehingga Persik mampu mencetak gol penyama kedudukan di sisa waktu pertandingan.

Persebaya Surabaya masih memiliki beberapa kesempatan bagus untuk memastikan kemenangan, seperti tendangan Dime Dimov dan finishing Bruno Moreira pada menit akhir.

Namun, sentuhan akhir yang tidak tajam membuat kesempatan itu hilang begitu saja.

Satu poin tambahan akhirnya hanya membuat Persebaya Surabaya bertahan di peringkat ke-9 klasemen dengan 15 angka. Sementara tujuan awal musim yang sempat mengarah ke papan atas kembali terasa semakin jauh.

Kekhawatiran muncul dari para penggemar yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung fanatik tim kesayangan kota.

Akun fanbase @tribunpersebaya mengirimkan komentar yang menarik perhatian dan menjadi topik pembicaraan, “Turunkan harapan terhadap klub kesayangan kalian. Yang naik hanya harga tiket, bukan prestasi.”

Komentar tersebut memicu gelombang tanggapan yang serupa dari para penggemar Bonek lainnya.

Baca Juga  Prediksi Skor dan Susunan Pemain Aston Villa vs Bournemouth di Premier League

Banyak orang merasa Persebaya Surabaya kembali mengulangi kebiasaan musim sebelumnya: performa yang tidak konsisten, target besar yang tidak tercapai, dan para penggemar kembali harus menerima kekecewaan.

“Benar sudah, yang penting bertahan saja alhamdulillah, angin-anginan mainnya,” tulis seorang Bonek yang menggambarkan situasi pertandingan yang tidak menentu.

Banyak orang menganggap kondisi ini telah menjadi siklus tahunan yang terus berulang tanpa adanya penyelesaian yang signifikan.

“Target juara tidak sesuai harapan, meskipun sudah membeli tiket ilegal, pertandingan di bawah ekspektasi membuat kecewa,” komentar lainnya yang menyoroti kesenjangan antara biaya dukungan dan hasil yang diterima.

Penggemar merasa perlu mengeluarkan uang lebih banyak tetapi kinerja di lapangan tidak meningkat.

Dari Persebaya kita belajar arti dari tidak memiliki harapan,” tulis salah satu komentar yang bernada sarkastik. Sementara komentar lain lebih objektif, “Target juara… cukup lolos degradasi saja sudah bersyukur.

Dari 10 pertandingan yang dijalani oleh Persebaya Surabaya di bawah arahan Eduardo Perez, secara statistik mereka berhasil meraih 4 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 3 kekalahan.

Mereka mencetak 12 gol dan kemasukan 10 gol dengan rata-rata poin sebesar 1,50 per pertandingan.

Nomor tersebut menunjukkan bahwa tim cukup mampu bersaing untuk bertahan di tengah, tetapi belum cukup memadai untuk bersaing di papan atas.

Kemampuan bermain masih kurang stabil, terutama dalam menyelesaikan pertandingan dan mengambil keputusan penting saat situasi mendesak.

Di sisi lain, tekanan dari para pendukung sangat besar. Persebaya Surabaya merupakan sebuah klub yang memiliki basis penggemar yang luas, identitas yang jelas, serta sejarah penuh semangat sehingga harapan selalu tinggi setiap musimnya.

Namun keadaan saat ini membuat para pendukung memilih untuk mengendalikan perasaannya. Daripada bersorak untuk kemenangan, banyak yang kini hanya berharap tim tampil stabil dan tidak terjebak di zona degradasi.

Baca Juga  Lewat Program Polantas Menyapa, Samsat Cimareme Bimbing Masyarakat Urus Dokumen Kendaraan Sesuai Aturan

Kesedihan tidak berarti meninggalkan dukungan, melainkan lebih merupakan bentuk peringatan.

Bonek berharap manajemen dan tim lebih memperhatikan kekhawatiran yang muncul, khususnya mengenai hubungan antara harga tiket, kualitas pertandingan, serta komitmen dalam meraih prestasi.

Persebaya Surabaya masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa karena musim belum berakhir. Namun, momentum harus segera dimanfaatkan agar musim ini tidak kembali ditutup dengan label “nyaris” dan “seharusnya bisa lebih baik.”

Bagi penggemar Persebaya Surabaya, rasa cinta terhadap klub tersebut tak akan pernah memudar.

Namun kini mereka memutuskan untuk bersikap lebih realistis, sekaligus mengingatkan pihak klub agar tidak hanya fokus pada angka pendapatan, tetapi juga rasa bangga yang semestinya dirasakan setiap kali menggunakan jersey hijau kebesaran Surabaya.

Berita Terkait

“Polantas Menyapa” Tetap Rutin di Samsat Cimahi, Pastikan Registrasi Kendaraan Berjalan Lancar
Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Cimahi Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
Polantas Menyapa Samsat Cimareme: Edukasi Cek Fisik Kendaraan yang Benar, Tanpa Biaya Sepeserpun
Lebih dari Sekadar Pelayanan, Polantas Menyapa Ciptakan Pengalaman Baru di Samsat Cimahi
Lewat Polantas Menyapa, Urus Pajak Kendaraan di Samsat Cimareme Kini Lebih Mudah dan Ramah
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Terus Hadirkan Pelayanan Humanis di Samsat Cimareme
Warga Sambut Baik Edukasi Samsat dan Keselamatan dari Polantas Menyapa Polres Cimahi
Di Samsat Cimahi, Satlantas Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:14 WIB

Mayat Wanita Dalam Kardus Hebohkan Warga Babakan Ciparay

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:41 WIB

Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:37 WIB

Calon Jemaah Haji Asal Sukabumi Jadi Korban Penipuan. Dokumen Keberangkatan Palsu!

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:32 WIB

Dugaan Perusakan Fasum Milik Pemkot Cimahi, Kepala BPKAD Sebut Kewenangan Sebenarnya Ada di Sekda Sebagai Pengelola

Senin, 12 Januari 2026 - 23:25 WIB

Endang Terima Langsung Somasi Kuasa Hukum Keluarga MPS

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:16 WIB

Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban Sengatan Listrik PJG Dishub, Komisi III DPRD Kota Cimahi Akan Periksa Semua Pekerjaan

Berita Terbaru

Hampir 2.000 orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (01/9/2026) hingga Kamis (03/9/2026). Foto: Ilustrasi

Peristiwa

Dilematis, Dalam Waktu 3 Hari 2 Ribu Orang Keracunan MBG

Minggu, 6 Sep 2026 - 05:46 WIB