Hamparan Pasir dan Suara Ombak Pantai Lhok Bubon Aceh Barat

- Editor

Kamis, 20 November 2025 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputan Jurnalis Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

AdinJava, MEULABOH –Suara ombak yang bergemuruh terdengar lembut di tepi Pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Angin laut berhembus perlahan membawa aroma asin khas daerah pesisir, menyambut setiap pengunjung yang datang pada akhir pekan.

Di langit yang berwarna biru, beberapa anak tampak berlari di tepi pantai, sementara para orang tua duduk santai di kafe-kafe kecil yang teratur berjejer di tepi pasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Samudra di sini tenang dan nyaman. Anak-anak dapat bermain air tanpa merasa takut dengan ombak yang besar,” kata Suherman, Kepala Lhok Bubon, kepada AdinJava, Minggu (26/10/2025).

Pantai ini terkenal akan ombak yang ramah. Jaraknya sekitar dua kilometer dari Jalan Nasional Meulaboh–Banda Aceh, sehingga akses ke lokasi sangat mudah dicapai, baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Pantai Lhok Bubon bukanlah tempat yang asing. Selama lebih dari 50 tahun, pantai ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.

Dulunya, area ini hanya dikenal sebagai tempat nelayan mengikat perahu dan mengeringkan hasil tangkapan. Namun seiring berjalannya waktu, keindahan alaminya mulai menarik perhatian penduduk setempat.

Sekarang, setiap akhir pekan dan hari libur nasional, area ini selalu ramai dikunjungi orang. “Pada hari Minggu, terlebih saat meugang mendekati Ramadhan atau libur Lebaran, pantai ini sangat penuh,” kata Suherman sambil tersenyum dengan bangga.

Para pengunjung datang untuk menikmati pemandangan laut yang tenang, pasir putih yang halus, serta keindahan terumbu karang alami yang masih terjaga. Pemandangan matahari terbenam di ufuk barat menjadi momen yang selalu dinantikan.

UKM Berkembang di Sekitar Pantai

Kehadiran pengunjung memberikan manfaat khusus bagi warga sekitar. Dari total 84 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 274 jiwa, kini sekitar 30 KK bergantung pada kegiatan ekonomi di wilayah pantai.

Baca Juga  Penyaluran BLT Kesra 900 Ribu Dikebut, Hanya Sampai 20 November 2025

“Dulunya kami hanya sebagai nelayan, sekarang bisa juga berjualan di sini. Ada tambahan rezeki,” kata Nurhayati, seorang penjual ikan bakar yang membuka kios di tepi pantai.

Warungnya sederhana dengan dinding kayu dan atap rumbia, tetapi selalu ramai dikunjungi pelanggan. Ia mengatakan, pada hari libur besar, pendapatannya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Selain menjual makanan dan minuman, penduduk juga membuka bisnis kecil lainnya seperti penyewaan ban pelampung, area parkir, serta penjualan hasil laut segar.

Kedatangan para wisatawan turut mendorong munculnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pesisir yang kini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Meskipun sektor pariwisata berkembang, sekitar 85 persen penduduk Lhok Bubon masih bekerja sebagai nelayan.

Kegiatan berlayar tetap menjadi inti dari kehidupan mereka. Hasil tangkapan seperti ikan tenggiri, teri, dan udang menjadi sumber utama penghidupan desa.

Namun, berkat adanya pariwisata, para nelayan kini memiliki kesempatan ganda. Beberapa keluarga nelayan beralih menjalankan usaha warung, sementara pemuda-pemuda membantu mengelola area wisata.

“Karena pantai ini ramai, perekonomian masyarakat juga ikut berkembang. Bukan hanya nelayan yang diuntungkan, tetapi semua orang bisa merasakan manfaatnya,” kata Suherman.

Harapan: Dari Wisata Lokal Menuju Tujuan Unggulan

Suherman berharap pihak pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan Pantai Lhok Bubon. Menurutnya, potensi pariwisata yang besar harus diiringi dengan peningkatan fasilitas umum seperti toilet, tempat cuci, serta area parkir yang memadai.

“Jika fasilitas ditingkatkan, maka jumlah wisatawan pasti akan semakin bertambah. Ini adalah aset daerah yang perlu dipelihara,” katanya.

Saat senja mendekati malam, cahaya keemasan mulai memeluk langit di sebelah barat. Ombak kecil secara perlahan menghampiri pantai, membawa ketenangan khas Pantai Lhok Bubon.

Baca Juga  3 Peran Villain Lee Kwang Soo dalam Drama Korea, Cocok?

Di kejauhan, kapal nelayan tampak kembali dari laut, menunjukkan perubahan waktu antara bekerja dan beristirahat.

Bagi warga Lhok Bubon, pantai ini bukan hanya destinasi liburan. Ia merupakan sumber penghidupan, mulai dari ombak yang tenang, pasir yang hangat, hingga warung kecil yang menjadi jantung perekonomian desa. Di tempat ini, keseimbangan antara alam dan manusia masih terasa nyata, sederhana, serta penuh makna.

Seorang pedagang lokal di kawasan Pantai Wisata Lhok Bubon, Cut Sri Wahyuni mengatakan, bahwa kawasan pantai ini salah satu tempat yang menyediakan teh rumput laut berkualitas untuk kesehatan.

Selain itu, terdapat juga mi kepiting, kopi, serta berbagai macam minuman dan makanan lainnya,” katanya sambil mengatur barang dagangan di warung kecil miliknya.

Usaha kecil yang dimulai oleh Cut Sriwahyuni tidak hanya berupa tempat menjual makanan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.

“Dengan lokasi yang sederhana dan berdagang di sini, perekonomian keluarga kami berkembang. Kami merasa aman karena ada penghasilan yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Pantai Lhok Bubon kini menjadi salah satu tempat tujuan yang disukai oleh masyarakat Meulaboh dan sekitarnya. Keindahan pemandangan pantainya bersatu dengan perkembangan ekonomi warga setempat yang mulai berkembang seiring meningkatnya jumlah pengunjung wisatawan. Di balik kesederhanaan para pedagang, terdapat harapan besar agar wilayah ini terus berkembang.

Cut Sri Wahyuni berharap, di masa depan pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama dalam mengatur kawasan ini agar semakin menarik dan nyaman bagi para pengunjung. “Semoga nanti wilayah ini semakin rapi, jumlah pengunjung meningkat, dan rezeki para pedagang seperti kami juga terus bertambah,” ujarnya.(*)

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB