Ibarat Pisau Bermata Dua, Keberadaan Lahan Sayuran Di Lereng Gunung

- Editor

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pertanian warga di lereng gunung berdampak terjadinya bencana longsor. Foto : Net/tujuhmenit.com

Aktivitas pertanian warga di lereng gunung berdampak terjadinya bencana longsor. Foto : Net/tujuhmenit.com

KEBUN sayuran yang berada di kawasan pegunungan tak ubahnya seperti pisau bermata dua. Di satu sisi keberadaannya memberi kehidupan bagi warga sekitar, namun di sisi lain bisa menjadi ancaman bagi keselamatan warga.

Kondisi ini terjadi di Kampung Babakan  Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Akibat kontur tanah yang labil di kawasan kaki Gunung Burangrang, disertai dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan angin kencang, mengakibatkan terjadinya longsor yang cukup besar, pada Jumat (23/1/2026)

Musibah longsor tersebut menerjang sebanyak 30 rumah. Menewaskan 6 orang warga dan 84 orang lainnya masih dalam pencarian. Selain menelan korban jiwa musibah langsor tersebut mengakibatkan kerugian harta benda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung Babakan atau juga disebut Pasirkuning merupakan kawasan terbuka perkebunan yang berada di kaki Gunung Burangrang. Di sebelah utara berhadapan dengan hutan.

Kawasan ini berada di dataran tinggi dengan elevasi mencapai 1.119 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL),  sehingga suhunya yang dingin sangat cocok untuk kegiatan pertanian dan hortikultura.

Dengan kondisi lahan di atas perbukitan, dalam aktivitas budidaya hortikultura, pola tanam dilakukan secara vertikal. Pola tanam tersebut menjadi trigger terjadinya longsor. Saat curah hujan tinggi, kontur tanah menjadi labil dan mudah terkikis. Ini lah yang terjadi di kampung Babakan, Pasirhalang, KBB.

Pertanian sayuran yang selama ini menjadi sandaran hidup warga, dalam satu malam berubah menjadi sosok yang menakutkan dan memporak-porandakan kehidupan warga. Tangisan pun tak mampu dibendung.

Tanaman Keras

Tidak berlebihan jika Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan,  penggunaan lahan lereng gunung untuk keperluan perkebunan akan meningkatkan risiko bencana longsor.

Dan ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Gubernur yang akrab dipanggil KDM ini. Hal ini disampaikan KDM pada Selasa, 9  Desember 2025, dalam sebuah acara Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Jawa Barat di Kampus  IPDN, Sumedang, Jawa Barat.

Baca Juga  Jalur Akan Dialihkan, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi

Sebagai upaya pencegahan, KDM mengambil langkah mengubah lahan pertanian berlereng menjadi area tanaman keras. Langkah ini dilakukan tanpa menfesampingkan peran warga yang sebelumnya bekerja sebagai petani sayuran. Para petani akan dipekerjakan sebagai tenaga pemerintah yang bertugas menanam dan merawat tanaman keras di daerah rawan bencana.

KDM menegaskan, pengelolaan lahan yang tepat dan seimbang menjadi sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah bencana alam.

Dengan ini Pemprov Jabar berupaya keras meminimalisir risiko bencana dan sekaligus membuka peluang kerja untuk para petani terdampak. Dengan demikian program konservasi dan pembangunan lingkungan dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat.***

Berita Terkait

Tiga Perda Baru Cimahi: Bangun Kota Tertib, Bersih, dan Terkelola Baik
Ribuan Warga Cimahi Bersholat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kekeringan Panjang
Gak Lagi Kebanjiran! Puskesmas Melong Tengah Dibangun Ulang, Selesai Akhir Tahun
Tanam Durian hingga Trambesi, Pemkot Tanam 74 Pohon Pengganti Akibat Penggusuran Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi
Gardu Listrik Peninggalan Belanda Digeser, Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi Tetap Pelihara Warisan Sejarah
Wali Kota Cimahi Lepas 884 Kontingen ke Porprov XV Jabar, Dengan Target Realistis dan Semangat Juang Tinggi
Antisipasi Penyebaran Abu Vulkanik, Dedi Mulyadi Rilis SE PJJ
Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB