FWK Minta Presiden Prabowo Jadikan Pergantian Menteri Momentum Memperbaiki Ekonomi Rakyat

- Editor

Kamis, 17 September 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergantian Menteri harus menjadi momentum memperbaiki perekonomian rakyat mengemuka dalam diskusi FWK di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Pergantian Menteri harus menjadi momentum memperbaiki perekonomian rakyat mengemuka dalam diskusi FWK di Jakarta, Rabu (16/9/2026).


JAKARTA, tujuhmenit.com – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) meminta Presiden Prabowo Subianto menjadikan pergantian Menteri keuangan sebagai momentum untuk memperbaiki ekonomi rakyat, dengan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.


Hal ini mengemuka dalam Diskusi Kebangsaan FWK yang dipimpin Raja Parlindungan Pane, Koordinator Forum Wartawan Kebangsaan di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Hadir dalam diskusi ini, antara lain mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 Hendry Ch Bangun dan sejumlah pemimpin redaksi media massa.

Peserta Diskusi FWK mencatat, sejak menjabat pada Oktober 2024, Presiden Prabowo sudah menunjuk tiga menteri keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Terakhir, tanggal 14 September lalu, Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan yang baru menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Soal pergantian menkeu, saya setuju saja, ini merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. Hanya cara menyampaikan pergantian menteri keuangan itu, apakah etis hanya lewat telepon? Ini perlu dipertimbangkan ke depan,”ujar Raja Pane saat membuka diskusi.

Laporan media menyebut Purbaya mengetahui dirinya diberhentikan sebagai menkeu melalui telepon Mensesneg Prasetyo Hadi. Saat itu, Purbaya sedang membahas anggaran negara 2027 di DPD-RI.

Setahun menjadi menteri keuangan, Purbaya beberapa kali menjadi bahan spekulasi. Ia punya gaya berbeda sebagai menteri keuangan. Kontroversi. “Ceplas-ceplos,”kata Hendry Bangun, mantan wartawan senior Kompas.

Investor menyebut Purbaya menteri keuangan yang agresif, pro pertumbuhan ekonomi. Ini menimbulkan kekhawatiran pasar tentang defisit APBN, gejolak kurs rupiah dan stabilitas keuangan negara.

Tantangan kian berat. Ketika memasuki minggu kedua bulan September 2026, harga minyak dunia kembali menembus 100 dolar AS per barel. Ini akan memperbesar anggaran subsidi energi. Akibatnya, akan memperkecil ruang fiskal APBN. Pertanyaannya, dari mana anggaran, untuk membiayai program-program unggulan Presiden Prabowo?

Baca Juga  Kabinet Bayangan: Indonesia Darurat Korupsi Secara Struktural dan Sistemik

Pelatih Sepak Bola

Hendry Bangun menyampaikan analogi Presiden Prabowo sebagai pelatih sepak bola. Sebagai pelatih, dia perlu mengubah strategi untuk mengatasi kebuntuan permainan. Apalagi tantangannya semakin berat. Salah satunya dengan mengganti pemain.

“Maka, Presiden Prabowo harus menjadikan pergantian menteri keuangan ini, sebagai momentum untuk memperbaiki keadaan,”ujar Hendry Bangun.

Dikatakan, Suahasil Nazara adalah teknokrat berpengalaman. Memiliki kecakapan, memahami kebijakan Presiden Prabowo dan tidak kalah pentingnya diterima pegawai Kementerian Keuangan dan pasar. Ini tampak bagaimana dia disambut meriah pegawai Kemenkeu setelah dilantik presiden sebagai menteri keuangan di Istana.

Untung Kurniadi, salah seorang pengurus FWK menyebut, Suahasil Nazara memiliki pengalaman lama di di bidang perumusan kebijakan fiskal. Keunggulan lainnya, dia pernah menjadi wakil menteri keuangan di masa Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sejumlah wartawan senior AR Loebis, Dr Budi Nugraha, Rudy Sitompul, Berman Nainggolan dan Herwan Pebriansyah mengingatkan jangan terlalu euforia dengan pergantian menteri keuangan karena persoalan pokok yang dihadapi rakyat belum terjawab.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK menambahkan, diskusi pergantian menteri keuangan ini penting mengingat sebentar lagi ada pembahasan APBN 2027 di DPR. Ekonomi Indonesia perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, selain kepercayaan investor dan kesehatan keuangan negara, untuk stabilitas ekonomi dan peningkatan daya beli rakyat. (Arjava) ***

 

Berita Terkait

Cukup di Komisi II, Bahas Pemakzulan Wapres Gibran Gak Perlu Bentuk Pansus dan Hak Angket
Pasca Putusan MK, Subhan Palal Dorong DPR-RI Lakukan Impeachment Terhadap Wapres Gibran
Meski Tidak Temukan Ijazah Gibran, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana Cs.
Catatan Hendry Ch Bangun (FWK) Dengan Olahraga Kita Bersatu
FWK INGATKAN PRABOWO: MOMEN PEROMBAKAN KABINET MERAH PUTIH UNTUK WUJUDKAN KEINGINAN RAKYAT
Pasca Lewati Uji Kepatutan, Jendral Suyudi Ario Seto Dilantik Presiden Jadi Kapolri
Indonesian Berduka, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals
Danny Setiawan Mantan Gubernur Jabar Tutup Usia

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Ketua LSM BUMI Sebut Program Perbaikan Sekolah Sarat dengan Bacakan Proyek

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Jalan Baru di Pamulihan Buka Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian

Berita Terbaru