Bupati Garut Lepas 28 PMI ke Jepang, Solusi Atasi Pengangguran di Tengah Bonus Demografi

- Editor

Selasa, 29 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin melepas secara simbolis PMI yang akan bekerja di Jepang bertepatan dengan apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Senin (28/9/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin melepas secara simbolis PMI yang akan bekerja di Jepang bertepatan dengan apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Senin (28/9/2026).


GARUT, tujuhmenit.com- Pemerintah Kabupaten Garut terus melakukan upaya dalam memperluas kesempatan kerja bagi warganya. Dalam hal ini, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi melepas 28 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Garut yang menerima beasiswa dari Pemerintah Jepang dan akan berangkat untuk menempuh studi dan bekerja di Jepang.


Pelepasan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Senin (28/9/2026).

Bupati Syakur mengungkapkan bahwa pengiriman PMI ke luar negeri merupakan salah satu strategi taktis Pemkab Garut yang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk menghadapi tantangan bonus demografi. Setiap tahunnya, Garut kedatangan puluhan ribu pencari kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ini kan mengalami bonus demografi, di satu sisi banyak anak-anak muda kita. Tapi di sisi lain juga kesempatan kerja di kita juga terbatas. Kami sampaikan kan tiap tahun kita lahir banyak pilihan ribu, dan kita tahun 2018 seingat saya itu 54 ribu, sekarang 42 ribu. Berarti apa? Tiap tahun ada penambahan orang masuk lapangan kerja kurang lebih 40 sampai 50 ribu,” ucapnya.

Sebagai langkah solutif, Pemkab Garut menggerakkan berbagai program penyerapan tenaga kerja secara masif, mulai dari program kewirausahaan Wirahebat, penguatan sektor pertanian, hingga rencana pembangunan pabrik bioetanol dalam waktu dekat. Di sisi lain, peluang kerja di kancah internasional juga terbuka lebar, khususnya di Jepang yang tengah mengalami penurunan populasi (negative growth population) dan peningkatan jumlah penduduk lansia.

“Itu kesempatan buat kita, nah akhirnya kita kirim kesana tentu saja ikut pelatihan dulu. Saya baca mereka ikut pelatihan bahasa Jepangnya,” kata Syakur.

Baca Juga  Ngatiyana: Jadikan HUT RI Sebagai Momentum Refleksi Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Abdusy Syakur juga mendoakan agar para PMI dapat bekerja dengan baik, sehat, selamat, berkah, serta membawa kesejahteraan dan kebanggaan bagi keluarga di tanah air.

Sementara itu, salah satu perwakilan PMI asal Kecamatan Cikelet, Aisha, mengaku bersyukur dan antusias menyambut kesempatan emas ini. Sebelum diberangkatkan, ia dan rekan-rekannya telah menjalani persiapan matang berupa pelatihan bahasa, kebudayaan, serta keterampilan keperawatan selama berbulan-bulan.

“Pelatihannya dua bulan lebih, bulan Desember sudah kembali kesini. Untuk saya sekolah dulu baru kontrak kerja, di bidang perawatan lansia (Ditempatkan) Macam-macam sih, ada yang di rumah sakit, ada yang di panti jompo, ada yang di day care. Saya di Kota Higashikawa Hokaido Jepang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa perjalanannya ke Jepang melibatkan kombinasi sekolah bahasa selama satu tahun, sekolah keahlian selama dua tahun, dan kontrak kerja 5 tahun dengan total durasi mencapai 8 tahun. Aisha berharap pengalaman dan ilmu yang didapatnya di Jepang kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat luas sekembalinya ke tanah air.

Melalui pelepasan ini, Pemkab Garut berharap sinergi dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan terus terjalin, guna membuka lebih banyak akses kerja global yang aman, legal, dan berkualitas bagi generasi muda Garut. (Ismail)***

Berita Terkait

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga
Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar
Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum
ChiMa 2026 Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Bagi Masyarakat
Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas
Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R
Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap
Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Bupati Garut Bahas Penanganan Kebakaran dan Penataan TPA Pasir Bajing Bersama Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Viral Video Kericuhan KOD Cup U-23, Adanya Kabar Korban Meninggal Dipastikan Tidak Benar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Libatkan Sejumlah Instansi,  Pemkab Bartim Ekspose Review Jakstrada Air Minum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Bupati M. Yamin: Jangan Sampai RDTR Hanya Baik di Atas Kertas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Baru 12 dari 147 Dokumen Terunggah, Sekda Bartim Minta OPD Percepat MCSP-R

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ditargetkan Rampung Desember ini, Proyek Flyover Pusdikpom Cimahi Kembali Digarap

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Bupati Garut Pastikan Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Jalan Baru di Pamulihan Buka Akses Ekonomi dan Distribusi Hasil Pertanian

Berita Terbaru