MotoGP Portugal 2025 – Pengganti Marquez Akui Kesulitan Saat Ungguli Bagnaia

- Editor

Jumat, 14 November 2025 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AdinJavaPembalap pengganti Marc Marquez di Ducati Lenovo, Nicolo Bulega, mengungkapkan hal yang paling sulit dalam debutnya di MotoGP Portugal 2025.

Nicolo Bulega telah menyelesaikan hari pertamanya sebagai pembalap MotoGP setelah menjalani sesi latihan dalam GP Portugal 2025, Jumat (7/11/2025), kemarin.

Berada di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, pembalap yang menjadi juara kedua WorldSBK 2025 tersebut menunjukkan kecepatan yang cukup mengesankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia hanya terpaut sekitar 1 detik dari rekor waktu tercepat dalam latihan bebas/free practice 1 (FP1) dan semua sesi latihan oleh Alex Marquez (BK8 Gresini Racing).

Di sesi FP1, dia tertinggal 0,928 detik dari Marquez muda, sementara pada sesi latihan marinnya adalah 1,012 detik.

Alex Marquez juga mengemudikan Ducati meskipun menggunakan spesifikasi tahun lalu, yaitu Desmosedici GP24, sedangkan Bulega menggunakan versi terbaru tetapi lebihtricky, GP25.

Benar, Bulega gagal memenuhi syarat untuk Q2 secara otomatis, namun posisinya di urutan ke-17 dan selisih waktunya tergolong mengagumkan mengingat persiapan yang sangat singkat.

Bulega hanya memiliki waktu 3 jam untuk mencoba motor Ducati di MotoGP. Hanya 35 putaran yang ia lakukan dalam pengujian ban Michelin di Jerez, Spanyol, pekan lalu.

Bahkan Bulega mampu unggul 0,2 detik dari pembalap tetap Ducati, Francesco Bagnaia, dalam sesi FP1 meskipun kinerja Nuvola Rossa terganggu oleh uji coba kompon ban.

Meskipun demikian, kemampuan Bulega untuk segera mendekati tingkat pembalap MotoGP tetap mendapat apresiasi.

“Melihat perbedaannya, ternyata tidak terlalu jelek,” kata Bulega sambil tersenyum, dikutip oleh AdinJavadari.Speedweek.

Tujuan saya hanya bertahan di atas motornya, menyelesaikan banyak lap, serta memperoleh pengalaman.

Saya harus memahami semua perbedaan yang ada dibandingkan dengan Superbike. Tidak ada perbedaan yang signifikan dan mencolok; semuanya hanya sedikit berbeda.

Baca Juga  Harga Emas Antam Naik Rp21.000 dalam Seminggu

“Tetapi jika digabungkan, hasilnya akan sangat berbeda,” tegas mantan anggota VR46 Riders Academy tersebut.

Banyak perbedaan terdapat antara motor Ducati Desmosedici yang digunakan di MotoGP dan Ducati Panigale V4 R yang berlaga di WorldSBK.

Desmosedici lebih mutakhir dengan rem berbahan karbon, fitur bantuan berkendara, hingga komponen motor yang bersentuhan langsung dengan jalan yaitu ban.

“Kesulitan terbesar bagi saya adalah saya harus terlalu banyak berpikir saat mengemudi karena fitur bantuan berkendara dan titik pengereman,” katanya.

Saya perlu mengubah cara pengereman saya secara signifikan.

Setelah dua tahun mengandalkan ban Pirelli di World Superbike, tidak gampang beralih ke Michelin dalam sekejap.

“Jika saya dapat berkendara dengan lebih leluasa, tanpa harus memikirkan segala sesuatu itu, saya bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Pengalaman Bulega dengan Pirelli akan menjadi bekal berharga untuk masa depannya, karena produsen ban asal Italia tersebut akan menggantikan Michelin sebagai penyedia ban tunggal di MotoGP mulai tahun 2027.

Kehadiran Bulega dalam MotoGP ini juga akan membantunya dalam tugas ganda pada tahun depan, yaitu sebagai pembalap tetap Ducati di WorldSBK dan sebagai pembalap pengujian di MotoGP.

Perubahan Bulega tidak hanya terkait dengan motor besi, tetapi juga bekerja sama dengan anggota tim yang lebih banyak dibandingkan di WorldSBK.

Suasana di dalam garasi cukup mirip dengan yang sering saya alami, karena saya juga berlomba untuk tim pabrikan di Superbike. Pendekatannya sangat serupa,” katanya.

Hanya perbedaannya adalah, ketika saya biasanya turun dari sepeda motor dan duduk, lima orang mendengarkan saya di sana, sedangkan di sini ada 10 atau 15 orang,

“Lebih banyak telinga yang mendengarkan dan lebih banyak mata yang mengawasi,” jelas Bulega.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ngatiyana Akui Kemacetan Bukan Kesalahan Petugas, Tapi Tanggung Jawab Penuh Wali Kota Cimahi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Wali Kota Cimahi Mohon Maaf Atas Kemacetan, Proyek Infrastruktur Serentak Ditarget Selesai Akhir Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Selain Tutup Informasi 6 Perusahaan Peserta Mikom Proyek SMPN 14 yang Gugur, Sekdis Beberkan Review DED yang Tak Diketahui Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Kantor RW 25 Melong Diresmikan: Wali Kota Sebut Ini Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Rumah Bersama Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Rekayasa Lalin Underpass Gatsu Berlangsung hingga Desember, Warga Diminta Siap-Siap Macet

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Sejumlah Proyek Infrastruktur Di Cimahi Segera Dimulai, Wali Kota Ingatkan Macet Bukan Alasan Terlambat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Wali Kota Cimahi Turun Langsung, Pimpin Operasi Pemberantasan Miras di Leuwigajah

Berita Terbaru