Prabowo: Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia III

- Editor

Senin, 2 Februari 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo menyampaikan kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III yang disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto:Net

Presiden Prabowo menyampaikan kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III yang disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto:Net


Eskalasi perang yang terjadi di Eropa maupun di Timur Tengah, bisa memicu terjadinya perang dunia ketiga. Presiden Prabowo Subianto mengatakan, banyak kepala negara yang khawatir akan terjadinya perang tersebut. Terlebih dengan adanya penggunaan senjata nuklir. 


BOGOR, tujuhmenit.com- Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Saudara-saudara, saya baru pulang dari Eropa, saya ketemu tokoh-tokoh dunia di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua, hampir semua merisaukan pecahnya perang dunia ketiga. Kita di sini menghadapi tantangan,” kata Prabowo seperti dikutip Kompas, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Prabowo, simulasi apabila terjadi perang dunia ketiga telah dilakukan oleh para ahli, pada saat nuklir digunakan, Indonesia yang tidak terlibat saja pasti terkena dampaknya.

“Kita akan kena partikel-partikel radio aktif, mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi semua. Akan terjadi nuklir winter, karena debunya akan menutupi matahari. Dan menutup mataharinya tidak satu tahun, tidak dua tahun, tidak tiga tahun,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa winter dampak dari reaksi nuklir tersebut, menurut para ahli busa terjadi sampai puluhan tahun. Dan persoalan Ini menjadi pembahasan para pemimpin dunia.

Indonesia memang mengambil sikap untuk tidak bergabung di pakta militer manapun dan ingin bersahabat dengan negara lain sebanyak-banyaknya dengan mengedepankan politik bebas aktif.

Namun, sikap politik luar negeri seperti itu justru bisa menyebabkan Indonesia tidak mendapatkan bantuan dari negara lain bila sedang diancam atau diserang. Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus siap menghadapi kemungkinan terjadinya perang.

“Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis, karena yang berlaku adalah dunia nyata. Saudara-saudara, karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” kata Prabowo.

Baca Juga  Kapolri Ungkap Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Diduga Pelajar, Presiden Prabowo Sudah Dapat Laporan

Prabowo juga menekankan, pentingnya Indonesia harus menjadi negara yang kuat. Sebab, di dunia ini, negara yang kuat dapat melakukan segala hal yang mereka kehendaki, sedangkan yang lema akan menderita.***

Berita Terkait

Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah Di Tengah Krisis Global, Jadi Sorotan FWK
Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029
Cara Masyarakat Pastikan Petugas Resmi Ukur Tanah BPN
Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia
Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan
Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 
Noda Dosa Dibalik Profesi Jurnalistik, Mengapa Meminta Maaf?
Catatan Hendry Ch Bangun: Ramadhan Ditengah Kelesuan Industri Media
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:08 WIB

Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029

Rabu, 8 April 2026 - 07:44 WIB

Cara Masyarakat Pastikan Petugas Resmi Ukur Tanah BPN

Senin, 2 Maret 2026 - 11:18 WIB

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:50 WIB

Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:10 WIB

Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:12 WIB

Noda Dosa Dibalik Profesi Jurnalistik, Mengapa Meminta Maaf?

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:46 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Ramadhan Ditengah Kelesuan Industri Media

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:55 WIB

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!

Berita Terbaru