Scurity Tewas Tenggelam dengan Tangan Terborgol, Keluarga Meminta Polisi Usut Tuntas

- Editor

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kasus pembuahan. tujuhmenit.com

Ilustrasi kasus pembuahan. tujuhmenit.com


PURWAKARTA , tujuhmenit.com,- Kematian Sumarna (34), petugas scurity yang ditemukan tenggelam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, mendorong pihak keluarga meminta agar polisi segera mengungkap kasus tersebut.


“Korban tenggelam dengan tangan terborgol ke belakang. Tolong agar polisi segera mengungkapnya,” kata Paman korban, Ocid, di RSUD Banyu Asih Purwakarta, Jumat (24/07/2026).

Korban Sunarna adalah warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta. Almarhum bekerja sebagai scurity di Perum Jasa Tirta II.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Ocid seperti yang dilansir detik.com, kabar kematian tersebut baru diterima pihak keluarga menjelang waktu salat Jumat. Kecurigaan muncul saat keluarga melihat langsung kondisi jenazah yang masih terikat borgol saat dievakuasi dari air.

Dalam upaya mencari kebenaran, pihak keluarga memberikan izin kepada kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap mayat korban. Pihak keluarga berharap langkah medis ini dapat menjawab misteri penyebab kematian korban yang hingga kini belum terungkap.

“Tadi saya sudah menghubungi istri korban dan keluarga yang lain nya, mereka sudah menyetujui autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya,” katanya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif kasus tersebut. Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan rekan kerja korban, tengah dimintai keterangan untuk mendalami penyebab Kematian korban. (Umay)***

Baca Juga  Sebanyak 271 Jabatan Kepsek SD Kosong, Pemkab Tunggu Rekomendasi Pusat

Berita Terkait

Desakan Buka Data Lelang SMPN 14 Ditutup Rapat, Disdik Hanya Rilis Pernyataan Tanpa Bukti
Isu Adhitia Maju Cawalkot 2029, Akademisi Sebut Berpotensi Pecah Belah & Ganggu Pemerintahan Cimahi
Wacana Ganti Nama RSUD Cibabat Masih Tahap Kajian, Tak Ada Dewan yang Datang Saat Diundang Expose
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli “Ini Sekolahku” Wujudkan Sekolah Lebih Layak di SDN 104 Langensari
Wali Kota Cimahi Ngatiyana Luncurkan MPLS 2026, Bangun Kesan Pertama Hangat Bagi Ribuan Siswa Baru
Tanpa Pengadilan, Sengketa Tanah di Cipageran Selesai dengan Jalan Tengah
Ramp Check Jelang Libur Sekolah Tindak 8 Kendaraan & 1 Bus di Cimahi Tak Layak Jalan
Bangun Program TNI Manunggal Air Bersih, Lebih dari 800 Keluarga di Cimahi Bakal Nikmati Aliran Air

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:54 WIB

Keterbatasan Bukan Penghalang! 10 Atlet Muaythai Cimahi Siap Guncang Kejurnas Bawa Semangat “Cimahi Bukbek”

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:28 WIB

Dinilai Rendahkan Profesi Jurnalistik, PWI Sesalkan Pernyataan Hotman Paris

Senin, 29 Juni 2026 - 12:16 WIB

Haris Faisal Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya dr. Icha Akibat Dugaan Intimidasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:41 WIB

Usai Kasus Dugaan Korupsi di BGN, FWK Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:07 WIB

Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Pusat Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:42 WIB

Media Siber Sebagai Ruang Belajar Kedua, JMSI: Wajib Hadirkan Konten yang Mendidik

Minggu, 26 April 2026 - 14:10 WIB

Lipan 3108-1 Gelar Anniversary Ke 18 di AWC, Tidak Sedarah Tapi Lebih Dari Saudara

Kamis, 16 April 2026 - 13:02 WIB

Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah Di Tengah Krisis Global, Jadi Sorotan FWK

Berita Terbaru