Waspada Lur! Efek Sesar Lembang,  Ancaman Gempa Dahsyat di Bandung?

- Editor

Senin, 2 Februari 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Jabar telah melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa di wilayan Bandung dan sekitarnya. Foto/Net./tujuhmenit.com

Pemprov Jabar telah melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa di wilayan Bandung dan sekitarnya. Foto/Net./tujuhmenit.com


Aktivitas sesar Lembang membuat Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung, dan daerah sekitarnya terancam gempa dahsyat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sudah mewanti-wanti hal ini.


BANDUNG, tujuhmenit.com- Tepat di kaki Gunung Tangkuban Parahu, Sesar Lembang membentang sepanjang hampir 29 Km, mulai dari Padalarang hingga kawasan Cimenyan. Namun, sesar ini bukan sekadar garis di peta, tapi bagian dari sistem geologi aktif yang nyata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, seperti dilansir CNBC Indonesia,  mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan BRIN, BMKG serta BNPD untuk mengantisipasi bencana ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jabar salah satu provinsi yang rawan bencana salah satunya gempa bumi. Salah satu pemantik yang kami waspadai, kami awasi, kami antisipasi adalah Sesar Lembang,” ungkap Herman dikutip dari akun sosial media miliknya, Sabtu (31/1/2026).

Herman menambahkan setiap tahun berdasarkan data BMKG dan BRIN terjadi pergeseran 4 MM. Hal ini menurutnya sangat dimungkinkan memantik gempa besar hingga M 6,8-7.

Tujuh kabupaten kota pun akan terdampak yaitu Bandung Raya, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Purwakarta, Subang, dan Sumedang.

“Tentu kita tidak berharap. Kalau terjadi gempa kita harus siap. Kami sudah konsolidasi,” tegasnya.

Sesar Lembang ini membentang 29 Km dari Padalarang Bandung Barat ke Bandung sampai Ujung Subang di Kecamatan Sukasari. Kalau bersamaan terjadi pergeseran akan memantik gempa M 6,8-7 dan itu sangat besar. Ini kami harus antisipasi mitigasi dengan baik,” bebernya.

Early warning
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, akan terus memantau aktivitas Sesar Lembang. Bahkan BMKG juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Kementerian PU, hingga Pemda Jabar dalam menghadapi ancaman tersebut.

Baca Juga  Barkah Setiawan Ditunjuk jadi Ketua Harian Askot PSSI Kota Cimahi

“Kita selama ini banyak menyiapkan data di bagian hulu. Kita memberikan informasi di bagian hulu, di mana daerah-daerah rawan gempa, dan sebagainya. Kita sedang upayakan ya, kalau terjadi gempa, itu akan memberikan informasi early warning,” katanya.

Jadi sebelum ada gempa besar, BMKG akan melakukan deteksi dini dan akan memberikan early warning lebih awal kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri.

BMKG juga mengimbau agar bangunan di sekitar lokasi yang memiliki potensi gempa, dibangun dengan mempertimbangkan risiko tersebut. Artinya rumah yang dibangun harus tahan gempa.

“Jadi, ketika kita membangun di daerah yang tidak rawan gempa dan dengan yang daerah rawan gempa itu most likely di daerah yang rawan gempa, ini biayanya akan lebih besar karena dia perlu kuat, pondasinya lebih kuat,” katanya.

Apabila kondisi bangunan sudah terpenuhi sesuai dengan standar tahan gempa, secara langsung ada ketenangan dalam beraktivitas, meski di daerah rawan gempa.  Karena antisipasi telah ditingkatkan dengan membuat bangunan yang aman terhadap gempa. ***

Berita Terkait

Tiga Perda Baru Cimahi: Bangun Kota Tertib, Bersih, dan Terkelola Baik
Ribuan Warga Cimahi Bersholat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kekeringan Panjang
Gak Lagi Kebanjiran! Puskesmas Melong Tengah Dibangun Ulang, Selesai Akhir Tahun
Tanam Durian hingga Trambesi, Pemkot Tanam 74 Pohon Pengganti Akibat Penggusuran Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi
Gardu Listrik Peninggalan Belanda Digeser, Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi Tetap Pelihara Warisan Sejarah
Wali Kota Cimahi Lepas 884 Kontingen ke Porprov XV Jabar, Dengan Target Realistis dan Semangat Juang Tinggi
Antisipasi Penyebaran Abu Vulkanik, Dedi Mulyadi Rilis SE PJJ
Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB