Jokowi Tanggapi Wacana Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional: Semua Pemimpin Punya Jasa

- Editor

Jumat, 7 November 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden RI, Joko Widodo buka suara soal pro dan kontra wacana gelar pahlawan nasional untuk Soeharto dan Abdurrahman Wahid. (Instagramjokowi)

Mantan Presiden RI, Joko Widodo buka suara soal pro dan kontra wacana gelar pahlawan nasional untuk Soeharto dan Abdurrahman Wahid. (Instagramjokowi)

Tujuhmenit.com — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada dua mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dalam keterangannya di Solo, Kamis, 6 November 2025, Jokowi menegaskan bahwa setiap pemimpin bangsa memiliki jasa besar yang perlu dihormati, meski meninggalkan jejak sejarah yang berbeda.

“Setiap pemimpin, baik itu Presiden Soeharto maupun Presiden Gus Dur, pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara, dan kita semuanya harus menghargai itu,” kata Jokowi kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses Penetapan Harus Lewat Mekanisme Resmi

Jokowi menegaskan, pemberian gelar Pahlawan Nasional tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ada tahapan penilaian resmi yang diatur oleh pemerintah.

“Pemberian gelar jasa terhadap para pemimpin itu juga melalui proses-proses, melalui pertimbangan-pertimbangan dari tim pemberian gelar dan jasa,” jelasnya.

Wacana ini mencuat setelah Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan daftar 40 tokoh kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Daftar itu mencakup sejumlah nama penting seperti Soeharto, Gus Dur, aktivis buruh Marsinah, hingga tokoh agama seperti Syaikhona Kholil dari Madura.

Jokowi Anggap Wajar Munculnya Pro-Kontra

Menanggapi perdebatan publik soal wacana Soeharto menjadi pahlawan nasional, Jokowi menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam demokrasi.

“Iya, biasa. Dalam negara demokrasi ada pro-kontra, ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Saya kira biasa,” ujarnya.

Sikap Jokowi mencerminkan pandangan inklusif terhadap perbedaan pendapat masyarakat, terutama mengingat sosok Soeharto yang masih menimbulkan kontroversi antara pencapaian pembangunan dan catatan pelanggaran masa lalu.

Filosofi “Mikul Duwur Mendhem Jero”

Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap filosofi Jawa Mikul Duwur Mendhem Jero, Jokowi menganggap nilai tersebut sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga  Cegah Kebocoran! Purbaya Bakal Copot Pejabat di 5 Pelabuhan 

“Sangat baik,” ujar Jokowi singkat.

Filosofi ini berarti menjunjung tinggi kebaikan pemimpin terdahulu dan menyimpan rapat kekurangannya, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa mereka tanpa meniadakan catatan sejarah yang ada.

40 Tokoh Masuk Daftar Usulan

Selain Soeharto dan Gus Dur, tokoh lain yang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional tahun ini antara lain KH. Bisri Syansuri, KH. Muhammad Yusuf Hasyim, Jenderal (Purn) M. Jusuf dari Sulawesi Selatan, Ali Sadikin dari Jakarta, serta aktivis perempuan Marsinah.

Nama-nama tersebut diusulkan melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), disaring oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kemensos, sebelum akhirnya diserahkan kepada Dewan Gelar untuk tahap penilaian akhir.***

Editor : Diens

Sumber Berita : Bangbara

Berita Terkait

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia
Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Berupaya Tumbuhkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas
Polantas Menyapa Hadir di Samsat Cimareme, Putus Mata Rantai Kebingungan Wajib Pajak
Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan
Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 
Samsat Cimahi Satlantas Polres Cimahi Ajak masyarakat Taat Pajak
Polantas Menyapa : Samsat Cimareme Edukasi Warga Soal Prosedur Mutasi Kendaraan Masuk ke Kota Cimahi
Polantas Menyapa di Samsat Cimahi, Wujudkan Pelayanan Ramah dan Profesional

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

Iran Turup Selat Hormuz, Krisis Minyak Dunia Bakal Terjadi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:50 WIB

Terima Suap, Mantan Petinggi Majelis China Divonis Seumur Hidup

Senin, 2 Februari 2026 - 22:11 WIB

IRGC Dianggap Teroris! Iran Meradang, Panggil Dubes Uni Eropa

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:16 WIB

AS Darurat Nasional, Trump Ancam Pemasok Minyak ke Kuba

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:28 WIB

Korban atau Pelaku Scam? Ribuan WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja

Senin, 26 Januari 2026 - 15:38 WIB

Perang Dunia 3 Pecah!!! Inilah Wilayah Aman, Salah Satunya Indonesia?

Senin, 10 November 2025 - 09:01 WIB

Tanggal 3 Januari 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional

Senin, 10 November 2025 - 02:15 WIB

2 Januari 2026 Jadi Hari Apa? Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional

Berita Terbaru

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal Purn. Alm. Try Surtisno.

Nasional

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Senin, 2 Mar 2026 - 11:18 WIB