Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membuka program mudik gratis yang diperuntukan bagi masyarakat Cimahi yang hendak pulang ke kampung halaman.
Adapun rute program mudik gratis tahun ini yang disediakan Pemkot adala dua rute perjalanan, yakni Cimahi–Semarang via Cirebon dan Cimahi–Solo via Yogyakarta.
Kepala Dishub Kota Cimahi, Endang mengatakan sejak dibuka program mudik gratis ini Antusiasme warga Cimahi terhadap program mudik gratis yang digelar pemerintah daerah kembali membludak. Bahkan, kuota kursi yang disiapkan langsung terlampaui setelah pendaftaran resmi ditutup.
“Kuota yang disiapkan Dishub pada lebaran 2026 ini adalah untuk 720 orang. Akan tetapi jumlah pendaftar melalui link yang disediakan sudah ada sekitar 1.000 orang. Artinya kuota yang disediakan sudah terpenuhi,” kata Endang, Senin, (2/3/2026)
Menurut Endang untuk memberangkatkan ke 720 pemudik asal Cimahi ini ke kampung halamannya, Dishub akan menurunkan 15 unit bus.
Selain itu, kata ia guna memastikan peserta sesuai dengan kuota yang ada saat ini yaitu berjumlah 720 slot. Dishub Kota Cimahi masih melakukan proses verifikasi kepada semua pendaftar.
“Verifikasinya meliputi beberapa kriteria, dimulai dari domisili pendaftar, kondisi ekonomi, hingga urutan waktu pendaftaran. Semoga segera selesai agar kami dapat segera mengumumkan siapa saja yang berhak untuk berangkat,” ujarnya.
Endang melanjutkan, setiap kepala keluarga (KK) yang melakukan pendaftaran hanya diizinkan membawa empat orang anggota keluarga pada program mudik gratis tahun ini.
“Jadwal keberangkatan mudik gratis yaitu pada 18 Maret 2026, start dari Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi,” tutur Endang.
Selain sebagai bentuk peningkatan pelayanan transportasi massal juga sekaligus sebuah kepedulian pemerintah kota kepada masyarakat berkantong tipis yang hendak pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
“Selain sebagai upaya peningkatan pelayanan transportasi massal, program ini juga digunakan untuk menekan angka resiko keselamatan berkendara para pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh,” ujarnya. (eri)






