Densus 88 Selidiki Keterkaitan Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara dengan Jaringan Teror

- Editor

Senin, 8 Desember 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri terus melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan keterkaitan antara tersangka pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan jaringan teror. Ledakan tersebut terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang dan sempat memicu kegundahan di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan mendalam masih dilakukan untuk memastikan apakah tersangka memiliki keterkaitan dengan kelompok teror tertentu.

“Pihak Densus 88 sedang mengevaluasi apakah kejadian ini terkait dengan pelaku aksi teror lainnya, termasuk menentukan motifnya. Itu adalah wewenang Densus 88,” ujar Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Sabtu (8/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, selain memahami motif, tim Densus 88 juga meninjau aktivitas media sosial tersangka guna mengetahui apakah ada tanda-tanda keterlibatan dalam komunitas online yang terkait dengan jaringan teror.

“Penyelidikan mengenai aktivitas media sosial tersangka sedang dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah pelaku pernah menjadi anggota grup atau komunitas online yang memiliki kaitan dengan kelompok teror tertentu,” kata Budi.

Sebelumnya, sempat muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan kaitan antara kasus ledakan di SMAN 72 dengan ancaman bom di beberapa sekolah pada awal Oktober lalu, termasuk di North Jakarta Intercultural School. Namun, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua kejadian tersebut.

“Sejauh ini belum ditemukan adanya hubungan. Namun hal ini pasti akan diteliti oleh Densus dan unit kerja yang berwenang sesuai dengan tugas pokok masing-masing,” katanya.

Selain Densus 88, beberapa unit kerja juga terlibat dalam penanganan kasus ini. Tim Gegana Brimob melakukan pembersihan lokasi karena ditemukannya bahan peledak, sementara Tim Puslabfor Mabes Polri melanjutkan dengan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga  6 Shio Anak Emas yang Bawa Keberuntungan dan Kekayaan Berlipat untuk Orang Tua Mulai Tahun Ini

“Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian melibatkan berbagai satuan kerja, bukan hanya Polda Metro Jaya, tetapi juga Densus 88, Puslabfor Mabes Polri, serta Polres Jakarta Utara,” kata Budi.

Dalam penanganan kasus ini, Polri juga memperhatikan aspek perlindungan anak mengingat baik korban maupun tersangka masih berstatus sebagai pelajar. Oleh karena itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan tim trauma healing dalam memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang terkena dampak.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kejadian ini melibatkan anak yang terlibat dalam proses hukum (ABH). Oleh karena itu, ada hak-hak khusus yang harus dipenuhi, termasuk perlindungan identitas dan perlakuan khusus bagi anak,” kata Budi.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya berharap kegiatan belajar di SMAN 72 segera kembali normal setelah kondisi membaik.

“Kapolri dan Kapolda Metro Jaya berharap sekolah segera kembali normal dan kegiatan belajar mengajar dapat segera pulih,” ujarnya.

Budi juga mengajak masyarakat agar bersikap bijaksana dalam menghadapi kejadian ini dan tidak menyebarkan data yang belum dikonfirmasi. Menurutnya, rasa empati dari masyarakat sangat penting agar penyelidikan bisa berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan ketidaknyamanan.

“Kita mengajak seluruh rakyat untuk bersama-sama berempati, serta lebih cerdas dalam menghadapi dan menangani kejadian ini,” katanya.

Seperti yang diketahui, terjadi ledakan pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB di area SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang berada dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).

Berdasarkan pengakuan saksi, terdengar suara ledakan saat siswa dan guru sedang menjalani Salat Jumat. Ledakan pertama terjadi saat khutbah sedang berlangsung, diikuti oleh ledakan kedua yang diperkirakan berasal dari arah yang berbeda.

Baca Juga  Fakta di Balik Pemutusan Raisa dan Hamish Daud, Jawab Isu Selingkuh Sabrina

Peristiwa itu mengakibatkan beberapa korban mengalami luka bakar dan cedera dari pecahan benda. Penyelidikan awal mengungkap bahwa tersangka diduga merupakan seorang siswa sekolah tersebut yang dilaporkan menjadi korban intimidasi, yang diperkirakan menjadi penyebab tindakannya.

Di tempat kejadian, polisi menemukan benda yang mirip dengan senapan airsoft dan pistol mainan. Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya diketahui bukan senjata api asli.

Penyelidikan masih terus dilakukan oleh Densus 88 dan jajaran Polda Metro Jaya guna mengungkap dengan pasti alasan serta kemungkinan adanya jaringan lain di balik ledakan SMAN 72 Jakarta Utara.***

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:08 WIB

Garuda MP Deklarasikan Prabowo-Gibran Hingga Paripurna 2029

Rabu, 8 April 2026 - 07:44 WIB

Cara Masyarakat Pastikan Petugas Resmi Ukur Tanah BPN

Senin, 2 Maret 2026 - 11:18 WIB

Indonesia Berduka, Try Sutrisno Tutup Usia

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:50 WIB

Pasca Serangan Brutal, 17 Penerbangan Bandara Soetta Dibatalkan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:10 WIB

Jurnalis Mudah Bikin Marah Orang! Bagaimana Puasanya Kawan? 

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:12 WIB

Noda Dosa Dibalik Profesi Jurnalistik, Mengapa Meminta Maaf?

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:46 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Ramadhan Ditengah Kelesuan Industri Media

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:55 WIB

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!

Berita Terbaru