Tidak terasa Ramadhan 1447 memasuki hari ke-20. Penting bagi umat Islam mengetahui apa saja keistimewaan yang terkandung di dalamnya.
Agar dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan ibadah, simak ulasan lengkap mengenai keutamaan puasa hari ke-20 Ramadan beserta doa yang dapat diamalkan berikut ini.
Keutamaan Puasa Hari ke-20 Ramadhan
Setiap hari di bulan Ramadhan disebut menghadirkan keistimewaan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Begitu pula dengan puasa pada hari ke-20 Ramadhan yang memiliki sejumlah keutamaan khusus.
Mengutip laman Universitas Al Azhar Indonesia, dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari tersebut akan memperoleh keutamaan sebagai berikut:
Pada suatu hari Allah SWT mengutus kepada kalian tujuh puluh Malaikat untuk menjaga kalian dari setiap setan yang terkutuk; Allah mencatat untuk kalian setiap hari kalian puasa seperti berpuasa seratus tahun; menjadikan parit antara kalian dan neraka; memberi kalian pahala orang yang termaktub dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qu’an; Allah mencatat untuk kalian setiap pena Jibril (as) sebagai ibadah satu tahun; memberikan pada kalian pahala tasbih Arasy dan Kursi; dan memberi pasangan untuk kalian setiap ayat Al-Qur’an seribu bidadari.
Doa Hari ke-20 Puasa Ramadhan
Agar mendapatkan semua keutamaannya, umat Islam dianjurkan membaca doa khusus pada hari ke-20 Ramadan. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar dibukakan pintu-pintu surga, dijauhkan dari neraka, serta diberi kemampuan untuk membaca Al-Qur’an.
Dikutip dari buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk oleh Gus Arifin, berikut bacaan doa dan artinya.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Latin: Allâhummaftah lî abwâba al-jinân wa agliq ‘annî fîhi abwâba an-nîrân wawafiqnî fihi litilâwatil qur’âni yâ munzilas as-sakînata fî qulûbil al-mu’minîn.
Artinya: Ya Allah, bukakanlah aku pintu-pintu surga dan tutuplah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca Al-Quran, wahai yang menurunkan ketenangan di dalam hati orang-orang mukmin.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. (Umay)






