Pasca Gus Yahya Tidak Lagi Jadi Ketua, Miftachul Akhyar Pimpin PBNU

- Editor

Rabu, 26 November 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca Gus Yahya Tidak Lagi Jadi Ketua, Miftachul Akhyar Pimpin PBNU

Jakarta, tujuhmenit. com – Selaku pimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kini Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, mengendalikan Kepemimpinan PBNU, pasca Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai ketua umum PBNU.

Hal ini didasarkan pada terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025.
SE ini merupakan tindak lanjut dari risalah yang dihasilkan dari rapat harian Rais Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 lalu.

Keberadaan SE ini telah dikonfirmasi kepada A’wan PBNU Abdul Muhaimin dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir seperti yang dikutip pada Kompas. com, Rabu (26/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa selama kekosongan jabatan Ketua Umum PBNU, maka kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku Pimpinan Tertinggi NU.

Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU sejak mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Surat ini juga menegaskan, Gus Yahya tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak untuk dan atas nama Perkumpulan NU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Sebagai tindak lanjutnya maka PBNU akan menggelar rapat pleno untuk mengisi kekosongan pimpinan.
Untuk memenuhi mekanisme tersebut diatur dalam peraturan organisasi PBNU. ***

Baca Juga  Bantuan Tak Kunjung Datang! Korban Bencana Jarah Swalayan dan Minimarket

Berita Terkait

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!
Tunjangan Naik! Kedua Hakim di Depok Tetap Korupsi
Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?
Masyarakat Keluhkan BPJS Kesehatan PBI Mendadak Dinonaktifkan? 
Natalius Pigai: Prestisius! Indonesia Jadi Dewan HAM PBB
FWK: 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah dan Desak Revisi UU Pers
Red Notice Diberlakukan, Riza Chalid Jadi Buronan Interpol
Prabowo: Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia III

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:55 WIB

Minimnya Pengawasan Jadi Celah “Wakil Tuhan” Berperilaku Kotor!

Senin, 9 Februari 2026 - 09:50 WIB

Dewan Pers: Perusahaan Platform AI Telah Menjajah Karya Jurnalistik?

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:28 WIB

Masyarakat Keluhkan BPJS Kesehatan PBI Mendadak Dinonaktifkan? 

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:14 WIB

Natalius Pigai: Prestisius! Indonesia Jadi Dewan HAM PBB

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:06 WIB

FWK: 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah dan Desak Revisi UU Pers

Senin, 2 Februari 2026 - 21:55 WIB

Red Notice Diberlakukan, Riza Chalid Jadi Buronan Interpol

Senin, 2 Februari 2026 - 16:42 WIB

Prabowo: Banyak Kepala Negara Khawatirkan Perang Dunia III

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:18 WIB

TNI AD Rekrutmen Perwira, Bintara, dan Tamtama Capai 84 Ribu Personel

Berita Terbaru

Pemerintahan

Hadirkan Sentuhan Ramah di Samsat Cimahi, Warga Gembira Urus STNK

Rabu, 11 Feb 2026 - 07:24 WIB