Ahli Menafsirkan Mimpi, Ua Lengser Sudah Tahu Prabu Munding Kawati Akan Jatuh

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Prabu Munding Kawati (istimewa)

Ilustrasi Prabu Munding Kawati (istimewa)

Jawa Barat, tujuhmenit.com –
Alkisah di sebuah negara makmur yang bernama Haur Doni, suatu daerah yang berada di wilayah Pajajaran. Bertahta Prabu Munding Kawati yang konon katanya keturunan Prabu Siliwangi. Prabu memiliki seorang maha patih, bernama Aria Mangkunagara dan Lengsernya bernama Laya Dipa Cakra Jengjen.

Prabu Munding Kawati memiliki istri dua, keduanya berparas cantik layaknya turunan bidadari dari Kahyangan. Istri Pertama bernama Den Ayu Ratna Sari, dan yang kedua Ratna Kembang Purba Inten.

Dimasa itu juga hidup seorang ahli penafsir mimpi bernama Ua Lengser yang mengetahui jika negara Haur Doni akan segera jatuh melalui keyakinannya terhadap hasil tafsir mimpi yang dialami kedua istri Prabu Munding Kawati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesaat setelah Ua Lengser menafsirkan mimpi tersebut, ia sempat bingung, bagaimana menjelaskan tafsir mimpi tersebut kepada prabu sedangkan mimpi ini mengartikan sesuatu yang buruk, akhirnya ia berbohong dan mengatakan tidak mengetahui tafsir mimpi tersebut dan segera pamit bergegas pulang. Diperjalanan, Ua lengser terus berpikir, akhirnya ia berksimpulan, saat ini harus siap-siap, sing caringcing pageuh kancing, sing rariket pageuh ikeut.

Sebelumnya, kedua istri Prabu Munding Kawati bermimpi secara bersamaan. Didalam mimpinya itu, datang kucing candramawat bersender dan mengelendot, naek kepangkuan istri-istrinya. Dalam mimpinya tersebut, mereka juga melihat dapur rusak berantakan, cobek di tempat dandang, dandang jatuh terguling, dulang teu puguh tempatna, semua serba berantakan seperti kapal pecah dalam bahasa sekarang. Masih dalam mimpi tersebut, setelahnya banjir melanda hingga negara Haur Doni terendam air banjir yang sangat tinggi, Sang Prabu naik perahu kencana, berlayar ketengah banjir, namun tenggelam ditengah, dan hanyut terbawa banjir.

Baca Juga  Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban Sengatan Listrik PJG Dishub, Komisi III DPRD Kota Cimahi Akan Periksa Semua Pekerjaan

Mendengar para istri menceritakan mimpinya, Sang Prabu tidak percaya, namun untuk memastikannya ia memerintahkan Patih Aria Mangkunagara memanggil Ua Lengser ahli penafsir mimpi untuk para istrinya.

Ua Lengser sangat paham, mimpi tersebut merupakan sebuah tanda akan tiba masa susah, masa sulit bagi Prabu Munding Kawati, atau masa buruk bagi nagara Haur Doni sejatinya. Ada tiga peristiwa yang akan menimpa Prabu.

Pertama, tandanya kucing, ciri permaisuri hamil. Kedua, kondisi dapur, ditemukan berantakan, pertanda rumah tangganya, biasanya berantakan. Ketiga, nasib sang Prabu, ia terbawa banjir dan perahunya hilang tenggelam, ini ditafsirkan jika Sang Prabu akan mati. Mengetahui itu Ua lengser memilih tidak menceritakannya kemudian kabur menyelamatkan diri meninggalkan Prabu Munding Kawati yang selama ini memenuhi kebutuhannya.

Kedua istri sang Prabu paham betul sikap Ua Lengser ini pertanda buruk, sesuatu akan dialami negri ini. namun Prabu Munding Kawati dengan sombongnya tetap keukeuh, peringatan melalui mimpi para istrinya dianggapnya berarti baik. Bahkan menurut Sang Prabu, negara Haur Doni akan bertambah wilayahnya, dari 13 menjadi 14 wilayah, artinya akan ada negara lainnya yang bergabung, sehingga Haur Doni semakin luas.

Wilayah ke 14 itu bernama Negeri Kuta Daha, yang diperintah dua raja kembar yang bertahta. Bernama Gagak Sagara dan Badak Komalang. Kedua raja itu belum memiliki permaisuri lantaran selera mereka yang tinggi hanya menginginkan istri cantik seperti bidadari. Namun mereka memiliki penasehat yang merupakan adik perempuan mereka sendiri bernama Nyi Sunten Wayang.

Sialnya bagi Prabu Munding Kawati, kedua raja kembar tersebut menginginkan kedua istrinya, Gagak Sagara menginginkan Nyi Ratna Sari, sedang Badak Komalang mencintai Ratna Kembang. Namun keinginan tak lazim sang raja kembar ini mendapatkan tentangan dari Nyi Sunten Wayang, mereka dinasehatinya agar mengurungkan niat, namun tidak berhasil, dan raja kembar tersebut tetap pada rencana membunuh Prabu Munding Kawati.

Baca Juga  Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek

Singkat cerita, lantaran merasa Negeri Kuta Daha sudah menyerah dan akan bergabung sebagai wilayah ke 14 akhirnya tanpa pengawalan, dan senjata Prabu Munding Kawati terbunuh oleh Raja Kembar tersebut.

Dari sumber lainnya terkuak isi nasihat yang dikatakan oleh Nyi Sunten Wayang kepada Raja Gagak Sagara dan Badak Komalang adalah empat makna tuntutan moral yang harus dikedepankan dalam hidup yaitu, Adigung Adiguna, Adiguna Adigana, Adiguna Adicana, Adigung Adiwarna. Mungkin jika nasihat ini juga pernah didengar oleh Prabu Munding Kawati sebelum ia datang ke Negeri Kuta Daha rasanya kematiannya tidak akan terjadi saat itu.

Adigung Adiguna artinya semena-mena, orang yang suka merasa paling berkuasa. Adigung Adigana biasanya artinya orang yang selalu merasa pandai, orang lain bodoh semua. Adiguna Adicana berarti merasa paling kaya, merasa diri berpunya, banyak harta banyak pangan, orang lain kalah. Adigung Adiwarna artinya merasa ningrat, orang lain semua tamu, tidak mau menghargai sesama akhirnya semena-mena.

Satu hal menarik lainnya yang dapat disimpulkan dalam kisah ini adalah, pasti akan selalu ada pihak yang mengambil keuntungan dan menyelamatkan diri ketika sebuah bencana datang. Seperti yang dilakukan Ua Lengser lantaran dengan keahliannya menafsirkan mimpi ia mengetahui sebuah informasi lebih awal dari yang lain dan menemukan momen yang tepat untuk melarikan diri meninggalkan pihak yang selama ini membantunya. (eri)

Berita Terkait

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga
Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar
Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum
ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat
Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas
Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R
Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terbaru

Kadis DPMD, Dudi Supriadi, bersama Camat Batujajar Andi M Khitmat dan pejabat lainnya dalam acara pelantikan anggota BPD periode 2026-2034 di Aula Kantor Koperasi Desa Merah Putih, Desa Batujajar Timur, pada Rabu (15/10/2026

Daerah

Dudi Supriadi: BPD Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:55 WIB