Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Diungkap LSM Pemuda

- Editor

Sabtu, 4 April 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Wali Kota Cimahi

Lokasi Pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Wali Kota Cimahi

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Isu Dugaan Korupsi yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mencuat ke publik. Saat ini di media sosial muncul dugaan adanya penyimpangan terhadap proyek pembangunan Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi.

Diketahui nilai kontrak proyek pembangunan rumah dinas tersebut adalah Rp.3.422.396.154,61, diambil dari APBD Kota Cimahi 2025, dengan kontraktor pelaksana Cv Tatar Sunda Project yang sampai saat ini terbengkalai hingga menimbulkan persoalan serius.

Hal tersebut diungkap oleh Bidang Hukum DPP LSM Pemuda, Aden Setiawan dalam sebuah laman akun tiktok @warta09indonesia, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aden mengatakan dari hasil monitoring dan kajian di lapangan yang dilakukannya. Pihaknya menyatakan sejak tahap awal perencanaan pekerjaan, terlihat adanya indikasi dugaan ketidak jelasan tata kelola perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.

“‎Pada 2024, ada kegiatan perencanaan senilai Rp.359 juta menggunakan metode seleksi tidak diikuti realisasi fisik, Tahun 2025 ada anggaaran review perencanaan senilai Rp.99 juta yang  dilakukan dengan metode pengadaan langsung untuk objek yang sama, Perubahan metode tanpa dasar yang jelas menimbulkan pertanyaan serius terkait konsistensi dan akuntabilitas pengadaan,” ujar Aden.

‎Total anggaran awal untuk perencanaan yang mencapai total Rp.458 juta, dinilai berpotensi pemborosan,  Selain itu, terdapat ketimpangan mencolok antara pagu anggaran dengan nilai Rp.604 juta, dengan HPS Rp. 261 juta, serta nilai kontrak pengawasan yang hampir 95% dari HPS.

‎”Ini aneh lemahnya perencanaan dan negosiasi anggaran, terindikasi ada dugaan Mark-up anggaran terjadi,” ucap Aden.

‎Setelah melakukan monitoring di lapangan, pihaknya mendapati persoalan teknis yang diduga tidak sesuaian teknis, amburadul dan asal-asalan. Pemasangan batu tidak seragam dan mortar yang tidak  mencukupi berakibat menimbulkan rongga.

Baca Juga  Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tertutup Setelah Masuk Sekolah, Ini Pernyataan Ketua RT

“Sepertinya pondasi tidak digali sesuai kedalaman sehingga kolom bangunan terlihat tidak terhubung dengan pondasi,” ujarnya.

‎Aden melanjutkan dari pengamatannya beberapa batu terlihat retak, hal tersebut akibat metode pemasangan batu yang  salah. Disinyalir bati diterapkan  terlebih dahulu sebelum disiram mortar, pola tersebut amat berpotensi melemahkan ikatan struktur.

Selain itu, kata Aden, adanya ketidak sesuaian juga di dapati  pada material urugan, pemadatan tanah diragukan tidak sesuai teknis perencanaan, pemasangan suling-suling air (weep hole) pada tembok penahan tanah tidak dihitung secara teknis yang benar, tegas Aden.

‎Secara keseluruhan, permasalahan yang muncul di proyek pembangunan Rumah’ Dinas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi diduga kuat akibat lemahnya pengawasan, baik oleh konsultan pengawas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang gagal memastikan kesesuaian mutu, metode kerja, hingga dokumen kontrak.

“‎Kami akan mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera  memberikan klarifikasi terbuka, untuk melakukan evaluasi menyeluruh, serta menindaklanjuti setiap indikasi penyimpangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutur Aden.

Pihak tujuhmenit.com telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR, Wilman Sugiansyah, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan. (eri)

Berita Terkait

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi
Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat
Program Polantas Menyapa, Samsat Cimahi, Semakin Tingkatkan Fasilitas dan Pendekatan Humanis
Polantas Menyapa, Sebagai Bukti Komitmen Samsat Cimareme Hadir Untuk Melayani Masyarakat
Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru
Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Edukasi Cara Cek Fisik Kendaraan yang Tepat
Pelayanan Makin Akrab, “Polantas Menyapa” Hadirkan Kenyamanan Baru di Samsat Cimahi
Wilman Sebut Anggaran Riview Rp99 Juta Dibuat Untuk Mengakomodir Keinginan Wali Kota Terpilih

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 08:34 WIB

Dua Kubu Beda Pendapat Soal Dugaan Korupsi Rumdin Wali Kota Cimahi, DPRD Anggap Legal, Pengamat Sebut Rentan Korupsi

Jumat, 10 April 2026 - 07:50 WIB

Program Polantas Menyapa, Samsat Cimahi, Semakin Tingkatkan Fasilitas dan Pendekatan Humanis

Kamis, 9 April 2026 - 07:46 WIB

Enang Sahri: Terkait Review DED Rumdin, Ada Keinginan Wali Kota Cimahi yang Baru

Kamis, 9 April 2026 - 06:41 WIB

Polantas Menyapa di Samsat Cimareme, Edukasi Cara Cek Fisik Kendaraan yang Tepat

Kamis, 9 April 2026 - 06:36 WIB

Pelayanan Makin Akrab, “Polantas Menyapa” Hadirkan Kenyamanan Baru di Samsat Cimahi

Rabu, 8 April 2026 - 20:03 WIB

Wilman Sebut Anggaran Riview Rp99 Juta Dibuat Untuk Mengakomodir Keinginan Wali Kota Terpilih

Rabu, 8 April 2026 - 07:40 WIB

Samsat Cimareme Ciptakan Sarana Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Program Polantas Menyapa

Rabu, 8 April 2026 - 07:35 WIB

Polantas Menyapa Samsat Cimahi, Sebuah Wadah Aspirasi Wajib Pajak

Berita Terbaru

Virus Campak. Foto:Ilustrasi

Daerah

Pasien Tak Punya Riwayat Imunisasi, Kasus Campak Meningkat

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:11 WIB