CIMAHI,tujuhmenit.com- Setelah sempat tertunda, sudah satu bulan terakhir ini Proyek Pembangunan Flyover di kawasan Pusdikpom Kota Cimahi kembali dilanjutkan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Proyek dibawah Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung DJKA ini, menelan anggaran sebesar Rp 79 miliar lebih.
Proyek ini bertujuan untuk mendukung kelancaran jalur feeder Kereta Cepat Whoosh, menghilangkan perlintasan sebidang (JPL 150A), mengurai kemacetan, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Berdasar pantauan tujuhmenit.com di lapangan, Sabtu (3/10/2026), terlihat para pekerja konstruksi sedang melakukan aktivitasnya. Jika sebelumnya kegiatan pembangunan flyover tersebut terkonsentrasi di ruas Jalan Bapak Ampi, kini para pekerja mulai menggarap dibagian ruas jalan Baru Munajan.
“Mulai dikerjakan kembali bulan kemaren. Sudah satu bulan,” kata Petugas Pintu Perlintasan 150A, Agus Supriatna.
Masih menurut Agus, dalam aktivitas pembangunan infrastruktur tersebut mengakibatkan kemacetan yang cukup signifikan di wilayah Cimahi. Terlebih ada dua titik pembangunan infrastruktur lainnya yang secara kebetulan dikerjakan hampir bersamaan.
“Kalau hari Sabtu sama Minggu mah kayak gini aja (Normal). Tapi kalau Senin sampai Kamis, macet total,” katanya.
Kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Bapak Ampi-Munajan dikarenakan arus yang akan melewati Jalan Gatot Subroto dibelokan menuju Jalan Bapak Ampi-Munajan.
“Pos 149 deket Stasiun ditutup. Jadi diputer ke sini, istilahnya dibuang ke sini lah,” jelasnya.
Dua proyek lainnya yang memberikan kontribusi kemacetan di wilayah Kota Cimahi adalah pembangunan Underpass Gatot Subroto–Baros dan proyek Perbaikan Jembatan Raden Demang Hardjakusumah Pemkot Cimahi.
Dengan adanya aktivitas pembangunan infrastruktur tersebut sebagai warga kota Cimahi mengeluhkan dampak kemacetan yang terjadi. Mereka berharap agar pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga arus lalulintas kembali berjalan normal seperti biasanya. (Arjava)***






