SETELAH melewati Bulan Rajab 1447 Hijriah, saat ini kita berada di Bulan Sya’ban. Dan bulan ini dikenal sebagai bulan bershalawat. Sebagai umat muslim, kita diperintahkan untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Mengapa bulan Sya’ban disebut sebagai bulan bershalawat? Karena dalam bulan ini Allah SWT menurunkan ayat yang memerintahkan kita untuk bershalawat dalam Al-Qur’an Surah Al Ahzab (33: 56);
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Bahkan, seperti yang dilansir pada NU Online, Ibnu Abi Al-Shayf al-Yamani, sebagaimana dikutip Sayid Muhammad, mengatakan bahwa Sya’ban merupakan bulannya Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini mengingat turunnya ayat tersebut pada bulan Sya’ban. Hal ini juga dinyatakan oleh Imam Syihabuddin Al-Qusthulani dalam kitabnya yang berjudul Al-Mawahib.
Ayat tersebut juga ditafsirkan oleh para ulama mengindikasikan bahwa shalawat merupakan ibadah yang paling utama. Allah SWT memerintahkan kita semua untuk melakukan ibadah yang lain, seperti puasa, zakat, shalat, hingga haji, Allah sendiri tidak melakukannya. Namun, dalam hal shalawat, Allah sendiri bershalawat untuk Nabi Muhammad saw.
Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memberikan kepada pembacanya berbagai keuntungan. Disebutkan dalam hadits, bahwa siapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka Allah SWT akan bershalawat untuknya 10 kali.
Dari Abu Hurairah Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bershalawat untukku sekali, Allah SWT bershalawat untuknya 10 kali.”
Hal ini dapat diartikan bahwa, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW akan diberi pahala 10 kali lipat. Jika kita bershalawat 10 kali, tentu Allah akan membalas shalawat untuk kita 100 kali. Pun dengan kelipatan-kelipatan berikutnya. Al-Qadhi Iyadh mengartikan bahwa 10 kali lipat itu berupa rahmat dan kelipatan pahalanya.
Lebih dari itu, dalam hadits lain disebutkan, bahwa shalawat kepada Nabi Muhammad secara ikhlas akan diganjar dengan 10 kali shalawat, dinaikkan derajatnya 10 kali, dicatat 10 kali kebaikan, dan dihapuskan untuknya 10 keburukan.
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من صلى علي من أمتي صلاة مخلصا من قلبه، صلى الله عليه بها عشر صلوات، و رفعه بها عشر درجات، و كتب له بها عشر حسنات، و محا بها عشر سيئات
Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Nayar. Maka saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita bershalawat pada Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, semoga kita semua mendapatkan syafaat Nabi Muhammad saw kelak di hari akhir nanti. ***






