Misteri ACC Kwitang: Polisi Akui Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan

- Editor

Selasa, 18 November 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Budi mengatakan, Reno dan Farhan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Gedung ACC pada akhir Agustus 2025 lalu.
  • Petugas juga menemukan rekaman video yang diambil oleh seseorang yang menunjukkan kedua korban berada di sekitar gedung ACC Kwitang sebelum kejadian kebakaran.

 

AdinJavaSetelah sempat menimbulkan banyak pertanyaan, misteri di balik penemuan dua mayat yang terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, akhirnya terpecahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua orang yang diketahui bernama Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan telah dipastikan bukan menjadi korban pembunuhan.

Jelasnya dinyatakan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, pada Jumat (7/11/2025).

Temuan terbaru dari hasil penyelidikan forensik menggugah dugaan awal masyarakat yang sempat menganggap peristiwa menakutkan itu berkaitan dengan tindakan kriminal.

“Bukan (korban pembunuhan),” katanya.

Budi mengatakan, Reno dan Farhan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Gedung ACC pada akhir Agustus 2025 lalu.

“Yang bersangkutan terjebak di dalam bangunan yang sedang terbakar saat kerusuhan terjadi, bukan menjadi korban pembunuhan,” tambahnya.

Polisi juga menemukan rekaman video yang diambil oleh seorang pemula yang menunjukkan kedua korban berada di dekat gedung ACC Kwitang sebelum kejadian kebakaran terjadi.

“Ada video yang menunjukkan dua orang tersebut berada di sekitar lokasi kejadian jika aktivitas kami tidak bisa (memastikan),” kata Budi.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap siapa yang bertindak sebagai provokator dalam peristiwa kerusuhan tersebut.

Jasad Tertimpa Plafon

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa jenazah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan yang telah menjadi tulang belulang ditemukan tertimpa puing saat pertama kali diidentifikasi di dalam bangunan bekas kantor Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025).

Baca Juga  SPILL! Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 132-134: Menyebarluaskan Islam Damai Melalui Dakwah, Khutbah, dan Tabligh

Hal ini diketahui melalui pemeriksaan lokasi kejadian (TKP) yang dilakukan oleh polisi.

“Itu terjadi saat olah TKP, termasuk dilihat ada bukti-bukti yang mendukung bahwa jenazah berada di lokasi tersebut, mengapa? tertimpa oleh puing-puing. Apakah itu ditempatkan orang setelah meletakkan jenazah atau memang dalam keadaan saat kejadian benar-benar runtuh,” ujar Budi di RS Polri Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan, pemilik gedung menyampaikan bahwa bagian atap dan dinding bangunan terdiri dari bahan yang rentan retak.

Hal tersebut memperburuk keadaan puing-puing saat bangunan itu terbakar.

“Dijelaskan oleh pemilik gedung bahwa itu adalah dinding atap yang mengandung banyak asbes, beberapa komponen serta bahan bangunan yang mudah pecah dan roboh. Oleh karena itu, salah satu hambatan saat dilakukan pengamanan TKP,” katanya.

Hasil Identifikasi RS Polri 

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati telah memastikan dua kerangka yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang merupakan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan.

Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengungkapkan, hasil pemeriksaan tambahan terhadap struktur tulang menunjukkan bahwa keduanya memiliki jenis kelamin laki-laki.

“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi pasca-kematian 0080 sesuai dengan data sebelum kematian 002 sehingga teridentifikasi Reno Syahputra Dewo sebagai anak kandung dari Bapak Muhammad Yasin,” jelas Sumy Hastry.

Di sisi lain, identifikasi terhadap kerangka lainnya dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder seperti perhiasan dan ikat pinggang, serta pemeriksaan DNA dari tulang.

“Hasil pemeriksaan nomor postmortem 0081 sesuai dengan antemortem 001 sehingga dikenali sebagai Muhammad Farhan,” katanya.

Polda Metro Jaya mengatakan penyelidikan terkait kejadian kebakaran di Gedung ACC Kwitang masih berlangsung guna menentukan penyebab pasti serta mengungkap pemicu kerusuhan yang menyebabkan dua korban terjebak di dalam bangunan.

Berita Terkait

Kenaikan Gaji Pensiun PNS Tahun 2024, Taspen Bantah Info November 2025
Kucing Bisa Alami Demensia! 8 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Ban Lebih Lebar: Manfaat dan Risikonya
Jawa Timur Juara Nusantaraya di ICCF 2025, Buktikan Kepemimpinan Ekonomi Kreatif Nasional
Kasus Perundungan di Sekolah yang Berujung Bencana
4 Teh Pemecah Kolesterol
Jika Tidak Bisa Lakukan 8 Hal Ini, Anda Mungkin Tua Lebih Cepat, Kata Psikologi
Lava Agni 4 Dikabarkan Punya Pengisian Cepat 45W, Kompetitor Harus Waspada!

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:27 WIB

Polantas Menyapa Masyarakat, Sosialisasikan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Cimareme Padalarang

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:24 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Satlantas Polres Cimahi Hadirkan Pelayanan Samsat yang Lebih Dekat dan Edukatif

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:18 WIB

Samsat Cimareme, Edukasi Masyarakat Tentang Mekanisme Perpanjang STNK dan Pajak Tahunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:14 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Samsat Cimahi Hadirkan Pelayanan Cetak TNKB yang Edukatif dan Humanis

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:09 WIB

Lewat Polantas Menyapa, Warga di Samsat Cimareme Kini Paham Cara Blokir Kendaraan Hilang atau Sudah Dijual

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:07 WIB

Di Samsat Cimareme, Satlantas Beri Panduan Langsung Urus Pajak & STNK Aman Tanpa Calo

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:50 WIB

Samsat Cimahi Hadirkan Layanan Drive Thru & E-Samsat: Praktis, Cepat, dan Penuh Keramahan

Senin, 25 Mei 2026 - 07:33 WIB

Samsat Cimahi Lakukan Transformasi, Layanan Regident Kini Lebih Mudah, Cepat, dan Ramah

Berita Terbaru